24.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Gubernur OD Tegaskan Pancasila Perkuat Keberagaman

MANADOPOST.ID – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD), mengajak seluruh warga masyarakat untuk memperkokoh nilai-nilai Pancasila.

Hal ini disampaikan Gubernur OD usai mengikuti upacara secara virtual di pendopo Pemkab Minahasa Utara (Minut), Selasa (1/6) kemarin.

“Peringatan hari lahir Pancasila yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Juni harus dimanfaatkan untuk mengokohnya nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, dalam berbangsa dan bernegara. Ya saya mengajak agar memperkokoh nilai-nilai Pancasila. Karena Pancasila ini sudah final, dan tidak lagi diperdebatkan,” tuturnya.

Menurut orang nomor satu di Sulut ini, meski sempat menjadi polemik, namun hari lahir Pancasila sudah jelas yakni pada 1 Juni. Bahkan momentum tersebut dijadikan sebagai hari libur.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Meski telah menjadi polemik di mana-mana, tentang hari lahir Pancasila, namun dengan ditetapkannya 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila, kiranya rakyat akan mengetahui bahwa Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa. Pancasila membuat perbedaan jadi kekayaan. Pancasila merajut keragaman jadi keindahan. Pancasila itu menyatukan. Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Olly yang didampingi Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw, sejumlah kepala daerah dan jajaran Forkopimda, secara khidmat mengikuti jalannya upacara yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Inspektur upacara (Irup) yang digelar di halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri. Sementara Jokowi menjadi Irup dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat.

Pada momentum tersebut, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa tantangan Pancasila ke depannya semakin berat. Menurutnya, saat ini rivalitas dan kompetisi antar-pandangan dan antar-ideologi semakin meningkat dan harus diwaspadai.

“Walaupun Pancasila telah menyatu dalam kehidupan kita sepanjang republik ini berdiri. Namun, tantangan yang dihadapi Pancasila tidaklah semakin ringan. Globalisasi dan interaksi antarbelahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan. Yang harus diwaspadai, meningkatnya rivalitas dan kompetisi. Termasuk rivalitas antarpandangan, rivalitas antar nilai-nilai dan rivalitas antarideologi,” ujarnya.

Ideologi transnasional menurut Presiden Jokowi, cenderung semakin meningkat serta memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan berbagai strategi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempengaruhi kontestasi ideologi.

“Revolusi industri 4.0 juga telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog, dalam berinteraksi dan berorganisaisi dalam skala besar lintas negara. Diperlukan cara-cara baru yang luar biasa, memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama Revolusi Industri 4.0. Dan, sekaligus Pancasila harus menjadi fondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkeindonesiaan,” tutupnya. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD), mengajak seluruh warga masyarakat untuk memperkokoh nilai-nilai Pancasila.

Hal ini disampaikan Gubernur OD usai mengikuti upacara secara virtual di pendopo Pemkab Minahasa Utara (Minut), Selasa (1/6) kemarin.

“Peringatan hari lahir Pancasila yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Juni harus dimanfaatkan untuk mengokohnya nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, dalam berbangsa dan bernegara. Ya saya mengajak agar memperkokoh nilai-nilai Pancasila. Karena Pancasila ini sudah final, dan tidak lagi diperdebatkan,” tuturnya.

Menurut orang nomor satu di Sulut ini, meski sempat menjadi polemik, namun hari lahir Pancasila sudah jelas yakni pada 1 Juni. Bahkan momentum tersebut dijadikan sebagai hari libur.

“Meski telah menjadi polemik di mana-mana, tentang hari lahir Pancasila, namun dengan ditetapkannya 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila, kiranya rakyat akan mengetahui bahwa Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa. Pancasila membuat perbedaan jadi kekayaan. Pancasila merajut keragaman jadi keindahan. Pancasila itu menyatukan. Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Olly yang didampingi Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw, sejumlah kepala daerah dan jajaran Forkopimda, secara khidmat mengikuti jalannya upacara yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Inspektur upacara (Irup) yang digelar di halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri. Sementara Jokowi menjadi Irup dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat.

Pada momentum tersebut, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa tantangan Pancasila ke depannya semakin berat. Menurutnya, saat ini rivalitas dan kompetisi antar-pandangan dan antar-ideologi semakin meningkat dan harus diwaspadai.

“Walaupun Pancasila telah menyatu dalam kehidupan kita sepanjang republik ini berdiri. Namun, tantangan yang dihadapi Pancasila tidaklah semakin ringan. Globalisasi dan interaksi antarbelahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan. Yang harus diwaspadai, meningkatnya rivalitas dan kompetisi. Termasuk rivalitas antarpandangan, rivalitas antar nilai-nilai dan rivalitas antarideologi,” ujarnya.

Ideologi transnasional menurut Presiden Jokowi, cenderung semakin meningkat serta memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan berbagai strategi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempengaruhi kontestasi ideologi.

“Revolusi industri 4.0 juga telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog, dalam berinteraksi dan berorganisaisi dalam skala besar lintas negara. Diperlukan cara-cara baru yang luar biasa, memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama Revolusi Industri 4.0. Dan, sekaligus Pancasila harus menjadi fondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkeindonesiaan,” tutupnya. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/