28.6 C
Manado
Kamis, 13 Mei 2021
spot_img
spot_img

Astaga! Begini Total Sampah yang Diproduksi Indonesia, Capai Juta Ton Lho..

MANADOPOST.ID—Memiriskan. Indonesia masih menjadi salah satu negara penghasil sampah plastik terbesar. Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018, sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Dari angka tersebut, sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.

Ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Sulawesi Utara bersama Tim Ahli Penyusun Rancangan Peraturan Daerah DPRD dan Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan, di ruangan Rapat Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Diketahui Bapemperda DPRD Provinsi Sulawesi Utara mengundang pihak perusahaan pengguna kemasan plastik untuk mendapatkan masukan/usul dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Usul Prakarsa DPRD tentang Pengendalian Sampah Plastik.

Dikatakan Wakil Ketua Bapemperda Melky Pangemanan, pihak perusahaan menyadari persoalan sampah plastik menjadi PR yang harus diselesaikan oleh pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Namun diharapkan produk hukum daerah nantinya tidak melarang total penggunaan sampah plastik.

“Plastik seharusnya dapat didaur ulang dan perlu dilihat sebagai produk bernilai ekonomis bukan sampah. Perusahaan pengguna plastik dan industri daur ulang adalah industri yang menyerap banyak tenaga kerja. Bapemperda membuka ruang bagi publik untuk memberi masukan/usul terhadap penyempurnaan draf dan naskah akademik Ranperda Pengendalian Sampah Plastik,” urainya.

Peraturan daerah, lanjut MJP, sapaan akrab Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini, harus mengacu pada asas-asas hukum pembentukan peraturan Perundang-undangan, salah satunya asas keterbukaan.

“Keterbukaan mulai dari persiapan, perencanaan, penyusunan dan pembahasan bersifat transparan dan terbuka, seluruh lapisan masyarakat mempunyai kesempatan yang luas untuk memberikan masukan dalam proses pembuatan peraturan daerah,” katanya, sembari berharap semua pihak dapat memberikan masukan dan saran secara substantif maupun secara teknis terhadap rancangan peraturan daerah tersebut agar nantinya dapat berguna dan efektif untuk penerapannya.(*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru