29.4 C
Manado
Minggu, 3 Juli 2022

PPKM Sulut Diperpanjang, 12 Daerah Level II

MANADOPOST.ID – Pemerintah Pusat kembali memperpanjang status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Status PPKM Sulut diperpanjang hingga 18 Oktober mendatang. Hal ini dibeberkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), Rabu (6/10) kemarin. Gubernur OD mengatakan bahwa, perpanjangan PPKM ini sesuai dengan kebijakan yang diambil pemerintah pusat.

“Jadi tiap daerah penerapan pembatasan kegiatan berbeda-beda. Kita ikut kebijakan pemerintah pusat. kondisi penyebaran kasus Covid-19 di Sulut sudah menurun, tidak ada lagi kasus baru melonjak tajam, sementara angka kesembuhan pasien Covid makin banyak, dibanding angka kasus baru. Kasus Covid di Sulut sudah turun. Dan sesuai instruksi pusat, di Sulut tidak ada lagi kabupaten/kota yang masuk kategori Level IV,” tuturnya.

Sementara untuk kategori Level III tinggal 2 daerah yakni Bolsel dan Boltim. Sementara 1 daerah yakni Sangihe sudah Level I. “Jadi meski ada PPKM aktivitas masyarakat tetap berlangsung, roda ekonomi terus berjalan. Turunnya kasusnya masyarakat jangan lengah, tetap terapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Dan kegiatan tetap terapkan protokol kesehatan, ekonomi jalan, Covid-19 terkendali,” sebutnya.

Gubernur OD juga meminta masyarakat untuk tetap menjaga Protokol kesehatan (Prokes) di masing-masing daerah. “Saat ini PPKM di Sulut itu sudah sedikit diperlonggar. Tapi diperlonggar itu hanya jam nya saja. Jadi kalau biasanya kegiatan malam hanya sampai pukul 20.00 Wita, sekarang sudah bisa sampai 21.00 Wita. Tapi tetap Prokes ditempat-tempat umum harus kita jaga dan sadari. Misalnya di restoran, tetap Prokes harus dijalani. Tidak boleh langsung penuh. Harus dibatasi dulu jumlah pengunjung yang masuk. Nanti kalau sudah benar-benar aman, maka sudah bisa kita kembali normal,” sebutnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Gubernur OD memastikan bahwa, pemberlakuan PPKM di Provinsi Sulut tersebut, merupakan instruksi dan kebijakan Pemerintah Pusat. “Iya untuk status PPKM, Sulut itu menunggu dan mengikuti lagu kebijakan Pemerintah Pusat. Ya Ikuti saja instruksi pusat kalau kebijakannya seperti apa. Karena angka kasus Covid-19 di Sulut, juga diterima pusat. Mereka yang melakukan kajian dan penentuan PPKM. Bukan hanya di Sulut, tapi semua provinsi ikut arah dan kebijakan pusat. Sudah begitu aturannya. Tapi saya pastikan, bahwa status kita sudah turun. Sudah sedikit longgar pengetatannya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut Edwin Silangen mengatakan bahwa, surat edaran PPKM dari Pemprov Sulut menindaklanjuti edaran pusat, sudah akan dikeluarkan. “Ya dalam waktu dekat, sudah akan kita tindaklanjuti edaran terkait PPKM. Kita menunggu rilis pusat. Level PPKM itu beda-beda ada yang sudah level I ada yang level II ada yang level III. PPKM ini juga mengacu kepada kebijakan pusat, tentu dengan melihat angka penularan Covid-19 di Sulut. Tentu saya terus mengingatkan agar Prokes ini harus dijaga. Agar kasus Covid-19 turun, dan PPKM bisa dicabut. Mohon masyarakat untuk bersabar,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Pemerintah Pusat kembali memperpanjang status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Status PPKM Sulut diperpanjang hingga 18 Oktober mendatang. Hal ini dibeberkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), Rabu (6/10) kemarin. Gubernur OD mengatakan bahwa, perpanjangan PPKM ini sesuai dengan kebijakan yang diambil pemerintah pusat.

“Jadi tiap daerah penerapan pembatasan kegiatan berbeda-beda. Kita ikut kebijakan pemerintah pusat. kondisi penyebaran kasus Covid-19 di Sulut sudah menurun, tidak ada lagi kasus baru melonjak tajam, sementara angka kesembuhan pasien Covid makin banyak, dibanding angka kasus baru. Kasus Covid di Sulut sudah turun. Dan sesuai instruksi pusat, di Sulut tidak ada lagi kabupaten/kota yang masuk kategori Level IV,” tuturnya.

Sementara untuk kategori Level III tinggal 2 daerah yakni Bolsel dan Boltim. Sementara 1 daerah yakni Sangihe sudah Level I. “Jadi meski ada PPKM aktivitas masyarakat tetap berlangsung, roda ekonomi terus berjalan. Turunnya kasusnya masyarakat jangan lengah, tetap terapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Dan kegiatan tetap terapkan protokol kesehatan, ekonomi jalan, Covid-19 terkendali,” sebutnya.

Gubernur OD juga meminta masyarakat untuk tetap menjaga Protokol kesehatan (Prokes) di masing-masing daerah. “Saat ini PPKM di Sulut itu sudah sedikit diperlonggar. Tapi diperlonggar itu hanya jam nya saja. Jadi kalau biasanya kegiatan malam hanya sampai pukul 20.00 Wita, sekarang sudah bisa sampai 21.00 Wita. Tapi tetap Prokes ditempat-tempat umum harus kita jaga dan sadari. Misalnya di restoran, tetap Prokes harus dijalani. Tidak boleh langsung penuh. Harus dibatasi dulu jumlah pengunjung yang masuk. Nanti kalau sudah benar-benar aman, maka sudah bisa kita kembali normal,” sebutnya.

Gubernur OD memastikan bahwa, pemberlakuan PPKM di Provinsi Sulut tersebut, merupakan instruksi dan kebijakan Pemerintah Pusat. “Iya untuk status PPKM, Sulut itu menunggu dan mengikuti lagu kebijakan Pemerintah Pusat. Ya Ikuti saja instruksi pusat kalau kebijakannya seperti apa. Karena angka kasus Covid-19 di Sulut, juga diterima pusat. Mereka yang melakukan kajian dan penentuan PPKM. Bukan hanya di Sulut, tapi semua provinsi ikut arah dan kebijakan pusat. Sudah begitu aturannya. Tapi saya pastikan, bahwa status kita sudah turun. Sudah sedikit longgar pengetatannya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut Edwin Silangen mengatakan bahwa, surat edaran PPKM dari Pemprov Sulut menindaklanjuti edaran pusat, sudah akan dikeluarkan. “Ya dalam waktu dekat, sudah akan kita tindaklanjuti edaran terkait PPKM. Kita menunggu rilis pusat. Level PPKM itu beda-beda ada yang sudah level I ada yang level II ada yang level III. PPKM ini juga mengacu kepada kebijakan pusat, tentu dengan melihat angka penularan Covid-19 di Sulut. Tentu saya terus mengingatkan agar Prokes ini harus dijaga. Agar kasus Covid-19 turun, dan PPKM bisa dicabut. Mohon masyarakat untuk bersabar,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/