33 C
Manado
Minggu, 16 Mei 2021
spot_img

Tak Boleh Pakai Nama Orang Hidup, Ini Syarat Pemberian Nama Rumah Sakit

MANADOPOST.ID-Ternyata tak sembarangan memberikan nama untuk rumah sakit. Diungkapkan Dr Daniel Masengi MS, sesuai Permenkes, pemberian nama RS tidak boleh atau dilarang nama orang yang masih hidup.

“Usulan-usulan kami untuk RSUD di Jalan Betesdha yang belum punya nama adalah guru besar yang sudah meninggal. Karena sesuai Permenkes, pemberian nama rumah sakit tidak boleh atau dilarang nama orang yang masih hidup,” jelas Masengi, di gedung DPRD, Selasa (4/5).

Para dokter senior mengusulkan tiga nama. Prof Arnold Mononutu, pernah menjadi Rektor Unhas, dokter Marie Thomas dokter perempuan pertama di Indonesia berasal dari Likupang, ketiga Prof Dr DS Kapoyos yang sangat berjasa di bidang kesehatan Sulut.

Memang dalam PMK No 30 Tahun 2019 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit pada pasal 55 mengamanatkan pemberian nama rumah sakit dilarang menambahkan kata internasional, international, kelas dunia, world class, global dan atau yang disebut nama lainnya yang bermakna sama.

Kemudian dilarang mencantumkan kepemilikan institusi atau bidang kekhususan lain yang bermakna serupa. Selanjutnya dilarang menggunakan nama orang yang masih hidup.

Diketahui, beberapa waktu lalu sempat mencuat ke masyarakat mengenai polemik penamaan RSUD Provinsi yang diberikan nama OD-SK. Yang lekat dengan nama Olly Dondokambey-Steven Kandouw.

Hanya saja sudah dijelaskan anggota Fraksi PDI Perjuangan Sandra Rondonuwu, nama OD-SK bukan terkait Olly Dondokambey dan Steven Kandouw.(*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru