alexametrics
24.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Wow! Sebulan ke Depan Bandara Samrat Dipenuhi Siswa LPK Tsunagu Calon Pemagang ke Jepang

MANADOPOST.ID— Bandar Udara (Bandara) Sam Ratulangi Manado kembali penuh sesak, Senin (4/4) kemarin. Tidak seperti biasanya, teras bandara ramai oleh rombongan baju oranye bersama keluarga dan pengantar sejak subuh hari.

Dari penelusuran wartawan, rombongan baju oranye ini diketahui sebagai calon pemagang asal Sulawesi utara (Sulut) yang mulai diterbangkan bertahap ke Negeri Sakura Jepang. Mereka dibimbing langsung oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Tsunagu Japan Indonesia (TJI) yang berkantor di Tonsealama, Tondano.

Diketahui, Tsunagu adalah LPK kelas wahid di Sulut. Menurut Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut, lembaga ini paling banyak memberangkatkan pekerja ke luar negeri, beberapa tahun belakangan.

Ditemui Manado Post di Bandara Sam Ratulangi, Trully Rapar Wungow, salah satu orang tua siswa bangga anaknya bisa terbang ke Jepang. “Anak saya Carrol Fredrika sebelumnya kerja di sektor perbankan. Akhirnya dia berjodoh dengan LPK Tsunagu. Saya tau info LPK dari Disnakertrans. Disnakertrans merekomendasikan Tsunagu sebagai lembaga resmi yang bisa memberangkatkan Carrol ke Jepang. Puji Tuhan Carrol yang juga alumni salah satu perguruan tinggi di Sulut bisa terbang hari ini,” ujar Trully dengan raut bahagia.

Perempuan yang berprofesi sebagai Dosen sekaligus Staf Khusus Bidang Perempuan dan Anak Pemprov Sulut ini juga mengakui kehebatan Tsunagu. “Profesional. Hebat. LPK ini melatih pembentukan karakter dengan treatment fisik, mental, spiritual serta etos kerja dengan disiplin tinggi. LPK ini mampu mengasah keterampilan kerja dan menciptakan SDM berdaya saing internasional. Saya tidak pernah menyesal anak saya dididik di LPK Tsunagu,” akunya.

Beatrix Lengkong dan Ave Polii adalah dua siswa perempuan yang turut berangkat, kemarin. “Sampai Jepang, kami karantina dulu mengingat ini masih pandemi. Usai karantina kami belajar di pusat pelatihan selama kurang lebih sebulan. Di situ dimantapkan lagi bahasa dan budaya. Setelahnya kami langsung dilepas ke perusahaan masing-masing,” ujar keduanya sambil menenteng koper. “Sachou, doumo arigatou gozaimasu. Korekara mo motto ganbarimasu (Direktur LPK Tsunagu Japan Indonesia, terima kasih banyak. Mulai sekarang kami akan lebih semangat,” tambah keduanya.

Pimpinan LPK Tsunagu Japan Indonesia Liony Leontin Mongi yang ikut mengantar siswanya ke bandara berterima kasih kepada seluruh siswa yang sudah belajar dengan baik selama di LPK. “Bersyukur juga karena penerbangan ke Jepang yang tutup selama hampir 2 tahun, dibuka kembali. Siswa kami pun bisa berangkat bertahap,” ujar Mongi tersenyum.

Untuk diketahui ini adalah pemberangkatan kloter kedua. Sebelumnya sudah ada 2 siswa yang terbang pada akhir bulan lalu. Menyusul pada 6 April, 11 April, 20 April hingga awal Mei 2022. Selain itu, masih ada ratusan peserta lain yang sementara belajar Bahasa Jepang dan menunggu kloter pemberangkatan selanjutnya di tahun ini

“LPK TJI masih terus membuka kesempatan bagi anak muda Sulut usia 19-29 Tahun untuk kerja di Jepang. Ada juga kelas eksklusif untuk yang berumur lebih dari 29 Tahun. Syarat dan ketentuan bisa di lihat di laman Facebook dan Instagram resmi Tsunagu Japan Indonesia,” tutup Mongi.(*)

MANADOPOST.ID— Bandar Udara (Bandara) Sam Ratulangi Manado kembali penuh sesak, Senin (4/4) kemarin. Tidak seperti biasanya, teras bandara ramai oleh rombongan baju oranye bersama keluarga dan pengantar sejak subuh hari.

