24.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Anggota Dewas Pantau Pelayanan FKTP di Sulut

MANADOPOST.ID— Usai dilantik Presiden RI Joko Widodo, anggota Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan, yakni Siruaya Utamawan dan Regina Maria Wiwieng Handayaningsih, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kedeputian BPJS Kesehatan Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara (Suluttenggomalut).

Selain itu juga, kedua anggota Dewas secara terpisah memantau langsung pelayanan kesehatan di kantor cabang Manado, yakni ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Puskesmas Kolongan Minut dan Puskesmas Girian Weru Bitung.

“Kami kesini dalam rangka pengawasan pelayanan kepesertaan yang dilakukan oleh sahabat-sahabat medis dipuskesmas. Kami melihat pelayanan primer FKTP bisnis proses yang akan dilakukan disini seperti apa. Kemudian ada atau tidaknya kendala-kendalanya, terutama memang kita fokuskan keterkaitan dengan kapitasi berbasis kinerja untuk efesiensi,” tutur
Siruaya Utamawan anggota Dewas BPJS Kesehatan.

Pihaknya berharap tahun-tahun kedepan BPJS Kesehatan tidak divisit lagi makanya dibutuhkan efisiensi.
Dirinya juga berterima kasih kepada Puskesmas Girian Weru Bitung yang sudah universal health coverage (UHC).
“Semoga UHC ini dapat dipertahankan.
Dan tentunya kita bersama-sama mendorong agar jaminan kesehatan nasional (JKN) ini berkesinambungan, JKN sepanjang semesta dan JKN sepanjang hayat,” harap Utamawan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Atensi khusus di faskes tingkat pertama, dikatakannya banyak. Kami melihat di Puskesmas Girian Weru bagus.
“Cuma memang ada dibeberapa puskesmas itu ada dokter yang kurang aktif. Aktif itu bukan hanya tingkat kehadiran tapi puskesmas itu tugas dan fungsinya memberikan pelayanan kesehatan pusat kesehatan masyarakat, artinya bukan hanya tempat berobat tetapi bisa melakukan langkah-langkah prokes yang preventif agar tidak sakit. Ini sebenarnya adalah kita berharap kesana agar tidak banyak orang sakit. Kalau sudah ke puskesmas berarti orang sudah sakit jadi kami harapkan betul biaya kapitasi itu bisa dilakukan bukan hanya sekadar orang berobat tetapi mensosialisasikan ke orang sehat itulah yang disebut dengan kapitasi berbasis kinerja,” terangnya.

Sementara itu, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Suluttenggomalut, Chandra Nurcahyo, mengatakan yang terpenting itu anggota Dewas menginginkan antara BPJS dan Faskes lebih kompak lebih solit dalam sinergi pelayanan, customer focus tentunya. “Dimana pelayanan itu utamanya terhadap kebutuhan pelanggan atau kepesertaan dalam hal ini mengutamakan kesehatan lebih penting sebelum ia sakit,” tambahnya.

Lanjut Nurcahyo, tingkatan cakupan kepesertaan untuk Sulut sendiri sekarang sudah 96 persen dari total penduduk Sulut.

“Ini adalah komitmen kepala daerah, pak Gubernur Olly Dondokambey menyatakan akan terus meningkatkan cakupan kepesertaan dan dukungan beliau terhadap BPJS Kesehatan sangat luar biasa bukan hanya dari cakupan peserta tetapi sarana dan potensi tenaga medis juga ditingkatkan,” tuturnya. (Lina Pendong)

MANADOPOST.ID— Usai dilantik Presiden RI Joko Widodo, anggota Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan, yakni Siruaya Utamawan dan Regina Maria Wiwieng Handayaningsih, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kedeputian BPJS Kesehatan Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara (Suluttenggomalut).

Selain itu juga, kedua anggota Dewas secara terpisah memantau langsung pelayanan kesehatan di kantor cabang Manado, yakni ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Puskesmas Kolongan Minut dan Puskesmas Girian Weru Bitung.

“Kami kesini dalam rangka pengawasan pelayanan kepesertaan yang dilakukan oleh sahabat-sahabat medis dipuskesmas. Kami melihat pelayanan primer FKTP bisnis proses yang akan dilakukan disini seperti apa. Kemudian ada atau tidaknya kendala-kendalanya, terutama memang kita fokuskan keterkaitan dengan kapitasi berbasis kinerja untuk efesiensi,” tutur
Siruaya Utamawan anggota Dewas BPJS Kesehatan.

Pihaknya berharap tahun-tahun kedepan BPJS Kesehatan tidak divisit lagi makanya dibutuhkan efisiensi.
Dirinya juga berterima kasih kepada Puskesmas Girian Weru Bitung yang sudah universal health coverage (UHC).
“Semoga UHC ini dapat dipertahankan.
Dan tentunya kita bersama-sama mendorong agar jaminan kesehatan nasional (JKN) ini berkesinambungan, JKN sepanjang semesta dan JKN sepanjang hayat,” harap Utamawan.

Atensi khusus di faskes tingkat pertama, dikatakannya banyak. Kami melihat di Puskesmas Girian Weru bagus.
“Cuma memang ada dibeberapa puskesmas itu ada dokter yang kurang aktif. Aktif itu bukan hanya tingkat kehadiran tapi puskesmas itu tugas dan fungsinya memberikan pelayanan kesehatan pusat kesehatan masyarakat, artinya bukan hanya tempat berobat tetapi bisa melakukan langkah-langkah prokes yang preventif agar tidak sakit. Ini sebenarnya adalah kita berharap kesana agar tidak banyak orang sakit. Kalau sudah ke puskesmas berarti orang sudah sakit jadi kami harapkan betul biaya kapitasi itu bisa dilakukan bukan hanya sekadar orang berobat tetapi mensosialisasikan ke orang sehat itulah yang disebut dengan kapitasi berbasis kinerja,” terangnya.

Sementara itu, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Suluttenggomalut, Chandra Nurcahyo, mengatakan yang terpenting itu anggota Dewas menginginkan antara BPJS dan Faskes lebih kompak lebih solit dalam sinergi pelayanan, customer focus tentunya. “Dimana pelayanan itu utamanya terhadap kebutuhan pelanggan atau kepesertaan dalam hal ini mengutamakan kesehatan lebih penting sebelum ia sakit,” tambahnya.

Lanjut Nurcahyo, tingkatan cakupan kepesertaan untuk Sulut sendiri sekarang sudah 96 persen dari total penduduk Sulut.

“Ini adalah komitmen kepala daerah, pak Gubernur Olly Dondokambey menyatakan akan terus meningkatkan cakupan kepesertaan dan dukungan beliau terhadap BPJS Kesehatan sangat luar biasa bukan hanya dari cakupan peserta tetapi sarana dan potensi tenaga medis juga ditingkatkan,” tuturnya. (Lina Pendong)

Most Read

Artikel Terbaru

/