alexametrics
25.4 C
Manado
Selasa, 24 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Pandemik Covid-19, Alkes Kosong, Debie Kalalo Bungkam

MANADOPOST.ID – Dengan merebak kembali pandemik Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), membuat beberapa Alat kesehatan (Alkes) terjadi kekosongan. Hal tersebut diakibatkan dengan banyaknya permintaan akan Alkes tersebut. Seperti yang terjadi dengan gas oksigen, yang saat ini terjadi kekosongan dibeberapa toko Alkes di Sulut.

“Selamat pagi pak, hanya ingin melaporkan. Kondisi di semua toko alat kesehatan kosong tabung gas oksigen. Itu kemungkinan karena Covid-19 yang kembali merebak. Sapa tau ada perhatian dari pemerintah, akan hal ini. Karena kita yang merawat keluarga dirumah dalam kondisi sakit, sangat merasakan kesulitan. Kiranya kekosongan ini bisa diantisipasi pemerintah secara cepat,” ungkap Jefry masyarakat Kota Manado, dalam keluhan kepada media ini.

Disisi lain, terjadinya kekosongan Alkes gas oksigen belum bisa dipastikan penyebabnya. Pasalnya Kepala Dinas Kesehatan Daerah Sulut dr Debie Kalalo dengan nomor WhatsApp 08539959xxxx enggan untuk menjawab pertanyaan media ini atas keluhan masyarakat tersebut. Kalalo terkesan bungkam akan terjadinya kekosongan Alkes gas oksigen tersebut. Bahkan dr Debie Kalalo hanya membaca pesan wartawan media ini sejak beberapa hari terakhir dan enggan untuk menjawab.

Sementara itu, Pakar Pemerintahan Dr Jhony Lengkong menyayangkan akan tidak adanya respon pemerintah atas keluhan warga. “Peran media disini sangat penting, adalah menjadi perantara antara masyarakat dan pemerintah. Begitu juga sebaliknya. Namun jika ada oknum pejabat tinggi daerah, yang terkesan tidak mau untuk berkomentar akan hal tersebut, maka patut dipertanyakan ada apa? Apakah pejabat ini memiliki dedikasi dan loyalitas kepada masyarakat dalam melakukan pelayanan? Ini harus dijawab pejabat tersebut,” bebernya.

Akademisi Fispol Unsrat tersebut juga menantang Gubernur Sulut untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak proaktif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Ini adalah salah satu contoh pelayanan yang buruk dari pemerintah. Menjawab itu kan bukan perkara sulit. Tahu atau tidaknya masalah tersebut ya dijawab saja. Sementara dikoordinasikan dan sebagainya. Sedangkan pelayanan lewat online saja tidak dijalankan apalagi pelayanan secara langsung. Gubernur harus mengevaluasi kepala dinas ini,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Dengan merebak kembali pandemik Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), membuat beberapa Alat kesehatan (Alkes) terjadi kekosongan. Hal tersebut diakibatkan dengan banyaknya permintaan akan Alkes tersebut. Seperti yang terjadi dengan gas oksigen, yang saat ini terjadi kekosongan dibeberapa toko Alkes di Sulut.

“Selamat pagi pak, hanya ingin melaporkan. Kondisi di semua toko alat kesehatan kosong tabung gas oksigen. Itu kemungkinan karena Covid-19 yang kembali merebak. Sapa tau ada perhatian dari pemerintah, akan hal ini. Karena kita yang merawat keluarga dirumah dalam kondisi sakit, sangat merasakan kesulitan. Kiranya kekosongan ini bisa diantisipasi pemerintah secara cepat,” ungkap Jefry masyarakat Kota Manado, dalam keluhan kepada media ini.

Disisi lain, terjadinya kekosongan Alkes gas oksigen belum bisa dipastikan penyebabnya. Pasalnya Kepala Dinas Kesehatan Daerah Sulut dr Debie Kalalo dengan nomor WhatsApp 08539959xxxx enggan untuk menjawab pertanyaan media ini atas keluhan masyarakat tersebut. Kalalo terkesan bungkam akan terjadinya kekosongan Alkes gas oksigen tersebut. Bahkan dr Debie Kalalo hanya membaca pesan wartawan media ini sejak beberapa hari terakhir dan enggan untuk menjawab.

Sementara itu, Pakar Pemerintahan Dr Jhony Lengkong menyayangkan akan tidak adanya respon pemerintah atas keluhan warga. “Peran media disini sangat penting, adalah menjadi perantara antara masyarakat dan pemerintah. Begitu juga sebaliknya. Namun jika ada oknum pejabat tinggi daerah, yang terkesan tidak mau untuk berkomentar akan hal tersebut, maka patut dipertanyakan ada apa? Apakah pejabat ini memiliki dedikasi dan loyalitas kepada masyarakat dalam melakukan pelayanan? Ini harus dijawab pejabat tersebut,” bebernya.

Akademisi Fispol Unsrat tersebut juga menantang Gubernur Sulut untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak proaktif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Ini adalah salah satu contoh pelayanan yang buruk dari pemerintah. Menjawab itu kan bukan perkara sulit. Tahu atau tidaknya masalah tersebut ya dijawab saja. Sementara dikoordinasikan dan sebagainya. Sedangkan pelayanan lewat online saja tidak dijalankan apalagi pelayanan secara langsung. Gubernur harus mengevaluasi kepala dinas ini,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/