26.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

Raker Komite II DPD RI Dengan Menteri LHK RI, Ini Yang Diusulkan Senator SBANL

MANADOPOST.ID–Senin (7/6/2021),Anggota Komite II DPD RI Ir Stefanus BAN Liow MAP bersama-sama dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (LHK RI) Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, MSc dan jajaran, menggelar Rapat Virtual Rapat Kerja (Raker), di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

 

 

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komite II DPD RI Yorrys Rewayai didampingi Wakil Ketua Hasan Basri, SE,MH serta dihadiri para anggota baik secara fisik maupun virtual.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

 

 

Senator SBANL, sapaan akrab Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Sulawesi Utara tersebut, mengusulkan berbagai program dan kegiatan strategis. Seperti, adanya program hutan sosial di kawasan hutan, seperti Hutan Lindung Gunung Tampusu dan sejumlah lokasi kawasan hutan lainnya.

 

 

 

“Mendorong adanya hutan sosial di Kawasan Hutan Lindung Gunung Tampusu misalnya. Hal ini dikarenakan,  masih banyak potensi wisata di kawasan tersebut yang belum dikembangkan, padahal jika ini dimaksimalkan lagi. Saya yakin mampu mendorong, terciptanya lapangan kerja serta pendapatan bagi negara, daerah dan masyarakat dari sektor wisata jasa lingkungan,” papar SBANL dalam rilis yang diterima Manado Post.

 

 

Dengan begitu, dirinya melanjutkan,  tentunya membuka kesempatan bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan. Untuk turut menjaga kawasan hutan sekaligus mengelola potensi wisata di kawasan tersebut.

 

 

“Selain potensi dan urgensi di atas, saya juga mengusulkan adanya kawasan Mangrove dan program Sehonisasi. Yang jika hal ini diolah secara profesional, memaksimalkan perkembangan teknologi dipadupadankan dengan geliat pariwisata. Niscaya, hal ini nantinya menjadi wisata alam, selain memberikan nilai tambah ekonomi masyarakat dalam pembuatan nila (saguer), gula merah dan produksi lainnya. Tentunya bisa mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat di sana,” papar SBANL.

 

 

Bak gayung bersambut, usulan tersebut pun ditanggapi positif Menteri LHK RI Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, MSc. Beliau mengatakan akan mendukung dan siap memerintahkan pejabat terkait untuk menindaklanjuti sesuai mekanisme dan aturan.

 

 

“Tentunya melalui tahap dan mekanisme yang berlaku. Misalnya melalui proposal dari Pemda lewat usulan yang telah direkomendasi rekan-rekan di DPD RI.  Saya minta ini harus berproses,” ujar dia

 

 

Seraya meminta dukungan dan kerjasama politik dari DPD RI untuk DAK Lingkungan hidup, termasuk Pemda dan DPRD membuat Perda terkait.

 

Julius Laatung

MANADOPOST.ID–Senin (7/6/2021),Anggota Komite II DPD RI Ir Stefanus BAN Liow MAP bersama-sama dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (LHK RI) Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, MSc dan jajaran, menggelar Rapat Virtual Rapat Kerja (Raker), di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

 

 

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komite II DPD RI Yorrys Rewayai didampingi Wakil Ketua Hasan Basri, SE,MH serta dihadiri para anggota baik secara fisik maupun virtual.

 

 

Senator SBANL, sapaan akrab Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Sulawesi Utara tersebut, mengusulkan berbagai program dan kegiatan strategis. Seperti, adanya program hutan sosial di kawasan hutan, seperti Hutan Lindung Gunung Tampusu dan sejumlah lokasi kawasan hutan lainnya.

 

 

 

“Mendorong adanya hutan sosial di Kawasan Hutan Lindung Gunung Tampusu misalnya. Hal ini dikarenakan,  masih banyak potensi wisata di kawasan tersebut yang belum dikembangkan, padahal jika ini dimaksimalkan lagi. Saya yakin mampu mendorong, terciptanya lapangan kerja serta pendapatan bagi negara, daerah dan masyarakat dari sektor wisata jasa lingkungan,” papar SBANL dalam rilis yang diterima Manado Post.

 

 

Dengan begitu, dirinya melanjutkan,  tentunya membuka kesempatan bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan. Untuk turut menjaga kawasan hutan sekaligus mengelola potensi wisata di kawasan tersebut.

 

 

“Selain potensi dan urgensi di atas, saya juga mengusulkan adanya kawasan Mangrove dan program Sehonisasi. Yang jika hal ini diolah secara profesional, memaksimalkan perkembangan teknologi dipadupadankan dengan geliat pariwisata. Niscaya, hal ini nantinya menjadi wisata alam, selain memberikan nilai tambah ekonomi masyarakat dalam pembuatan nila (saguer), gula merah dan produksi lainnya. Tentunya bisa mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat di sana,” papar SBANL.

 

 

Bak gayung bersambut, usulan tersebut pun ditanggapi positif Menteri LHK RI Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, MSc. Beliau mengatakan akan mendukung dan siap memerintahkan pejabat terkait untuk menindaklanjuti sesuai mekanisme dan aturan.

 

 

“Tentunya melalui tahap dan mekanisme yang berlaku. Misalnya melalui proposal dari Pemda lewat usulan yang telah direkomendasi rekan-rekan di DPD RI.  Saya minta ini harus berproses,” ujar dia

 

 

Seraya meminta dukungan dan kerjasama politik dari DPD RI untuk DAK Lingkungan hidup, termasuk Pemda dan DPRD membuat Perda terkait.

 

Julius Laatung

Most Read

Artikel Terbaru

/