29.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

Ekspor Langsung Perikanan Sulut Lanjut

MANADOPOST.ID – Kerjasama antara maskapai penerbangan Garuda Indonesia dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut tetap komitmen untuk lanjut melakukan direct call atau ekspor langsung, hasil produk perikanan dan pertanian ke Jepang. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, saat diwawancarai koran ini, Rabu (9/6) kemarin.

“Garuda Indonesia dan Pemprov Sulut tetap komitmen melakukan direct call ke Jepang. Jadi ekspor langsung ini tetap lanjut. Tidak ada yang berhenti. Malahan akan kita tingkatkan lagi. Atas dasar komitmen ini, saya tentu harus mempertegas bahwa isu-isu monopoli terkait produk daerah ke Jepang, semua hoax. Adanya isu monopoli, itu tidak ada sama sekali. Kesempatan ekspor ini terbuka untuk umum. Artinya tidak ada monopoli. Semua bebas, siapa saja boleh memanfaatkan fasilitas Garuda. Isu-isu monopoli itu tidak ada,” sebutnya.

Kandouw juga mengatakan, komitmen Garuda Indonesia, untuk menjembatani ekspor komoditas daerah untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor. “Jadi tetap bergairah, khususnya kebutuhan fresh tuna. Ekspor ke Jepang tetap optimal, terutama untuk pengiriman cargo produk Tuna. Kita patut berbangga ditengah pandemik Covid-19, kegiatan ekspor kita khususnya komoditi perikanan tetap berjalan. Ini memberikan keuntungan besar bagi masyarakat khususnya nelayan kita,” sebut mantan Ketua DPRD Sulut tersebut.

Ditempat yang sama, GM Garuda Indonesia Manado Vonny Pinontoan mengatakan pihaknya telah melakukan banyak pembahasan terkait agenda kerja kegiatan ekspor langsung. “Selama ini Garuda Indonesia terbuka untuk seluruh pihak yang ingin melakukan penerbangan ekspor langsung, tanpa perantara. Jadi komitmen kita untuk melanjutkan kegiatan ekspor telah disampaikan. Dan Pak Wagub juga memberikan respon yang baik dalam pertemuan tersebut,” tutupnya. (ewa/gel)

MANADOPOST.ID – Kerjasama antara maskapai penerbangan Garuda Indonesia dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut tetap komitmen untuk lanjut melakukan direct call atau ekspor langsung, hasil produk perikanan dan pertanian ke Jepang. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, saat diwawancarai koran ini, Rabu (9/6) kemarin.

“Garuda Indonesia dan Pemprov Sulut tetap komitmen melakukan direct call ke Jepang. Jadi ekspor langsung ini tetap lanjut. Tidak ada yang berhenti. Malahan akan kita tingkatkan lagi. Atas dasar komitmen ini, saya tentu harus mempertegas bahwa isu-isu monopoli terkait produk daerah ke Jepang, semua hoax. Adanya isu monopoli, itu tidak ada sama sekali. Kesempatan ekspor ini terbuka untuk umum. Artinya tidak ada monopoli. Semua bebas, siapa saja boleh memanfaatkan fasilitas Garuda. Isu-isu monopoli itu tidak ada,” sebutnya.

Kandouw juga mengatakan, komitmen Garuda Indonesia, untuk menjembatani ekspor komoditas daerah untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor. “Jadi tetap bergairah, khususnya kebutuhan fresh tuna. Ekspor ke Jepang tetap optimal, terutama untuk pengiriman cargo produk Tuna. Kita patut berbangga ditengah pandemik Covid-19, kegiatan ekspor kita khususnya komoditi perikanan tetap berjalan. Ini memberikan keuntungan besar bagi masyarakat khususnya nelayan kita,” sebut mantan Ketua DPRD Sulut tersebut.

Ditempat yang sama, GM Garuda Indonesia Manado Vonny Pinontoan mengatakan pihaknya telah melakukan banyak pembahasan terkait agenda kerja kegiatan ekspor langsung. “Selama ini Garuda Indonesia terbuka untuk seluruh pihak yang ingin melakukan penerbangan ekspor langsung, tanpa perantara. Jadi komitmen kita untuk melanjutkan kegiatan ekspor telah disampaikan. Dan Pak Wagub juga memberikan respon yang baik dalam pertemuan tersebut,” tutupnya. (ewa/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/