alexametrics
27.4 C
Manado
Senin, 16 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Festival Seni Budaya Minahasa Sukses, IAKN Manado Tatap UKN Minahasa

MANADOPOST.ID- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado sukses menggelar Festival Seni Budaya Minahasa tahun 2022.

Pemberian apresiasi secara khusus kepada para seniman tradisi Minahasa lewat Penghargaan dan plakat tersebut digelar di kawasan wisata budaya Padies Kimuwu Desa Warembungan Sabtu (9/4) lalu.

Rektor IAKN Manado Dr Jeane Marie Tulung STh MPd dalam sambutannya mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang pengabdian masyarakat. Selain itu, untuk mewujudkan visi IAKN Manado yakni terwujudnya cendekiawan Kristiani berperadaban Indonesia.

“Saya sangat meyakini bahwa cendekiawan Kristiani berperadaban Indonesia adalah manusia yang sangat mencintai budayanya,” ungkapnya.

Kata dia, IAKN Manado hadir di tengah masyarakat khususnya Kabupaten Minahasa sangat menyadari tanggungjawabanya untuk menggali, mengembangkan dan melestarikan seni budaya dan tradisi.

“Sebagaimana kita menyadari bahwa seni budaya tradisi ini terkandung nilai-nilai luhur untuk menjadi kearifan dan pengetahuan bagi masyarakat dalam menghadapi perkembangan jaman yang semakin pesat,” terang Rektor.

Menurut dia, Festival ini adalah ruang apresiasi juga berteologi secara kontekstual dari IAKN Manado, sebagai perguruan tinggi Kristen yang berdiri di atas Tanah Adat Minahasa.

“Kami sangat mengapresiasi kepeloporan, konsistensi dan kemandirian dari para maestro seni-budaya Minahasa,” imbuhnya.

Menurut dia, bagi IAKN Manado, para maestro ini telah berperan dalam melestarikan nilai-nilai luhur para leluhur melalui seni budaya.

“Ada ungkapan dalam bahasa Tombulu, Tumete Witu Un Tete Tinetean Ne Nimatete. Artinya berjalanlah pada jalan yang telah dilalui oleh para leluhur atau pendahulu. Cara kita untuk berbudaya mungkin sudah berubah, namun nilai-nilai dari budaya leluhur tersebut tentu memiliki makna kehidupan ketika kita pahami dan gali maknanya. Nilai-nilai tersebut antara lain terdokumentasi dalam seni budaya seperti yang ditampilkan dalam festival ini,” ucap dia.

Dia menambahkan, festival ini merupakan bagian dari upaya untuk memantapkan kehadiran IAKN Manado di tengah-tengah masyarakat. Dimana nantinya pihaknya akan membuka beberapa program studi (Prodi) baru. Dua di antaranya Prodi Etnomusikologi dan Prodi Pariwisata Agama dan Budaya.

“Dua prodi baru ini tentu tidak lepas dari kekayaan seni dan budaya daerah kita ini. Pembukaan prodi-prodi baru tersebut bagian dari upaya kami menuju Universitas Kristen Negeri (UKN) Minahasa. Mohon doa restu dari bapak-ibu, saudara-saudari sekalian agar upaya kami ini dapat segera terwujud,” pungkasnya.

Diketahui, acara ini diselenggarakan bersama berbagai komunitas pecinta budaya Minahasa, Waraney Wuaya, Komunitas Penulis Mapatik, Institut Sejarah Budaya Minahasa (Sebumi), Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur (Pukkat), Kalelon-Makaaruyen (Kama), Mawale Movement, dan Padies Kimuwu. (asr)

MANADOPOST.ID- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado sukses menggelar Festival Seni Budaya Minahasa tahun 2022.

Pemberian apresiasi secara khusus kepada para seniman tradisi Minahasa lewat Penghargaan dan plakat tersebut digelar di kawasan wisata budaya Padies Kimuwu Desa Warembungan Sabtu (9/4) lalu.

Rektor IAKN Manado Dr Jeane Marie Tulung STh MPd dalam sambutannya mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang pengabdian masyarakat. Selain itu, untuk mewujudkan visi IAKN Manado yakni terwujudnya cendekiawan Kristiani berperadaban Indonesia.

“Saya sangat meyakini bahwa cendekiawan Kristiani berperadaban Indonesia adalah manusia yang sangat mencintai budayanya,” ungkapnya.

Kata dia, IAKN Manado hadir di tengah masyarakat khususnya Kabupaten Minahasa sangat menyadari tanggungjawabanya untuk menggali, mengembangkan dan melestarikan seni budaya dan tradisi.

“Sebagaimana kita menyadari bahwa seni budaya tradisi ini terkandung nilai-nilai luhur untuk menjadi kearifan dan pengetahuan bagi masyarakat dalam menghadapi perkembangan jaman yang semakin pesat,” terang Rektor.

Menurut dia, Festival ini adalah ruang apresiasi juga berteologi secara kontekstual dari IAKN Manado, sebagai perguruan tinggi Kristen yang berdiri di atas Tanah Adat Minahasa.

“Kami sangat mengapresiasi kepeloporan, konsistensi dan kemandirian dari para maestro seni-budaya Minahasa,” imbuhnya.

Menurut dia, bagi IAKN Manado, para maestro ini telah berperan dalam melestarikan nilai-nilai luhur para leluhur melalui seni budaya.

“Ada ungkapan dalam bahasa Tombulu, Tumete Witu Un Tete Tinetean Ne Nimatete. Artinya berjalanlah pada jalan yang telah dilalui oleh para leluhur atau pendahulu. Cara kita untuk berbudaya mungkin sudah berubah, namun nilai-nilai dari budaya leluhur tersebut tentu memiliki makna kehidupan ketika kita pahami dan gali maknanya. Nilai-nilai tersebut antara lain terdokumentasi dalam seni budaya seperti yang ditampilkan dalam festival ini,” ucap dia.

Dia menambahkan, festival ini merupakan bagian dari upaya untuk memantapkan kehadiran IAKN Manado di tengah-tengah masyarakat. Dimana nantinya pihaknya akan membuka beberapa program studi (Prodi) baru. Dua di antaranya Prodi Etnomusikologi dan Prodi Pariwisata Agama dan Budaya.

“Dua prodi baru ini tentu tidak lepas dari kekayaan seni dan budaya daerah kita ini. Pembukaan prodi-prodi baru tersebut bagian dari upaya kami menuju Universitas Kristen Negeri (UKN) Minahasa. Mohon doa restu dari bapak-ibu, saudara-saudari sekalian agar upaya kami ini dapat segera terwujud,” pungkasnya.

Diketahui, acara ini diselenggarakan bersama berbagai komunitas pecinta budaya Minahasa, Waraney Wuaya, Komunitas Penulis Mapatik, Institut Sejarah Budaya Minahasa (Sebumi), Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur (Pukkat), Kalelon-Makaaruyen (Kama), Mawale Movement, dan Padies Kimuwu. (asr)

Most Read

Artikel Terbaru

/