27C
Manado
Rabu, 14 April 2021

15 Kepala Daerah Pasang Badan Pulihkan Pariwisata Sulut

MANADO- Sektor pariwisata sampai saat ini terus mendapatkan perhatian khusus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut). Bahkan untuk mempercepat proses pemulihan pariwisata, 15 kepala daerah siap pasang badan.

Kepastian ini disampaikan langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), Sabtu (3/4) kemarin. Gubernur OD mengatakan bahwa, dirinya telah menggandeng 15 kepala daerah untuk proses pemulihan pariwisata di Tanah Bumi Nyiur Melambai. Bahkan OD membeberkan bahwa, langkah strategis telah disiapkan dirinya untuk mempercepat proses pemulihan tersebut. Bahkan bukan hanya dinas pariwisata di provinsi serta 15 kabupaten/kota yang akan kerja keras melakukan proses pemulihan.

“Saya sudah melakukan pertemuan dengan 15 kepala daerah untuk memperoleh kesamaan langkah kerja pengawasan Aparatur Pengawas Intern Pemerintah (APIP) terhadap akuntabilitas seluruh proses bisnis pemulihan sektor pariwisata Sulut. Jadi sudah ada komitmen dari setiap kepala daerah dalam memajukan Sulut di sektor pariwisata. Roda pembangunan di Sulut saat ini didorong oleh sektor pariwisata dan dan pertanian. Dan sektor pariwisata saat ini menjadi prime mover terhadap sektor-sektor strategis lainnya begitu juga dengan sektor pertanian,” jelasnya.

Di samping itu Gubernur OD mengharapkan, agar hal-hal seperti ini menjadi tanggung jawab bersama dalam menggerakan ekonomi Sulut yang sesuai dengan komitmen bersama dalam menjalankan transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan pemerintahan. “15 daerah memiliki potensi pariwisata yang besar. Jadi jika dimanfaatkan dengan baik oleh kepala daerah, maka pertumbuhan ekonomi akan membaik. Karena itu pemulihan ekonomi dari sektor pariwisata sudah harus kita lakukan saat ini. Jangan lagi ditunda. Mari secara bersama-sama, kita upayakan pemulihan ini,” katanya.

Gubernur OD juga menargetkan bahwa, Pertumbuhan Ekonomi (PE) Sulut, di 2021 nanti mencapai 6 persen. Dan sektor pariwisata, masuk dalam indikator untuk mendongkrak PE Sulut. “Sektor pariwisata juga akan terus digalakkan dengan membangun fasilitas sarana dan prasarana mulai dari bandara, jalan dan jembatan akses penghubung objek-objek wisata serta mempersiapkan dan memberdayakan masyarakat lokal sekitar kawasan wisata,” tuturnya.

Dengan normalnya sektor pariwisata, OD juga optimis bahwa serapan tenaga kerja kembali meningkat. OD juga mengungkapkan, bahwa dalam masa pandemik saat ini, sektor pariwisata terus ditata dan dibenahi. “Pariwisata itu bakal menjadi recovery perekonomian kita. Kita berkaca dari capaian tahun-tahun sebelumnya, dimana serapan tenaga kerja naik secara signifikan, karena sektor pariwisata menggeliat. Nantinya pariwisata ini akan menjadi salah satu sektor, yang akan memulihkan ekonomi kita. Karena semua infrastruktur pariwisata juga sementara kita siapkan,” katanya.

OD mengungkapkan, bahwa destinasi pariwisata di Bumi Nyiur Melambai, telah lengkap dan menyentuh hati para pelancong yang ada di nusantara dan global. “Saat ini hiburan ke tempat wisata sudah sangat dirindukan. Setelah pandemik, saya yakin, orang yang mengakses tempat wisata itu akan banyak. Karena itu, keyakinan saya terhadap sektor pariwisata dalam upaya pemulihan ekonomi sangat besar. Karena sektor pariwisata ini, memiliki efek domino. Bukan hanya destinasi yang akan disentuh. Tapi sampai UMKM dan industri rumahan bakal hidup. Transportasi bakal ramai, dan sektor lain bakal terdongkrak,” ujarnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi koran ini via WhatsApp, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengungkapkan jika pembangunan infrastruktur dan KEK Pariwisata Tanjung Pulisan tetap berjalan dimasa pandemik. “Pariwisata ini memang turun drastis tahun ini. Karena memang situasi pandemik. Bali saja anjlok. Tapi semua destinasi tidak dibiarkan. KEK Pariwisata tetap jalan. Kita siapkan semua dalam menyambut era kebiasaan baru. Dengan destinasi yang kita miliki, saya yakin pariwisata dapat kembali bergeliat,” ucapnya.

Mantan Ketua DPRD Sulut tersebut juga berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat kepada Sulut dalam pengembangan pariwisata. “Kalau bukan Gubernur OD, saya tidak yakin perhatian pemerintah pusat sebesar ini kepada Sulut. Kan ada suntikan dana dari kementerian untuk Sulut, melalui Bank SulutGo. Itu yang nantinya akan menggenjot UMKM dan industri lain di Sulut. Sehingga, ketika destinasi kembali bergeliat, UMKM dan industri rumahan lain, sudah memiliki modal,” imbuhnya.

Disisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Sulut Henry Kaitjily mengatakan, bahwa sampai saat ini pariwisata terus ditata. “Kalau untuk menghidupkan perekonomian, ya jelas pariwisata itu sangat berperan. Lobi Pak Gubernur Olly Dondokambey, itu terus dilakukan untuk kembali mengeliatkan sektor pariwisata. Yang pasti jika destinasi, sudah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat, maka sudah bisa dibuka. Seperti rumah alam, dan beberapa destinasi di Minut dan Tomohon. Itu kan sudah ada yang mulai buka,” jelasnya.

Kaitjily juga membeberkan, bahwa dalam waktu dekat Taman Nasional Bunaken, juga akan dibuka. “Pak gubernur sudah melakukan lobi dan komunikasi dengan pihak Taman Nasional Bunaken, itu dalam waktu dekat sudah akan dibuka. Yang pasti, menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Yang pasti kita yakini, pariwisata ini akan kembali bergeliat. Saya dan tim, sudah mengingatkan kepada perhotelan dan jasa lain yang terlibat dalam sektor pariwisata untuk mempersiapkan diri. Semua protap harus dipatuhi, sehingga jika pariwisata sudah mulai normal, sektor yang mendukung sudah sangat siap,” tandasnya. (*)

Artikel Terbaru