31.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Ketua DPRD Sulut Berhasil Pimpin Operasi Perdana di RSUD ODSK

MANADOPOST.ID- Ketua DPRD Sulawesi Utara (Sulut) dr Fransiscus Andi Silangen SpB KBD sukses memimpin operasi perdana bedah digestif di RSUD ODSK yang dilaksanakan, Senin (6/6).

Jenis operasi yang dipimpin dr Andi bersama dr Toar Mambu SpB KBD adalah operasi canggih dengan menggunakan alat laparoscopi yang masih jarang dilaksakan di Sulut.

Operasi tersebut ikut didampingi oleh Tim Bedah Digestif RSUP Kandou yang dipimpin langsung oleh Dirut RSUP Kandou Dr Dr Jimmy Panelewen SpB KBD.

“Ini adalah operasi laparascopic cholecystectomy untuk mengeluarkan batu empedu dengan menggunakan alat semacam teropong berkamera yang dimasukkan ke dalam rongga perut pasien dengan sayatan rekatif kecil/minimal,” ujar Silangen, Selasa (7/6).

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dengan teknik ini, kata dia, jika tanpa komplikasi, pasien bisa pulang dalam 1-2 hari setelah operasi.

Sementara itu, Direktur RSUD ODSK dr Enriko H Rawung MARS yang ikut mengawal jalannya operasi di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD ODSK menyambut gembira kesuksesan operasi ini.

Dia menguraikan, pasien adalah seorang wanita berusia 70 tahun. Dan operasi dilaksanakan sejak jam 18:36-20:15 Wita, berjalan sukses.

“Ini membuktikan sistem internal RSUD ODSK telah handal dan sanggup melaksanakan operasi yang terbilang canggih ini,” ucapnya.

Menurutnya, persiapan cukup rumit. Namun pihaknya gembira bisa terlaksana dengan baik.

“Dari hasil laporan yang kami terima, kondisi pasien pasca operasi baik dan stabil. Jika tidak ada komplikasi, hari ini atau lusa pasien bisa pulang,” tuturnya.

Diketahui, penyakit batu empedu adalah masalah yang bisa mengganggu fungsi tubuh lain jika tidak ditangani dengan cepat.

Jika meradang, si batu bisa menyebabkan fungsi liver terganggu, dan kolesterol jahat bisa tidak terkontrol. Jika upaya mengeluarkan si batu dengan operasi bedah terbuka konvensional, maka pasien bisa dirawat berminggu-minggu di rumah sakit untuk menunggu luka operasi sembuh dengan resiko komplikasi infeksi pasca operasi.

Dengan teknik laparoskopi, hari ini operasi, besok pasien bisa pulang. Karena luka sayatan operasi sangat kecil. (ando)

MANADOPOST.ID- Ketua DPRD Sulawesi Utara (Sulut) dr Fransiscus Andi Silangen SpB KBD sukses memimpin operasi perdana bedah digestif di RSUD ODSK yang dilaksanakan, Senin (6/6).

Jenis operasi yang dipimpin dr Andi bersama dr Toar Mambu SpB KBD adalah operasi canggih dengan menggunakan alat laparoscopi yang masih jarang dilaksakan di Sulut.

Operasi tersebut ikut didampingi oleh Tim Bedah Digestif RSUP Kandou yang dipimpin langsung oleh Dirut RSUP Kandou Dr Dr Jimmy Panelewen SpB KBD.

“Ini adalah operasi laparascopic cholecystectomy untuk mengeluarkan batu empedu dengan menggunakan alat semacam teropong berkamera yang dimasukkan ke dalam rongga perut pasien dengan sayatan rekatif kecil/minimal,” ujar Silangen, Selasa (7/6).

Dengan teknik ini, kata dia, jika tanpa komplikasi, pasien bisa pulang dalam 1-2 hari setelah operasi.

Sementara itu, Direktur RSUD ODSK dr Enriko H Rawung MARS yang ikut mengawal jalannya operasi di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD ODSK menyambut gembira kesuksesan operasi ini.

Dia menguraikan, pasien adalah seorang wanita berusia 70 tahun. Dan operasi dilaksanakan sejak jam 18:36-20:15 Wita, berjalan sukses.

“Ini membuktikan sistem internal RSUD ODSK telah handal dan sanggup melaksanakan operasi yang terbilang canggih ini,” ucapnya.

Menurutnya, persiapan cukup rumit. Namun pihaknya gembira bisa terlaksana dengan baik.

“Dari hasil laporan yang kami terima, kondisi pasien pasca operasi baik dan stabil. Jika tidak ada komplikasi, hari ini atau lusa pasien bisa pulang,” tuturnya.

Diketahui, penyakit batu empedu adalah masalah yang bisa mengganggu fungsi tubuh lain jika tidak ditangani dengan cepat.

Jika meradang, si batu bisa menyebabkan fungsi liver terganggu, dan kolesterol jahat bisa tidak terkontrol. Jika upaya mengeluarkan si batu dengan operasi bedah terbuka konvensional, maka pasien bisa dirawat berminggu-minggu di rumah sakit untuk menunggu luka operasi sembuh dengan resiko komplikasi infeksi pasca operasi.

Dengan teknik laparoskopi, hari ini operasi, besok pasien bisa pulang. Karena luka sayatan operasi sangat kecil. (ando)

Most Read

Artikel Terbaru

/