31.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

11 Anggota DPRD Belum Ambil Fasilitas Macbook

MANADOPOST.ID—Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan pengadaan laptop untuk 45 pimpinan dan anggota DPRD, termasuk Sekretaris DPRD.

Laptop dengan merek Apple tersebut dianggarkan Rp 1,2 miliar dengan jumlah 46 unit.
Hingga Rabu (29/9), 11 orang anggota DPRD belum mengambil MacbookAir ini. Di antaranya dari Fraksi PDI Perjuangan ada Boy Tumiwa, Toni Supit, Djein Rende, Melky Pangemanan, Muslimah Mongilong, Fanny Legoh. Dari Fraksi Partai Demokrat ada Henry Walukouw. Fraksi Nyiur Melambai Yusra Alhabsyi, Ayub Ali, dan Nursiwin Dunggio, serta Fraksi Partai Golkar James Arthur Kojongian.

Fanny Legoh saat dihubungi Manado Post membenarkan jika dirinya belum mengambil Macbook. “Karena belum sempat ke kantor. Ini fasilitas yang disediakan negara untuk memudahkan tugas kedewanan, jadi akan saya ambil. Apalagi statusnya hanya dipinjamkan,” kata Legoh.

Lain halnya dengan Melky Jakhin Pangemanan. Ketua DPW PSI Sulawesi Utara ini mengatakan dia tak akan menggunakan fasilitas yang disiapkan negara tersebut. “Kalau saya tidak akan ambil,” singkatnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sebelumnya Sekwan Glady Kawatu menegaskan status laptop tersebut dipinjamkan, bukan hak milik. “Jadi tercatat di aset daerah yang memang harus dipertanggungjawabkan sesuai aturan,” tandasnya.(gel)

MANADOPOST.ID—Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan pengadaan laptop untuk 45 pimpinan dan anggota DPRD, termasuk Sekretaris DPRD.

Laptop dengan merek Apple tersebut dianggarkan Rp 1,2 miliar dengan jumlah 46 unit.
Hingga Rabu (29/9), 11 orang anggota DPRD belum mengambil MacbookAir ini. Di antaranya dari Fraksi PDI Perjuangan ada Boy Tumiwa, Toni Supit, Djein Rende, Melky Pangemanan, Muslimah Mongilong, Fanny Legoh. Dari Fraksi Partai Demokrat ada Henry Walukouw. Fraksi Nyiur Melambai Yusra Alhabsyi, Ayub Ali, dan Nursiwin Dunggio, serta Fraksi Partai Golkar James Arthur Kojongian.

Fanny Legoh saat dihubungi Manado Post membenarkan jika dirinya belum mengambil Macbook. “Karena belum sempat ke kantor. Ini fasilitas yang disediakan negara untuk memudahkan tugas kedewanan, jadi akan saya ambil. Apalagi statusnya hanya dipinjamkan,” kata Legoh.

Lain halnya dengan Melky Jakhin Pangemanan. Ketua DPW PSI Sulawesi Utara ini mengatakan dia tak akan menggunakan fasilitas yang disiapkan negara tersebut. “Kalau saya tidak akan ambil,” singkatnya.

Sebelumnya Sekwan Glady Kawatu menegaskan status laptop tersebut dipinjamkan, bukan hak milik. “Jadi tercatat di aset daerah yang memang harus dipertanggungjawabkan sesuai aturan,” tandasnya.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/