alexametrics
24.4 C
Manado
Rabu, 18 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

OD: Nama Bandara Sitaro Disetujui Keluarga Bung Karno

MANADOPOST.ID— Keluarga Bung Karno setujui Bandara Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) gunakan nama presiden pertama.

“Satu hal yang paling penting bagi kita, tentunya kita beryukur keluarga Bung Karno menyetujui bandara Kepulauan Sitaro menggunakan nama Bung Karno,” ungkap Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat memberikan sambutan di acara adat Tulude di Kepulauan Sitaro.

Lebih lanjut ia mengatakan, karena melihat sejarah pada tahun 54 Presiden pertama Indonesia berkunjung ke Siau. Sejarah itu kalau di telusuri, penduduk kepulauan Siau masih sedikit. “Tapi Bung Karno di tahun 54 itu tetap datang. Secara mutlak Indonesia merdeka itu baru tahun 50 diserahkan sepenuhnya oleh pemerintah Belanda kepada kita. Sehingga awal-awal pemerintahan Bung Karno sudah datang di Siau. Malahan di Siau terlebih dulu dari pada Manado dan Gorontalo. Artinya Siau ini satu hal yang penting bagi negara Indonesia bagi kesatuan RI, karena kepulauan ini ada di perbatasan,” katanya.

“Apalagi pulau Makalehi suatu pulau yang sangat-sangat spektakuler. Di ditengah-tengah pulau ada danau cinta. Dan saat saya telfon ibu bupati dengan mengatakan kalau bandara akan diresmikan oleh pak presiden, tapi dikatakan bupati kalau bisa diberi nama Bung Karno, ah itu pas. Dan saya kirim berita ke istana dan sekaligus kirim foto pulau Makalehi, rupanya pak presiden ingin lihat pulau Makalehi,” bebernya.

Menurutnya, semoga apa yang direncanakan dapat berjalan lancar tampa ada halangan. Jadi katanya, selesai resmikan bandara pak presiden akan langsung berkunjung ke pulau pulau Makalehi. Dengan hal ini pasti pembangunan Sitaro akan semakin berkembang.

“Kalau pak presiden datang harus bawa menteri sapa? saya katakan bawah menteri PU, menteri perdagangan, menteri pariwisata agar bisa melihat keindahan-keindahan di Sitaro dan bisa dikembangkan. Saya kira ini semua penting, dan perlu kita upayakan bersama karena dapat memampukan kita dalam melanjutkan pembangunan daerah ini dan mempercepat pemulihan ekonomi melalui reformasi sosial dan ketahanan pangan dan pembangun infrastruktur sebagai arah pembangunan kita di tahun 2022 untuk menuju visi Sulut maju dan sejahtera sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan Asia Pasific,” pungkas OD sebutan masyarakat Nyiur Melambai. (dew/ewa)

MANADOPOST.ID— Keluarga Bung Karno setujui Bandara Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) gunakan nama presiden pertama.

“Satu hal yang paling penting bagi kita, tentunya kita beryukur keluarga Bung Karno menyetujui bandara Kepulauan Sitaro menggunakan nama Bung Karno,” ungkap Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat memberikan sambutan di acara adat Tulude di Kepulauan Sitaro.

Lebih lanjut ia mengatakan, karena melihat sejarah pada tahun 54 Presiden pertama Indonesia berkunjung ke Siau. Sejarah itu kalau di telusuri, penduduk kepulauan Siau masih sedikit. “Tapi Bung Karno di tahun 54 itu tetap datang. Secara mutlak Indonesia merdeka itu baru tahun 50 diserahkan sepenuhnya oleh pemerintah Belanda kepada kita. Sehingga awal-awal pemerintahan Bung Karno sudah datang di Siau. Malahan di Siau terlebih dulu dari pada Manado dan Gorontalo. Artinya Siau ini satu hal yang penting bagi negara Indonesia bagi kesatuan RI, karena kepulauan ini ada di perbatasan,” katanya.

“Apalagi pulau Makalehi suatu pulau yang sangat-sangat spektakuler. Di ditengah-tengah pulau ada danau cinta. Dan saat saya telfon ibu bupati dengan mengatakan kalau bandara akan diresmikan oleh pak presiden, tapi dikatakan bupati kalau bisa diberi nama Bung Karno, ah itu pas. Dan saya kirim berita ke istana dan sekaligus kirim foto pulau Makalehi, rupanya pak presiden ingin lihat pulau Makalehi,” bebernya.

Menurutnya, semoga apa yang direncanakan dapat berjalan lancar tampa ada halangan. Jadi katanya, selesai resmikan bandara pak presiden akan langsung berkunjung ke pulau pulau Makalehi. Dengan hal ini pasti pembangunan Sitaro akan semakin berkembang.

“Kalau pak presiden datang harus bawa menteri sapa? saya katakan bawah menteri PU, menteri perdagangan, menteri pariwisata agar bisa melihat keindahan-keindahan di Sitaro dan bisa dikembangkan. Saya kira ini semua penting, dan perlu kita upayakan bersama karena dapat memampukan kita dalam melanjutkan pembangunan daerah ini dan mempercepat pemulihan ekonomi melalui reformasi sosial dan ketahanan pangan dan pembangun infrastruktur sebagai arah pembangunan kita di tahun 2022 untuk menuju visi Sulut maju dan sejahtera sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan Asia Pasific,” pungkas OD sebutan masyarakat Nyiur Melambai. (dew/ewa)

Most Read

Artikel Terbaru

/