31.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Gubernur OD Butuh Dukungan Masyarakat Atasi Covid

MANADOPOST.ID—Covid-19 kembali menyerang banyak negara. Bahkan sudah ada varian terbaru dari Inggris. Membuat Indonesia dan banyak negara menutup penerbangan internasional.

Di Sulawesi Utara sendiri masih banyak masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Bahkan ada yang menganggap virus corona ini tidak ada. Lebih parah lagi, ada yang mau melawan kebijakan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid di daerah ini.

Melihat kondisi ini, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyampaikan permohonannya kepada masyarakat. Agar ada kerjasama dengan pemerintah untuk sama sama atasi penyebaran virus ini. Supaya tidak sampai memakan banyak korban.

Ini akan cepat berlalu. “Seluruh dunia menderita dengan bencana ini. Semua juga berharap ini cepat berlalu. Karena itu kami sangat berharap ada dukungan dan kerjasama yang baik dari masyarakat. Agar ini cepat berlalu dan Sulut bisa cepat kembali normal. Tapi kalau masyarakat tidak peduli, maka kondisi ini akan berlangsung lama,” ujar Olly.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dia pun meminta dukungan masyarakat mendukung berbagai upaya pemerintah. Edaran yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 60 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Sulut, dikeluarkan.

Penegasan tersebut berupa pemberian tindakan tegas kepada masyarakat yang mengabaikan protokol Covid-19. Melakukan sidak dan menindak restoran serta cafe hingga lokasi hiburan malam yang masih terdapat kerumunan massa.

“Penegakan protokol covid-19 ini harus dipertegas. Bagi masyarakat yang masih melakukan aktivitas tanpa mengindahkan protokol kesehatan harus ditindak tegas,” kata Gubernur Olly.

Menurutnya, segala upaya Pemprov Sulut yang dilakukan selama ini akan sia-sia jikalau masyarakat masih tidak percaya akan bahaya Covid-19. “Kita telah merefocusing anggaran sekira Rp200 miliar untuk penanganan Covid. Salah satunya menyalurkan bantuan kepada masyarakat di 15 kabupaten/kota. Upaya ini akan sia-sia jika masyarakat tetao mengabaikan protokol kesehatan berupa menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan,” jelas Olly.

Saat ini kata dia, pembatasan mulai dilakukan pemerintah daerah demi menekan penyebaran Covid-19.

“Kami juga telah memerintahkan Satpol-PP untuk berkoordinasi selalu dengan mitra kerja dalam penanganan Covid-19 untuk rutin siang dan malam setiap hari turun lapangan secara bersama dalam memutus rantai penyebaran melakukan sidak hingga ke rumah warga dan membubarkan jika ada kerumunan masa,” pungkasnya.(cw-01/jen)

MANADOPOST.ID—Covid-19 kembali menyerang banyak negara. Bahkan sudah ada varian terbaru dari Inggris. Membuat Indonesia dan banyak negara menutup penerbangan internasional.

Di Sulawesi Utara sendiri masih banyak masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Bahkan ada yang menganggap virus corona ini tidak ada. Lebih parah lagi, ada yang mau melawan kebijakan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid di daerah ini.

Melihat kondisi ini, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyampaikan permohonannya kepada masyarakat. Agar ada kerjasama dengan pemerintah untuk sama sama atasi penyebaran virus ini. Supaya tidak sampai memakan banyak korban.

Ini akan cepat berlalu. “Seluruh dunia menderita dengan bencana ini. Semua juga berharap ini cepat berlalu. Karena itu kami sangat berharap ada dukungan dan kerjasama yang baik dari masyarakat. Agar ini cepat berlalu dan Sulut bisa cepat kembali normal. Tapi kalau masyarakat tidak peduli, maka kondisi ini akan berlangsung lama,” ujar Olly.

Dia pun meminta dukungan masyarakat mendukung berbagai upaya pemerintah. Edaran yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 60 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Sulut, dikeluarkan.

Penegasan tersebut berupa pemberian tindakan tegas kepada masyarakat yang mengabaikan protokol Covid-19. Melakukan sidak dan menindak restoran serta cafe hingga lokasi hiburan malam yang masih terdapat kerumunan massa.

“Penegakan protokol covid-19 ini harus dipertegas. Bagi masyarakat yang masih melakukan aktivitas tanpa mengindahkan protokol kesehatan harus ditindak tegas,” kata Gubernur Olly.

Menurutnya, segala upaya Pemprov Sulut yang dilakukan selama ini akan sia-sia jikalau masyarakat masih tidak percaya akan bahaya Covid-19. “Kita telah merefocusing anggaran sekira Rp200 miliar untuk penanganan Covid. Salah satunya menyalurkan bantuan kepada masyarakat di 15 kabupaten/kota. Upaya ini akan sia-sia jika masyarakat tetao mengabaikan protokol kesehatan berupa menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan,” jelas Olly.

Saat ini kata dia, pembatasan mulai dilakukan pemerintah daerah demi menekan penyebaran Covid-19.

“Kami juga telah memerintahkan Satpol-PP untuk berkoordinasi selalu dengan mitra kerja dalam penanganan Covid-19 untuk rutin siang dan malam setiap hari turun lapangan secara bersama dalam memutus rantai penyebaran melakukan sidak hingga ke rumah warga dan membubarkan jika ada kerumunan masa,” pungkasnya.(cw-01/jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/