25.4 C
Manado
Rabu, 29 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Pelsis, Jaringan Tim Evang dan FPMC Sulut Peduli Bencana Amurang

- Advertisement -

MANADOPOST.ID – Aksi kepedulian bencana di Amurang datang dari Pelayanan Siswa Kristen (Pelsis) Sulawesi Utara dan Jaringa Tim Evang Sulawesi Utara bersama FPMC.

“Kegiatan ini adalah respon atas keteladanan kepemimpinan pemerintah Sulawesi Utara OD-SK, di mana masyarakat terbuka untuk ikut peduli dalam membantu daerah daerah yang kena bencana. Sehinga kami salah satu organisasi pelayanan tentu ikut peduli atas terjadinya abrasi pantai yang mengorbankan rumah penduduk yang ada dipesisir pantai Amurang dan tentunya warga korban bukan hanya kehilangan tempat tinggal tetapi seluruh kebutuhan primer yang ada terkena bencana sehingga ini tentunya berdampak yang sangat luar biasa,” ujar Josua Liow, Ketua Pelsis Sulut di dampingi Kristen Kaunang, Ketua JTE Sulut.

Lanjut Josua, mereka membentuk tim di mana Joel Sompie memimpin pengalangan dana dan direspon pengurus dan anggota.

Joel Sompie mengatakan, jiwa sosial dan peduli bencana anak muda Sulawedi Utara sangat kuat.

- Advertisement -

“Ini pertanda budaya mapalus kita masih sangat kuat. Hal ini dapat kita lihat setelah viral aksi peduli amurang direspon oleh banyak kalangan termasuk kami. Untuk itu kami berharap kepedulian ini harus kita jaga dan pelihara karena kita berada pada ring of fire, rentan terjadi bencana,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kristen Kaunang. “Sebagai anak Tuhan yang beriman maka sudah seharusnya kita ikut bersama-sama mengumuli apa yang menjadi pergumulan masyarakat Amurang yang terkena dampak. Kita berdoa bersama agar ancaman bencana terhindar untuk itu kita terus mendekatkan diri kepada Tuhan agar kita dilindungi Tuhan,” jelas Kaunang.

Dia juga berharap agar warga Sulut ikut peduli atas pergumulan warga yang terkena dampak. “Lebih khusus adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah harus mendapat perhatian lebih. Jangan sampai putus sekolah apalagi saat ini akan memasuki ujian semesteran/akhir. Sambil berharap agar pemerintah setempat termasuk jajaran Diknas memberi perhatian lebih karena dampak ini sangat berat bagi seorang siswa atau yang masih duduk di bangku sekolah,” kuncinya. (*)

MANADOPOST.ID – Aksi kepedulian bencana di Amurang datang dari Pelayanan Siswa Kristen (Pelsis) Sulawesi Utara dan Jaringa Tim Evang Sulawesi Utara bersama FPMC.

“Kegiatan ini adalah respon atas keteladanan kepemimpinan pemerintah Sulawesi Utara OD-SK, di mana masyarakat terbuka untuk ikut peduli dalam membantu daerah daerah yang kena bencana. Sehinga kami salah satu organisasi pelayanan tentu ikut peduli atas terjadinya abrasi pantai yang mengorbankan rumah penduduk yang ada dipesisir pantai Amurang dan tentunya warga korban bukan hanya kehilangan tempat tinggal tetapi seluruh kebutuhan primer yang ada terkena bencana sehingga ini tentunya berdampak yang sangat luar biasa,” ujar Josua Liow, Ketua Pelsis Sulut di dampingi Kristen Kaunang, Ketua JTE Sulut.

Lanjut Josua, mereka membentuk tim di mana Joel Sompie memimpin pengalangan dana dan direspon pengurus dan anggota.

Joel Sompie mengatakan, jiwa sosial dan peduli bencana anak muda Sulawedi Utara sangat kuat.

“Ini pertanda budaya mapalus kita masih sangat kuat. Hal ini dapat kita lihat setelah viral aksi peduli amurang direspon oleh banyak kalangan termasuk kami. Untuk itu kami berharap kepedulian ini harus kita jaga dan pelihara karena kita berada pada ring of fire, rentan terjadi bencana,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kristen Kaunang. “Sebagai anak Tuhan yang beriman maka sudah seharusnya kita ikut bersama-sama mengumuli apa yang menjadi pergumulan masyarakat Amurang yang terkena dampak. Kita berdoa bersama agar ancaman bencana terhindar untuk itu kita terus mendekatkan diri kepada Tuhan agar kita dilindungi Tuhan,” jelas Kaunang.

Dia juga berharap agar warga Sulut ikut peduli atas pergumulan warga yang terkena dampak. “Lebih khusus adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah harus mendapat perhatian lebih. Jangan sampai putus sekolah apalagi saat ini akan memasuki ujian semesteran/akhir. Sambil berharap agar pemerintah setempat termasuk jajaran Diknas memberi perhatian lebih karena dampak ini sangat berat bagi seorang siswa atau yang masih duduk di bangku sekolah,” kuncinya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/