32.4 C
Manado
Rabu, 17 Agustus 2022

Mereka (Juga) Garda Terdepan: Lisbet Halir, Petugas Cleaning Service RSUP Prof Kandou Manado

Pandemi yang melanda dunia saat ini sesungguhnya telah melahirkan beberapa pahlawan baru. Tak hanya para dokter dan tenaga kesehatan. Mereka ini pula turut berada di garis terdepan dalam melawan COVID-19. Berikut, cerita Lisbet Halir, Petugas Cleaning Service RSUP Prof Kandou Manado.

LISBET Halir sudah mengabdikan diri sebagai petugas kebersihan di RSUP Prof Kandouw Manado sejak tahun 1999. Suka-duka sudah ia lewati. Namun, kemunculan pandemi ini membawa cerita tersendiri baginya. Memang membersihkan ruang isolasi khusus penyakit infeksi sudah menjadi makanannya sehari-hari. Namun COVID-19 sempat membuatnya khawatir.

Dirinya kerap mendengar cibiran tentang profesinya. Untungnya, perempuan yang kerap disapa Tante Ibe ini merespon dengan tenang. Karena bagi dia, pekerjaannya halal. “Kalau mau dengar cibiran orang-orang nanti anak-anak mau makan apa. Jadi kami bekerja harus tahan banting di sini. Keluarga juga sangat support saya. Dan kelima anak saya selalu mengatakan untuk selalu berdoa,” ucapnya.
Ia tahu, pekerjannya memang berisiko. Tapi itu tidak memudarkan semangat dirinya untuk bekerja. Sudah dari dulu sejak bekerja di rumah sakit, penyakit apapun ia tidak takut. Bahkan saat bekerja ia tidak memakai masker atau pelindung diri lainnya. Karena ia imani selalu dalam lindungan Tuhan. “Sekarang ini, setelah protokol kesehatan diperketat, saat bekerja kami harus memakai masker,” kata tante Ibe.

Banyak pengalaman menarik yang selalu ia kenang ketika bekerja. Entah itu saat bercanda dengan pasien ataupun pernah kena marah oleh dokter atau perawat. “Kadang kalau lagi kerja pernah disuruh ini itu. Dan tidak mungkin untuk ditolak. Walaupun begitu saya makin cinta dengan pekerjaan ini. Kalau sudah di rumah, dalam pikiran saya adalah kerja dan harus cepat datang kerja esok hari,” kuncinya dengan senyum manis. (*)

Pandemi yang melanda dunia saat ini sesungguhnya telah melahirkan beberapa pahlawan baru. Tak hanya para dokter dan tenaga kesehatan. Mereka ini pula turut berada di garis terdepan dalam melawan COVID-19. Berikut, cerita Lisbet Halir, Petugas Cleaning Service RSUP Prof Kandou Manado.

LISBET Halir sudah mengabdikan diri sebagai petugas kebersihan di RSUP Prof Kandouw Manado sejak tahun 1999. Suka-duka sudah ia lewati. Namun, kemunculan pandemi ini membawa cerita tersendiri baginya. Memang membersihkan ruang isolasi khusus penyakit infeksi sudah menjadi makanannya sehari-hari. Namun COVID-19 sempat membuatnya khawatir.

Dirinya kerap mendengar cibiran tentang profesinya. Untungnya, perempuan yang kerap disapa Tante Ibe ini merespon dengan tenang. Karena bagi dia, pekerjaannya halal. “Kalau mau dengar cibiran orang-orang nanti anak-anak mau makan apa. Jadi kami bekerja harus tahan banting di sini. Keluarga juga sangat support saya. Dan kelima anak saya selalu mengatakan untuk selalu berdoa,” ucapnya.
Ia tahu, pekerjannya memang berisiko. Tapi itu tidak memudarkan semangat dirinya untuk bekerja. Sudah dari dulu sejak bekerja di rumah sakit, penyakit apapun ia tidak takut. Bahkan saat bekerja ia tidak memakai masker atau pelindung diri lainnya. Karena ia imani selalu dalam lindungan Tuhan. “Sekarang ini, setelah protokol kesehatan diperketat, saat bekerja kami harus memakai masker,” kata tante Ibe.

Banyak pengalaman menarik yang selalu ia kenang ketika bekerja. Entah itu saat bercanda dengan pasien ataupun pernah kena marah oleh dokter atau perawat. “Kadang kalau lagi kerja pernah disuruh ini itu. Dan tidak mungkin untuk ditolak. Walaupun begitu saya makin cinta dengan pekerjaan ini. Kalau sudah di rumah, dalam pikiran saya adalah kerja dan harus cepat datang kerja esok hari,” kuncinya dengan senyum manis. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/