30 C
Manado
Jumat, 4 Desember 2020

Mereka (Juga) Garda Terdepan: Samsu Rajab, Petugas Pemakaman TPU Kayuwatu

Pandemi yang melanda dunia saat ini sesungguhnya telah melahirkan beberapa pahlawan baru. Tak hanya para dokter dan tenaga kesehatan. Mereka ini pula turut berada di garis terdepan dalam melawan COVID-19. Berikut, cerita Samsu Rajab, Petugas Pemakaman TPU Kayuwatu.

HAMPIR delapan bulan, Samsu Rajab bertugas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kayuwatu, Mapanget. Ia harus menggali tempat persemayaman terakhir jenazah COVID-19. Selama itu pula, air mata kepedihan dari keluarga korban menjadi bagian dari apa yang dilihatnya setiap hari.

Samsu sebenarnya bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado. Ia mengaku tergerak hati untuk membantu ketika mengetahui ada beberapa jenazah COVID-19 yang belum dimakamkan. “Awalnya belum ada yang bersedia. Kemudian mengingat ini juga tugas BPBD, maka dengan rasa kemanusiaan kami (THL, Red) siap turun membantu,” cerita Samsu ketika diwawancarai Manado Post.

Semenjak bertugas di TPU, Samsu menemui rintangan baru. Ia mendapat perlakuan berbeda dari warga sekitar tempat tinggal. “Teman-teman dan tetangga sempat takut bertemu. Tetangga bilang jangan dekat-dekat dengan penggali kubur Covid-19,” jelasnya.

Reaksi serupa tak hanya datang dari tetangga saja. Dari orang terdekat yakni istrinya pun sempat merasa takut bertemu. Namun Samsu dengan sabar menjelaskan kepada sang istri bahwa ini adalah pekerjaan mulia. Ia meyakinkan bahwa kalau dijalankan sesuai protokol kesehatan maka Tuhan pasti lindungi.

Jadi tukang gali kubur memang tak mudah. Apalagi menggali kubur jenazah COVID-19. Dia menceritakan, di awal-awal masa pandemi, dalam sehari dirinya bisa menguburkan lima jenazah.

Sekalipun hari hujan atau tengah malam, bila ada jenazah yang harus segera dimakamkan, maka Samsu bersama teman-temannya yang bertugas harus langsung memakai Alat Pelindung Diri (APD) dan menuju lokasi pemakaman. “Kami stand by 24 jam. Karena jenazah yang harus dimakamkan itu maksimal empat jam setelah meninggal,” kata Samsu.

Salah satu pengalaman yang tak ia lupakan semenjak bertugas di TPU adalah mendapat perkataan tidak mengenakkan dari keluarga jenazah COVID-19. “Pernah saya disumpahi semoga menyusul orang yang saya makamkan. Tapi saya meyakini hal tersebut merupakan berkat,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Samsu hanya bisa diam dan menerima semua perkataan tersebut. Ia mengerti karena hati keluarga yang berduka.

Samsu sebenarnya turut merasakan kepedihan keluarga korban. Ia merasa tak tega melihat keluarga hanya bisa menyaksikan dari jarak 30 meter. Karena sesuai aturan yang ada, keluarga tidak diperkenankan berada di dekat makam. “Bayangkan kalau kita ada di posisi keluarga yang berduka. Oleh sebab itu, masyarakat kota Manado mohon jangan anggap remeh dan patuhi protokol,” tambahnya.

Meskipun tidak mengetahui kapan situasi ini akan berakhir, namun saat ini dia mengaku bersyukur karena korban meninggal akibat COVID-19 mulai berkurang. “Saya bersyukur, dua bulan terakhir sudah berkurang. Tiga hari hanya sekali,” katanya.(*)

-

Artikel Terbaru

Desa Wisata Candirejo Borobudur Tawarkan Sensasi Budaya Jawa

Salah satu desa wisata tradisional yang terkenal #DiIndonesiaAja adalah Desa Penglipuran, Bali. Nah, selain itu, masih banyak desa wisata tradisional lain, termasuk yang lokasinya tak jauh dari Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Bajeto 341 Lingkungan Solid Menangkan JGE-VB

Kekuatan pendukung dan simpatisan Pasangan Calon (Paslon) Jilly Gabriella Eman-Virgie Baker, (JGE-VB) kian hari terus bertambah.

Pilih Mor, Rekaman Bersama Enda Ungu

Personel Band Ungu Franco Medjaya Kusumah atau akrab disapa Enda, menunjukkan keseriusannya memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado, Mor Bastiaan-Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP).

VAP – HR Merajai Pelosok Sulut

Sosok calon Gubernur Sulut Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh yang selalu peduli masyarakat kecil, terus dicintai warga hingga di daerah pelosok di 15 kabupaten/kota se-Sulut.

Perhatian-perhatian! Pintu Teater Dibuka 5 Desember

"Perhatian-perhatian. Pintu teater telah dibuka. Bagi Anda yang telah memiliki karcis dipersilahkan untuk memasuki ruangan teater…” Rindu dengar kalimat tersebut? Sebentar lagi rindu anda terobati.