Dari penelusuran wartawan, rombongan baju oranye ini diketahui sebagai calon pemagang asal Sulawesi utara (Sulut) yang mulai diterbangkan bertahap ke Negeri Sakura Jepang. Mereka dibimbing langsung oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Tsunagu Japan Indonesia (TJI) yang berkantor di Tonsealama, Tondano.

Diketahui, Tsunagu adalah LPK kelas wahid di Sulut. Menurut Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut, lembaga ini paling banyak memberangkatkan pekerja ke luar negeri, beberapa tahun belakangan.

Ditemui Manado Post di Bandara Sam Ratulangi, Trully Rapar Wungow, salah satu orang tua siswa bangga anaknya bisa terbang ke Jepang. “Anak saya Carrol Fredrika sebelumnya kerja di sektor perbankan. Akhirnya dia berjodoh dengan LPK Tsunagu. Saya tau info LPK dari Disnakertrans. Disnakertrans merekomendasikan Tsunagu sebagai lembaga resmi yang bisa memberangkatkan Carrol ke Jepang. Puji Tuhan Carrol yang juga alumni salah satu perguruan tinggi di Sulut bisa terbang hari ini,” ujar Trully dengan raut bahagia.

Perempuan yang berprofesi sebagai Dosen sekaligus Staf Khusus Bidang Perempuan dan Anak Pemprov Sulut ini juga mengakui kehebatan Tsunagu. “Profesional. Hebat. LPK ini melatih pembentukan karakter dengan treatment fisik, mental, spiritual serta etos kerja dengan disiplin tinggi. LPK ini mampu mengasah keterampilan kerja dan menciptakan SDM berdaya saing internasional. Saya tidak pernah menyesal anak saya dididik di LPK Tsunagu,” akunya.

Beatrix Lengkong dan Ave Polii adalah dua siswa perempuan yang turut berangkat, kemarin. “Sampai Jepang, kami karantina dulu mengingat ini masih pandemi. Usai karantina kami belajar di pusat pelatihan selama kurang lebih sebulan. Di situ dimantapkan lagi bahasa dan budaya. Setelahnya kami langsung dilepas ke perusahaan masing-masing,” ujar keduanya sambil menenteng koper. “Sachou, doumo arigatou gozaimasu. Korekara mo motto ganbarimasu (Direktur LPK Tsunagu Japan Indonesia, terima kasih banyak. Mulai sekarang kami akan lebih semangat,” tambah keduanya.

Pimpinan LPK Tsunagu Japan Indonesia Liony Leontin Mongi yang ikut mengantar siswanya ke bandara berterima kasih kepada seluruh siswa yang sudah belajar dengan baik selama di LPK. “Bersyukur juga karena penerbangan ke Jepang yang tutup selama hampir 2 tahun, dibuka kembali. Siswa kami pun bisa berangkat bertahap,” ujar Mongi tersenyum.

Untuk diketahui ini adalah pemberangkatan kloter kedua. Sebelumnya sudah ada 2 siswa yang terbang pada akhir bulan lalu. Menyusul pada 6 April, 11 April, 20 April hingga awal Mei 2022. Selain itu, masih ada ratusan peserta lain yang sementara belajar Bahasa Jepang dan menunggu kloter pemberangkatan selanjutnya di tahun ini

“LPK TJI masih terus membuka kesempatan bagi anak muda Sulut usia 19-29 Tahun untuk kerja di Jepang. Ada juga kelas eksklusif untuk yang berumur lebih dari 29 Tahun. Syarat dan ketentuan bisa di lihat di laman Facebook dan Instagram resmi Tsunagu Japan Indonesia,” tutup Mongi.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/