26.6 C
Manado
Jumat, 30 Oktober 2020

Dieksekusi OD, Sulut Banjir Megaproyek

MANADOPOST.ID—Kehadiran sejumlah megaproyek di Sulawesi Utara tak lepas dari peran sang ‘eksekutor’ Gubernur Sulut Olly Dondokambey, yang saat ini sedang cuti kampanye. Bersama wakilnya Steven Kandouw, Nyiur Melambai kebanjiran proyek besar pasca keduanya menjabat.

Terbaru, Tol Manado-Bitung Ruas Manado-Danowudu yang tuntas dan telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin. Berikut beberapa megaproyek yang dibuat untuk Sulut, berkat sinergitas pemprov dan pemerintah pusat.

Pertama, Proyek Jaringan Komunikasi Palapa Ring Paket Tengah. Proyek ini dikenal dengan istilah keren ‘Tol Langit’ karena menyambung jaringan interkoneksi komunikasi antar daerah. Baik di daratan maupun di kepulauan. Dari kota besar hingga ke pelosok desa, pesisir dan kepulauan.

Proyek Palapa Ring Paket Tengah ini telah diujicoba oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara disaksikan Gubernur Olly Dondokambey SE di Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Proyek ini bernilai Rp1,38 triliun. Uji coba jaringan Palapa Ring Tengah itu mampu membuat semua wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dapat terkoneksi secara online.

Kedua, Proyek Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung. Pembangunan KEK Bitung ini, merupakan wujud cita-cita Sam Ratulangi yang menginginkan Sulut yang berada di bibir Pasifik ikut diperhitungkan dalam kancah perdagangan antara negara-negara di Pasifik, bahkan secara nasional merupakan salah satu area strategis  guna mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang akan ditunjang dengan pembangunan Bitung sebagai Hubport.

Ini akan menjadi penghubung Tol Laut Indonesia sebagaimana harapan Presiden Joko Widodo. KEK Bitung, sudah diresmikan Presiden Joko Widodo bersama sejumlah KEK di beberapa daerah yakni KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan dan KEK Morotai yang berlangsung di Bandara Internasional Sam Ratulangi belum lama ini.

Ketiga, Proyek Pembangunan Jalan Tol Manado–Bitung yang baru diresmikan Presiden Jokowi. Ini merupakan Tol Pertama di Sulut dengan panjang 40 Kilometer. Jalan Tol ini merupakan akses penghubung KEK dengan sumber produksi masyarakat daerah.

Keempat, Proyek Pembangunan Jalan Bandara Sam RatulangiLikupang. Pembangunan akses jalan ini terhubung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan di Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara, dimana KEK Pariwisata ini sudah siap dibangun. Proyek infrastruktur ini menelan anggaran sebesar Rp 631 miliar yang berasal dari APBN dengan panjang jalan 31,5 kilometer (km).

Kelima, Proyek Pembangunan Bendungan Kuwil. Penyelesaian pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara terus dikebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pada 6 Maret 2018, telah berhasil dilakukan breakthrough tunnel 2 yang merupakan pekerjaan Bendungan Kuwil Kawangkoan Paket 1. Bendungan Kuwil Kawangkoan ini merupakan bagian program pembangunan 49 bendungan baru Kementerian PUPR dalam periode 2015-2019. Keberadaan Bendungan Kuwil ini sangat diharapkan oleh warga Minahasa dan sekitarnya.

Nantinya bendungan ini mampu menampung air 23,37 juta meter kubik. Bendungan ini juga menjadi harapan warga untuk mereduksi banjir sebesar 282,18 meter kubik per detik yang sering terjadi di Kota Manado dan sekitarnya. Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan ini dikerjakan oleh PT WIKA-DMT, KSO, PT Nindya Karya (Persero) Tbk dengan total nilai kontrak sebesar Rp1,41 triliun dengan biaya pengadaan lahan sebesar Rp232 miliar.

Keenam, Proyek Pembangunan Jalan Manado Outer Ring Road (MORR). Salah satu megaproyek yang dihadirkan Presiden Joko Widodo kepada Provinsi Sulut adalah Manado Outer Ring Road III. Pembangunan Ring Road III salah satu upaya dalam rangka mengatasi kemacetan yang terjadi di Kota Manado. Ring Road III ini akan dibangun dari Desa Kalasey-Winangun dengan total jarak 11,5 kilometer. Tahapan pertama tahun 2018 jalan tersebut sudah dikerjakan untuk ruas Kalasey-Sea. Sementara sisanya Sea-Winangun akan dikerjakan tahun 2019.

