alexametrics
25.4 C
Manado
Jumat, 22 Oktober 2021
spot_img

Kodam XIII Merdeka – BWSS I Canangkan Pemeliharaan Danau Tondano

MANADOPOST.ID—Danau Tondano merupakan danau terbesar di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dengan luas kurang lebih 4.616 hektare yang berlokasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Sementara DAS Tondano merupakan DAS terbesar dengan luas 544,7 meter persegi.

Danau Tondano merupakan hulu Sungai Tondano yang mengalir hingga ke Kota Manado sepanjang 41,44 km dan mempunyai peranan penting sebagai sumber air di Kabupaten Minahasa dan Provinsi Sulut. Antara lain sebagai kawasan konservasi air, air baku dan air minum serta sebagai sumber energi PLTA yaitu PLTA Ronsen Lama, Tanggari I, Tanggari II dengan kapasitas terpasang 51,38 megawatt.

Suasana Upacara Pembukaan Kegiatan Pemeliharaan Danau Tondano yang dipimpin Inspektur Upacara Mayjen TNI Wanti Waraney Mamahit.

Selain itu, hal yang sangat kritis dari Danau Tondano yakni sebagai peredam banjir yang masuk ke Sungai Tondano dan Kota Manado. Serta sebagai objek pariwisata pendukung pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas Manado-Likupang.

Namun keberadaan eceng gondok yang berlebihan, berdampak pada permasalahan banjir, sedimentasi, penurunan kualitas air, eutrofikasi serta okupasi sempadan dan pesisir area danau.

Untuk itulah kehadiran TNI-AD melalui Kodam XIII Merdeka menjadi ujung tombak penyelamatan terhadap Danau Tondano. Melalui kegiatan pencanangan Pemeliharaan Danau Tondano antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) dengan Kodam XIII / Merdeka yang digelar di Desa Tounsaru, Kecamatan Tondano Selatan, kemarin (30/8).

Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Wanti Waraney Mamahit mengungkapkan, kegiatan pencegahan eceng gondok Danau Tondano akan dilaksanakan selama kurun waktu tiga bulan. Mencakup pengangkatan eceng gondok dengan luas cakupan 320 hektare.

“Danau Tondano merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat. Baik dalam kegiatan perikanan, pariwisata dan lainnya. Untuk itu kolaborasi antara TNI-AD, instansi terkait dan masyarakat sekitar sangat baik. Untuk itu tahap pertama pembersihan eceng gondok pada area 320 hektar yakni kita akan tarik semua eceng gondok di lima titik. Masing-masing di Desa Tounsaru, Desa Toulour, Desa Touliang, Desa Eris, dan Desa Remboken,” tutur Mamahit.

Kodam XIII / Merdeka mengerahkan 500 prajurit TNI-AD bersama masyarakat sekitar Danau Tondano dan sejumlah ponton, excavator, truck, boat dan peralatan kebersihan lainnya untuk membasmi eceng gondok dan sedimen.

Dari target pelaksanaan pemeliharaan dan pembersihan Danau Tondano oleh Kodam XIII / Merdeka, Mayjen TNI Mamahit pun optimis kerja prajurit TNI-AD bersama berkolaborasi dengan masyarakat sekitar akan mampu menuntaskan keberadaan eceng gondok dalam kurun waktu tiga bulan. “Kurang lebih tiga bulan, apakah kita akan lebih cepat dari itu, kita akan liat kemudian,” tegas pria berdarah Minahasa itu.

Adapun Kementerian PUPR melalui Plh Kepala BWSS I Jacqueline Tahar mengungkapkan, selama ini pemerintah provinsi, pemerintah Kabupaten Minahasa, BWSS I dan juga PLN telah bersama-sama melakukan pembersihan eceng gondok dengan biaya yang cukup besar setiap tahunnya. “Namun demikian, pertumbuhan eceng gondok sangat cepat sehingga diperlukan usaha yang lebih maksimal lagi. Sehingga pertumbuhan eceng gondok bisa dikontrol,” ungkap Tahar.

