23.4 C
Manado
Selasa, 16 Agustus 2022

Proyek Griya Sea Lestari 5 Dipastikan Tak Merambat Hutan

MANADOPOST.ID – Isu terkait kegiatan proyek perumahan bersubsidi yang merambat hutan di Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, akhirnya terbantahkan. Hal tersebut berdasarkan temuan lapangan dari Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dimana dari pengecekan secara langsung di lapangan dan melakukan plotting area ke peta kawasan hutan dan konservasi perairan, di mana ditemukan hasil jika lokasi dari perumahan proyek Griya Sea Lestari 5 berada di luar kawasan hutan.

Hal ini ditegaskan langsung Kepala Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulut melalui Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Unit V Nofrita Karongkong. Dirinya mengatakan, pihaknya sendiri selepas mendapatkan aduan dari beberapa warga asal Desa Sea Induk pada awal April 2021, langsung melakukan peninjauan lapangan.

“Peninjauan lapangan kami lakukan berdasarkan surat perintah tugas Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Unit V Nomor 829/32/SPT/KPH-V/IV2021 tertanggal 7 April 2021, terkait tindak lanjut pengaduan masyarakat yang dikoordinir Reymond Pesik dengan pokok aduan, pencemaran atau menghilangkan sumber mata air dan persoalan hutan desa,” kata Karongkong.

Dalam peninjauan atau pengecekan lapangan sendiri, menurut Karongkong pihaknya turun di empat titik koordinat, yakni di dua lahan terbuka, lokasi mata air dan di jalan antara Desa Warembungan dan Desa Sea. “Berdasarkan koordinat itu, kemudian dilakukan plotting ke Peta Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan Sulut yang sesaui dengan lampiran Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.734/Menhut-II/2014, maka bisa dipastikan lokasi proyek Griya Sea Lestari 5 tersebut berada di luar kawasan hutan,” kata Karongkong.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sekadar diinformasikan, persoalan penolakan pembangunan Perumahan Griya Sea Lestari 5 juga telah diadukan ke DPRD Kabupaten Minahasa. Namun, dalam rapat dengar pendapat yang digelar DPRD bersama dengan Pemerintah Kabupaten dan pihak-pihak terkait, ditemukan fakta jika seluruh perizinan dari perumahan tersebut telah sesuai. Untuk itu, DPRD Kabupaten Minahasa maupun Pemerintah Kabupaten Minahasa teah bersepakat untuk mempersilahkan pekerjaan yang juga membangun rumah subsidi ini terus dilanjutkan. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Isu terkait kegiatan proyek perumahan bersubsidi yang merambat hutan di Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, akhirnya terbantahkan. Hal tersebut berdasarkan temuan lapangan dari Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dimana dari pengecekan secara langsung di lapangan dan melakukan plotting area ke peta kawasan hutan dan konservasi perairan, di mana ditemukan hasil jika lokasi dari perumahan proyek Griya Sea Lestari 5 berada di luar kawasan hutan.

Hal ini ditegaskan langsung Kepala Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulut melalui Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Unit V Nofrita Karongkong. Dirinya mengatakan, pihaknya sendiri selepas mendapatkan aduan dari beberapa warga asal Desa Sea Induk pada awal April 2021, langsung melakukan peninjauan lapangan.

“Peninjauan lapangan kami lakukan berdasarkan surat perintah tugas Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Unit V Nomor 829/32/SPT/KPH-V/IV2021 tertanggal 7 April 2021, terkait tindak lanjut pengaduan masyarakat yang dikoordinir Reymond Pesik dengan pokok aduan, pencemaran atau menghilangkan sumber mata air dan persoalan hutan desa,” kata Karongkong.

Dalam peninjauan atau pengecekan lapangan sendiri, menurut Karongkong pihaknya turun di empat titik koordinat, yakni di dua lahan terbuka, lokasi mata air dan di jalan antara Desa Warembungan dan Desa Sea. “Berdasarkan koordinat itu, kemudian dilakukan plotting ke Peta Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan Sulut yang sesaui dengan lampiran Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.734/Menhut-II/2014, maka bisa dipastikan lokasi proyek Griya Sea Lestari 5 tersebut berada di luar kawasan hutan,” kata Karongkong.

Sekadar diinformasikan, persoalan penolakan pembangunan Perumahan Griya Sea Lestari 5 juga telah diadukan ke DPRD Kabupaten Minahasa. Namun, dalam rapat dengar pendapat yang digelar DPRD bersama dengan Pemerintah Kabupaten dan pihak-pihak terkait, ditemukan fakta jika seluruh perizinan dari perumahan tersebut telah sesuai. Untuk itu, DPRD Kabupaten Minahasa maupun Pemerintah Kabupaten Minahasa teah bersepakat untuk mempersilahkan pekerjaan yang juga membangun rumah subsidi ini terus dilanjutkan. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/