23.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Santunan Lakalantas Sulut Tembus 26,7 Miliar

MANADO— Hingga Oktober PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Utara telah menyerahkan santunan kecelakaan lalu lintas sebesar Rp 26,7 miliar. Hal ini diungkapkan kepala Jasa Raharja Cabang Sulawesi Utara Pahlevi, Rabu (11/11).

“Rinciannya santunan yang sudah kami serahkan yaitu, untuk korban meninggal dunia sebesar Rp. 17,6 miliar, luka-luka Rp. 8,8 miliar, cacat tetap Rp. 116,8 juta dan biaya penguburan sebesar Rp. 16 juta,” bebernya.

Dia melanjutkan,dibanding dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah santunan menurun sebesar 29 persen. “Data korban kecelakaan ini kami dapat melalui informasi dari seluruh Polres di wilayah kerja kami. Dari data korban kecelakaan tersebut, petugas Jasa Raharja langsung menemui ahli waris korban untuk membantu melengkapi persyaratan yang dibutuhkan dalam memperoleh santunan,” tuturnya.

Kata dia, langkah yang diambil untuk mereka yang menjadi korban kecelakaan yang dirawat di rumah sakit (RS), pihaknya akan memberikan surat jaminan kepada RS yang merawat, dengan biaya perawatan luka maksimal sebesar Rp 20 juta. “Dan untuk korban meninggal dunia santunan yang diserahkan sebesar Rp 50 juta kepada ahli waris korban dan mereka yang ditetapkan menjadi cacat tetap kami serahkan maksimal Rp 50 juta,” ungkapnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dia memastikan, selama pandemi Covid-19, Jasa Raharja akan tetap melayani masyarakat yang mengalami musibah kecelakaan lalu lintas, namun pastinya mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. “Melihat besarnya jumlah santunan yang diserahkan, kami imbau masyarakat yang beraktivitas di jalan raya, supaya selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan tentunya mengutamakan keselamatan dalam perjalanan”, pungkasnya.(Asyer Rokot)

MANADO— Hingga Oktober PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Utara telah menyerahkan santunan kecelakaan lalu lintas sebesar Rp 26,7 miliar. Hal ini diungkapkan kepala Jasa Raharja Cabang Sulawesi Utara Pahlevi, Rabu (11/11).

“Rinciannya santunan yang sudah kami serahkan yaitu, untuk korban meninggal dunia sebesar Rp. 17,6 miliar, luka-luka Rp. 8,8 miliar, cacat tetap Rp. 116,8 juta dan biaya penguburan sebesar Rp. 16 juta,” bebernya.

Dia melanjutkan,dibanding dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah santunan menurun sebesar 29 persen. “Data korban kecelakaan ini kami dapat melalui informasi dari seluruh Polres di wilayah kerja kami. Dari data korban kecelakaan tersebut, petugas Jasa Raharja langsung menemui ahli waris korban untuk membantu melengkapi persyaratan yang dibutuhkan dalam memperoleh santunan,” tuturnya.

Kata dia, langkah yang diambil untuk mereka yang menjadi korban kecelakaan yang dirawat di rumah sakit (RS), pihaknya akan memberikan surat jaminan kepada RS yang merawat, dengan biaya perawatan luka maksimal sebesar Rp 20 juta. “Dan untuk korban meninggal dunia santunan yang diserahkan sebesar Rp 50 juta kepada ahli waris korban dan mereka yang ditetapkan menjadi cacat tetap kami serahkan maksimal Rp 50 juta,” ungkapnya.

Dia memastikan, selama pandemi Covid-19, Jasa Raharja akan tetap melayani masyarakat yang mengalami musibah kecelakaan lalu lintas, namun pastinya mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. “Melihat besarnya jumlah santunan yang diserahkan, kami imbau masyarakat yang beraktivitas di jalan raya, supaya selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan tentunya mengutamakan keselamatan dalam perjalanan”, pungkasnya.(Asyer Rokot)

Most Read

Artikel Terbaru

/