KOMPAK : Foto bersama Pangdam XIII / Merdeka Mayjen TNI Wanti Waraney Mamahit bersama pejabat dam pimpinan daerah dalam Upacara Pembukaan Pemeliharaan Danau Tondano.

Disampaikan Tahar, Kementerian PUPR pun sangat mengapresiasi kerja sama bersama TNI-AD melalui Kodam XIII/ Merdeka. “Untuk itu kami berterima kasih kepada Kodam XIII/Merdeka yang pada hari ini secara simbolis mengadakan kegiatan sebagai tanda awal dimulainya kegiatan Pemeliharaan Danau Tondano. Semoga dengan melakukan kegiatan ini secara maksimal, masif dan terencana maka populasi eceng gondok dapat ditekan seminimal mungkin. Sehingga dapat dikontrol penyebarannya,” papar Tahar.

Sementara itu, Bupati Minahasa Royke Roring menyatakan apresiasinya terhadap upaya pemeliharaan eceng gondok yang dilakukan TNI-AD. “Kami mengucapkan apresiasi kepada Kementerian PUPR dan Pangdam. Kita yakin kegiatan pembersihan eceng gondok akan selesai, dan semoga kegiatan ini pula akan berkelanjutan,” ungkap Roring.

Selaku pimpinan daerah pada wilayah Danau Tondano, ia pun aktif memotivasi masyarakat Kabupaten Minahasa untuk ikut melestarikan Danau Tondano dan membersihkan eceng gondok. “Dari kabupaten, kita memotivasi warga untuk ikut melestarikan Danau Tondano. Ke depan, kita akan ada sonasi Danau Tondano, sehingga dapat dikontrol dalam pengaturannya. Karena di Danau Tondano ada program dari provinsi, Kementerian PUPR dan kabupaten. Jadi kita bersinergi,” tambah Roring.

Adapun dalam kegiatan pencanangan pemeliharaan Danau Tondano, dilakukan penyerahan peralatan bersih-bersih danau kepada prajurit TNI dan masyarakat yang akan membantu pembersihan eceng gondok dan sedimen. Serta pemantauan langsung dengan boat TNI-AD pada area pembersihan eceng gondok oleh Pangdam Mayjen TNI Wanti Waraney Mamahit, Bupati Minahasa Royke Roring dan jajaran Pemkab, Plh Kepala BWSS I Jacqueline Tahar dan jajaran BWSS I, serta jajaran Kodam XIII/Merdeka.

Dalam pembukaan kegiatan pemeliharaan Danau Tondano, tampak Kodam XIII Merdeka telah mengerahkan sejumlah ponton, excavator, truck, boat, serta berbagai peralatan lainnya untuk mengangkut eceng gondok dan sedimen di area danau. Bahkan masyarakat sekitar danau turut hadir dan dilibatkan dalam membantu kerja prajurit TNI-AD menuntaskan eceng gondok.

Turut hadir dalam kegiatan, Ketua Persit KCK Daerah XIII/Merdeka Yanti F. Mamahit dan anggota Persit, Kepala Staf DM XIII/Merdeka Brigjen TNI Wirana Prasetya Budi, Inspektorat DM XIII/Merdeka Brigjen TNI Junior Tumilaar, Kepala Kelompok Staf Ahli Pangdam Brigjen TNI Agus Sacpul, Asisten Kasdam dan jajaran Kodam XIII, Kepala Satker OP SDA Iskandar Rahim, PPK OP SDA Allan Kawengian, Kepala Dinas PUPR Provinsi Sulut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulut, Kapores Minahasa, Kepala Dinas PU Kabupaten Minahasa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa, Camat Tondano Selatan, Tondano Timur, Tondano Barat, Eris, Romboken, Kakas, dan Kakas Barat. (des)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru