31.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Jamin Hak Anak-Perempuan, dr Devi Turun Kotamobagu

MANADOPOST.ID – Urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, terus dijamin Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut). Menindaklanjuti amanat UU, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Daerah Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, langsung turun melakukan pertemuan dengan Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara.

Bahkan kunjungan kerja dr Devi tersebut, mendapatkan apresiasi langsung dari Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara. Bahkan Tatong Bara juga berterimakasih atas perhatian dari Pemprov Sulut. Tatong juga langsung memberikan instruksi agar dinas terkait di Kota Kotamobagu, untuk intensif melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pemprov Sulut, dalam menjamin amanat UU, dalam upaya perlindungan anak dan perempuan di Kota Kotamobagu.

“Sangat perlu untuk sinkronisasi dan koordinasi program dan kegiatan pelaksanaan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Saya meminta kepala dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kota Kotamobagu, agar intensif melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pemprov. Kita memiliki persepsi dan pemahaman yang sama, agar supaya angka kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Kotamobagu, bisa turun. Bahkan tidak ada lagi kasus. Ya cara untuk mewujudkan hal tersebut, adalah koordinasi yang terjalin secara baik,” ungkap Tatong Bara.

Kemudian usai melakukan kunjungan kerja, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Daerah Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos juga mengapresiasi atas kepedulian dan perhatian Pemerintah Kota Kotamobagu atas penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak di daerah tersebut. dr Devi sapaan akrabnya juga mengatakan bahwa, sesuai amanat UU, urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak menjadi urusan wajib non pelayanan dasar dengan 6 urusan yaitu kualitas hidup perempuan, perlindungan perempuan, kualitas keluarga, sistim data gender dan anak, Pemenuhan Hak Anak (PHA) serta perlindungan khusus anak.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Yang pasti kunjungan kerja saya ke Pemkot Kotamobagu untuk memperkuat sinergitas di sektor pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Karena sinergitas itu sangat penting dalam menopang setiap program dari tingkat pusat, provinsi hingga ke kabupaten/kota. Saya juga telah menyampaikan ke ibu Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, bahwa jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah Kota Kotamobagu dari data SIMFONI bahwa ada sebanyak 72 kasus kekerasan yang terjadi di daerah ini. Untuk saya mengingatkan kembali untuk memaksimalkan penanganan dan menyelesaikan semua kasus yang ditangani serta siap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi,” terangnya.

Bahkan, usai melakukan audiensi dengan Wali Kota Tatong Bara, dr Kartika Devi Kandouw-Tanos langsung melakukan kunjungan di Kantor UPTD PPA Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kotamobagu. Disana, dr Devi memberikan arahan sesuai Tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) sebagai Kepala DP3A Sulut. “Saya apreasiasi kepada Pemkot Kotamobagu yang sudah mempunyai etikad, niat yang baik sampai terbentuk UPTD PPA. Tentunya pihak kami akan siap membantu untuk naik tingkat dari tipe B ke tipe A,” kunci istri tercinta Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw tersebut.

Bahkan usai melakukan kunjungan resmi kepada Pemkot Kotamobagu, dr Devi bergegas menuju ke panti asuhan AR-Rahman dalam rangka menyalurkan bantuan bahan pangan, coklat dan  membagikan masker kepada seluruh penghuni panti asuhan tersebut. Kegiatan blusukan dan membantu anak-anak di Panti Asuhan, merupakan kebiasaan dr Devi, saat melakukan kunjungan ke daerah. dr Devi, sudah mengunjungi banyak panti asuhan di kabupaten/kota, untuk menyalurkan bantuan serta menyerap aspirasi dan masukan dari anak-anak panti. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, terus dijamin Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut). Menindaklanjuti amanat UU, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Daerah Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, langsung turun melakukan pertemuan dengan Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara.

Bahkan kunjungan kerja dr Devi tersebut, mendapatkan apresiasi langsung dari Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara. Bahkan Tatong Bara juga berterimakasih atas perhatian dari Pemprov Sulut. Tatong juga langsung memberikan instruksi agar dinas terkait di Kota Kotamobagu, untuk intensif melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pemprov Sulut, dalam menjamin amanat UU, dalam upaya perlindungan anak dan perempuan di Kota Kotamobagu.

“Sangat perlu untuk sinkronisasi dan koordinasi program dan kegiatan pelaksanaan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Saya meminta kepala dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kota Kotamobagu, agar intensif melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pemprov. Kita memiliki persepsi dan pemahaman yang sama, agar supaya angka kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Kotamobagu, bisa turun. Bahkan tidak ada lagi kasus. Ya cara untuk mewujudkan hal tersebut, adalah koordinasi yang terjalin secara baik,” ungkap Tatong Bara.

Kemudian usai melakukan kunjungan kerja, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Daerah Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos juga mengapresiasi atas kepedulian dan perhatian Pemerintah Kota Kotamobagu atas penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak di daerah tersebut. dr Devi sapaan akrabnya juga mengatakan bahwa, sesuai amanat UU, urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak menjadi urusan wajib non pelayanan dasar dengan 6 urusan yaitu kualitas hidup perempuan, perlindungan perempuan, kualitas keluarga, sistim data gender dan anak, Pemenuhan Hak Anak (PHA) serta perlindungan khusus anak.

“Yang pasti kunjungan kerja saya ke Pemkot Kotamobagu untuk memperkuat sinergitas di sektor pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Karena sinergitas itu sangat penting dalam menopang setiap program dari tingkat pusat, provinsi hingga ke kabupaten/kota. Saya juga telah menyampaikan ke ibu Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, bahwa jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah Kota Kotamobagu dari data SIMFONI bahwa ada sebanyak 72 kasus kekerasan yang terjadi di daerah ini. Untuk saya mengingatkan kembali untuk memaksimalkan penanganan dan menyelesaikan semua kasus yang ditangani serta siap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi,” terangnya.

Bahkan, usai melakukan audiensi dengan Wali Kota Tatong Bara, dr Kartika Devi Kandouw-Tanos langsung melakukan kunjungan di Kantor UPTD PPA Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kotamobagu. Disana, dr Devi memberikan arahan sesuai Tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) sebagai Kepala DP3A Sulut. “Saya apreasiasi kepada Pemkot Kotamobagu yang sudah mempunyai etikad, niat yang baik sampai terbentuk UPTD PPA. Tentunya pihak kami akan siap membantu untuk naik tingkat dari tipe B ke tipe A,” kunci istri tercinta Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw tersebut.

Bahkan usai melakukan kunjungan resmi kepada Pemkot Kotamobagu, dr Devi bergegas menuju ke panti asuhan AR-Rahman dalam rangka menyalurkan bantuan bahan pangan, coklat dan  membagikan masker kepada seluruh penghuni panti asuhan tersebut. Kegiatan blusukan dan membantu anak-anak di Panti Asuhan, merupakan kebiasaan dr Devi, saat melakukan kunjungan ke daerah. dr Devi, sudah mengunjungi banyak panti asuhan di kabupaten/kota, untuk menyalurkan bantuan serta menyerap aspirasi dan masukan dari anak-anak panti. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/