alexametrics
24.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

OMICRON NGEGAS, Gubernur OD Larang ASN Pemprov Sulut Tugas Luar Daerah

MANADOPOST.ID— Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkup pemerintahannya melakukan perjalanan/tugas ke luar daerah. Kebijakan ini guna mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) melarang ASN bepergian atau tugas ke luar daerah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor: 440/22.1232/SEKR- Tentang Larangan Bepergian Luar Daerah kepada jajaran Pemprov Sulut, yang ditandatangani Pj Sekprov Sulut Asiano Gamy Kawatu atas nama Gubernur OD.

Ada beberapa poin dalam SE itu. Petama, seluruh jajaran Pemprov Sulut untuk tidak melaksanakan perjalanan dinas atau bepergian ke luar daerah, khususnya ke Provinsi DKI Jakarta.

Kedua, perjalanan dinas luar daerah hanya dapat dilaksanakan jika ada petunjuk khusus pimpinan. Ketiga, untuk urusan kedinasan yang bersifat urgen dikoordinasikan/dilaksanakan dengan kementerian/lembaga/instansi di tingkat pusat, kepala perangkat daerah dan biro diminta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi yang ada (pertemuan secara virtual/koordinasi secara daring).

Keempat, kepala perangkat daerah dan biro dimintakan untuk mengkoordinir dan memantau secara langsung pelaksanaan surat edaran itu di lingkungan instansi masing-masing. Surat edaran itu berlaku sampai dengan ada pemberitahuan selanjutnya.

Di sisi lain, pertambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulut masih terus meningkat. Tren kasus konfirmasi Covid-19  sejak awal tahun ini memang menunjukkan peningkatan kasus yang signifikan.

Menurut Satgas Penanganan Covid-19 Sulut, kondisi ini merupakan gambaran transmisi adanya varian Omicron. “Kasus yang terdeteksi selang satu bulan terakhir didominanasi oleh pelaku perjalanan domestic/transportasi udara dari Jakarta, Surabaya dan Makassar,” beber Jubis Satgas dr Steaven Dandel MPH.

Lanjutnya, upaya pencegahan dan penanggulangan yang harus dilakukan yaitu penguatan 3T, yakni testing, tracing, treatment. Pihaknya juga meminta Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten/kota dapat segera mengaktifkan kembali tempat karantina dan isolasi terpusat.

“Seluruh masayarakat agar disiplin dan ketat dalam menjalankan protokol kesehatan, termasuk menghindari kerumunan dan mengurangi mobilisasi keluar rumah jika tidak terlalu penting. Selanjutnya segera menerima vaksin dosis lengkap (2 dosis) dan booster/dosis 3 jika sudah memenuhi kriteria booster yaitu jarak dari dosis 2 ke dosis 3 adalah minimal 6 bulan bagi sasaran usia 18 tahun ke atas,” tambahnya.(tan)

MANADOPOST.ID— Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkup pemerintahannya melakukan perjalanan/tugas ke luar daerah. Kebijakan ini guna mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) melarang ASN bepergian atau tugas ke luar daerah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor: 440/22.1232/SEKR- Tentang Larangan Bepergian Luar Daerah kepada jajaran Pemprov Sulut, yang ditandatangani Pj Sekprov Sulut Asiano Gamy Kawatu atas nama Gubernur OD.

Ada beberapa poin dalam SE itu. Petama, seluruh jajaran Pemprov Sulut untuk tidak melaksanakan perjalanan dinas atau bepergian ke luar daerah, khususnya ke Provinsi DKI Jakarta.

Kedua, perjalanan dinas luar daerah hanya dapat dilaksanakan jika ada petunjuk khusus pimpinan. Ketiga, untuk urusan kedinasan yang bersifat urgen dikoordinasikan/dilaksanakan dengan kementerian/lembaga/instansi di tingkat pusat, kepala perangkat daerah dan biro diminta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi yang ada (pertemuan secara virtual/koordinasi secara daring).

Keempat, kepala perangkat daerah dan biro dimintakan untuk mengkoordinir dan memantau secara langsung pelaksanaan surat edaran itu di lingkungan instansi masing-masing. Surat edaran itu berlaku sampai dengan ada pemberitahuan selanjutnya.

Di sisi lain, pertambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulut masih terus meningkat. Tren kasus konfirmasi Covid-19  sejak awal tahun ini memang menunjukkan peningkatan kasus yang signifikan.

Menurut Satgas Penanganan Covid-19 Sulut, kondisi ini merupakan gambaran transmisi adanya varian Omicron. “Kasus yang terdeteksi selang satu bulan terakhir didominanasi oleh pelaku perjalanan domestic/transportasi udara dari Jakarta, Surabaya dan Makassar,” beber Jubis Satgas dr Steaven Dandel MPH.

Lanjutnya, upaya pencegahan dan penanggulangan yang harus dilakukan yaitu penguatan 3T, yakni testing, tracing, treatment. Pihaknya juga meminta Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten/kota dapat segera mengaktifkan kembali tempat karantina dan isolasi terpusat.

“Seluruh masayarakat agar disiplin dan ketat dalam menjalankan protokol kesehatan, termasuk menghindari kerumunan dan mengurangi mobilisasi keluar rumah jika tidak terlalu penting. Selanjutnya segera menerima vaksin dosis lengkap (2 dosis) dan booster/dosis 3 jika sudah memenuhi kriteria booster yaitu jarak dari dosis 2 ke dosis 3 adalah minimal 6 bulan bagi sasaran usia 18 tahun ke atas,” tambahnya.(tan)

Most Read

Artikel Terbaru

/