Ketujuh, Proyek Pembangunan TPA Regional Ilo-Ilo. Mega proyek TPA Regional tersebut akan menampung sampah dari Minahasa, Minut, Kota Manado dan Kota Bitung. Rencananya, pembangunan TPA Regional ini akan menggunakan lahan seluas 30 hektare dan terbagi ke dalam dua tahapan.

Tahap pertama akan dibangun di kawasan eks HGU Ilo-Ilo Wori seluas 20 hektare. Sedangkan untuk tahap kedua akan dibangun di lahan eks HGU yang sama seluas 30 hektare. Untuk membangun TPA yang nilainya ditaksir Rp181 miliar ini, pemda tengah mengkaji kemungkinan pelibatan investor swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha.

Delapan, Proyek Pembangunan Rumah Susun Mahasiswa di Tomohon dan di Manado. Proyek Pembangunan Rumah Susun Mahasiswa UKI Tomohon dan Mahasiswa IAIN di Manado merupakan buah perhatian Presiden Joko Widodo terhadap dunia pendidikan, dimana para mahasiswa terbantu untuk tinggal di rumah sususn dalam menempuh pendidikan selama kuliah di perguruan atau universitas tersebut.

Wakil Gubernur Sulut definitif yang saat ini sedang cuti kampanye Steven Kandouw berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah meresmikan jalan tol Manado-Bitung ruas Manado-Danowudu.

“Saya dan rakyat sangat berterima kasih pada pak Presiden Jokowi, salut pak Jokowi boleh meresmikan Tol Manado Bitung, walaupun belum tuntas seratus persen,” ungkapnya. Menurut Steven setelah setelah sekian lama dinantikan oleh rakyat akhirnya proyek raksasa ini diresmikan.

Eks personel DPRD Sulut tiga periode ini juga cukup tahu siapa figur penting dibangunnya Jalan Tol Manado-Bitung. “Sekali lagi terima kasih pak Jokowi. Tapi jangan lupa penggagas dan inisiator jalan tol ini adalah bapak SH Sarundajang (mantan gubernur Sulut dua periode),” ungkap Kandouw. “Sejak tahun 2012 blue print proyek ini sudah digagas oleh pak SH Sarundajang. Terima kasih pak Sarundajang,” tambahnya lagi.

Dia juga ikut mengungkapkan figur lain yang berperan penting hingga proyek ini gol di pusat. “Terima kasih yang sebesar besarnya juga kita harus berikan kepada pak Olly Dondokambey yang punya peran besar dan andil besar sehingga mimpi dan gagasan pak Sarundajang ini terwujud. Sebab pak Olly lah yang punya andil sehingga proyek tol ini masuk di blue book Bappenas, sebab di era beliau sebagai pimpinan Badan Anggaran di DPR-RI,” jelasnya.

Bahkan Steven mengungkapkan awalnya begitu susah proyek tol ni akan dimulai. “Lebih dari itu, mungkin banyak yang belum tahu, setelah 4 tahun disetujui oleh Bappenas, tol Manado-Bitung ini tidak diminati investor. Tangan dingin pak Olly lah yang berhasil mencari solusi pendanaan tol, sekaligus memfasilitasi pihak pelaksana untuk duduk bersama dan sepakat melaksanakan proyek tol. Sekali lagi terima kasih pak Olly Dondokambey,” pungkas Steven.(cw-01/gnr)

-

Artikel Terbaru

Limpahkan Kasus ASN `Nakal` ke KASN

MANADOPOST.ID---Kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN Kotamobagu berinisial SA, segera dilimpahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Bocah 7 Tahun Asal Mitra Ditetapkan Kasus Suspek

MANADOPOST.ID—Bocah laki-laki 7 Tahun asal Kecamatan Tombatu Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) ditetapkan kasus suspek terbaru, berdasarkan data Satgas Covid-19 Mitra, Kamis (29/10) kemarin.

Polres Minsel Ciduk Lima Tersangka Togel

MANADOPOST.ID—Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal Polres Minahasa Selatan (Minsel), mengamankan lima tersangka kasus judi togel yang beroperasi di Kecamatan Tumpaan dan Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minsel.

Pantai Malalayang Jadi TPS Sementara

MANADOPOST.ID---Kelurahan Malalayang Satu dijadikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara. Pantauan Manado Post, sampah dari semua kelurahan di Kecamatan Malalayang di buang

Terangi Empat Desa di Morowali Utara, PLN Ukir Sejarah di 75 Tahun Indonesia Merdeka

MANADOPOST.ID – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Sulawesi Tengah kembali berhasil melistriki desa