26.4 C
Manado
Jumat, 30 Juli 2021

Sulut Kembali Perketat Wilayah! Ulang WFH, Sekolah Daring, Acara Terbatas, Kegiatan Restoran-Mall Tutup Jam 8 Malam

MANADOPOST.ID – Dalam upaya penanganan pandemik Covid-19, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali memperketat wilayah. Bahkan saat ini di Provinsi Sulut, ada 10 daerah yang direkomendasikan untuk ketat melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro secara ketat.

10 daerah ini adalah, Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Mitra, Kabupaten Minsel, Kabupaten Boltim, Kota Kotamobagu, Kabupaten Minut serta Kabupaten Minahasa.

PPKM secara mikro tersebut adalah upaya pengendalian pandemik Covid-19 di Provinsi Sulut. Hal tersebut juga dipastikan terjadi pasalnya Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) 440/21.4150/Sekr-Dinkes tentang Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 di Provinsi Sulut. “Menetapkan level kewaspadaan dan mengatur PPKM di wilayah kecamatan, desa/kelurahan, seusia kaidah epidemiologi dan tingkat resiko penularan Covid-19,” bunyi SE yang ditandatangani Gubernur OD, pada poin 2.

Kemudian pada poin 4 juga dijelaskan bahwa, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan dan pelatihan) dilakukan secara Dalam jaringan (Daring). Serta pada poin 5 juga dijelaskan bahwa, pelaksanaan kegiatan pada tempat kerja/perkantoran non esensial diberlakukan 25 persen Work From Home (WFH) dengan Protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.

“Pelaksanaan kegiatan pada tempat kerja/perkantoran sektor esensial seperti keuangan dan perbankan, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan, non penanganan karantina Covid-19, industri orientasi ekspor diberlakukan 50 persen maksimal staf Work From Office (WFO) dengan Prokes secara ketat,” tutur Gubernur OD, pada poin ke 6.

Kemudian pada poin ketujuh, Gubernur OD menegaskan bahwa, sektor pemerintahan yang memberlakukan pelayanan publik, yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 50 persen, maksimal staf WFO dengan Prokes secara ketat. “Sektor kritikal seperti energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan dan minuman serta penunjangnya, Petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar, serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari diberlakukan 100 persen maksimal staf WFO dengan Prokes secara ketat,” ungkap Gubernur OD di poin ke 8.

Tak hanya itu, Gubernur OD juga menegaskan di poin ke 9 bahwa kegiatan pertemuan seperti rapat dan sejenisnya yang dilakukan dalam ruangan, diberlakukan 25 persen maksimal staf WFO. Juga pada poin 10 Gubernur OD menjelaskan bahwa, untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen. “Untuk apotik dan toko obat, dapat dibuka sela 24 jam,” imbuh Gubernur OD dalam SE, poin ke 11.

Poin ke 12 Gubernur OD menjelaskan bahwa, pelaksanaan kegiatan makan minum ditempa (restoran, cafe, warung makan, rumah makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri, maupun yang berada pada lokasi pusat perbelanjaan atau mall, dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 25 persen.

Pada poin ke 13 juga dijelaskan Gubernur OD, bahwa resepsi pernikahan, acara duka dan acara syukur lainnya dihadiri maksimal 50 persen orang, dengan menerapkan Prokes secara ketat dan tidak menerapkan makan ditempat, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang. “Kegiatan keagamaan dilakukan didalam ruangan dengan kapasitas 25 persen dengan menerapkan Prokes secara ketat,” sebut Gubernur OD dalam poin ke 14.

Saat diwawancarai koran ini, Selasa (6/7) pagi, Gubernur OD mengatakan bahwa SE tersebut untuk melindungi masyarakat dari bahaya pandemik Covid-19. “Jika kita ketat mengikuti imbauan dan aturan pemerintah, maka pandemik ini akan cepat berlalu. Dan kehidupan akan kembali normal seperti awal. Yang penting ketat ikut imbauan dan Prokes. Saya harap, masyarakat dapat menerima ini. Juga kepada bupati dan wali kota agar segera mungkin menindaklanjuti SE ini,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru