24.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Hasil Pilkada Sulut Dievaluasi, Bagaimana Hasilnya?

MANADOPOST.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), mulai melakukan evaluasi terhadap hasil Pemilihan kepala daerah (Pilkada) baik untuk gubernur maupun kepada enam kepala daerah lain.

Dari evaluasi yang dipimpin langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), sejumlah fakta dibeber. Mulai dari suksesnya pelaksanaan Pilkada tanpa adanya gugatan pengadilan. Hingga adanya sisa anggaran baik dari KPU maupun Bawaslu yang telah dikembalikan kepada Pemprov Sulut.

Dari evaluasi tersebut juga, dipastikan bahwa pelaksanaan Pilkada tahun 2020, berjalan aman dengan partisipasi langsung TNI/Polri. Bahkan ditemukan bahwa, Pilkada Sulut yang dilakukan ditengah pandemik dapat menarik minat pemilih dengan jumlah partisipan 78,72 persen.

“Kita berhasil melaksanakan Pilkada tak lepas dari peran Bawaslu, KPU dan Forkopimda serta aparat keamanan yang terlibat pada pelaksanaan Pilkada serentak. Semua dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang kita harapkan, dengan tingkat partisipasi pemilih 78,72 persen. Sementara untuk pelaksanaan Pilkada di daerah lain, angka partisipasinya di bawah Provinsi Sulut. Demikian juga dengan keamanan dan kelancaran yang berjalan baik. Di evaluasi kali ini kita sangat berterima kasih kepada semua pihak akan suksesnya agenda penting ini,” ungkap Gubernur OD.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Bahkan menurut Gubernur OD, secara administrasi, apa yang dilaksanakan Bawaslu dan KPU sudah diterima dengan baik. Termasuk dana sisa yang dikembalikan.

“Pelaksanaan Pilkada 2020 tidak ada yang mengkhawatirkan. Hasil Pilkada tidak ada yang sampai di tingkat pengadilan. Semua berakhir dengan baik sampai proses pelantikan. KPU dan Bawaslu mendapat penghargaan khusus, karena semuanya berjalan baik. Tidak ada gugatan. Itu artinya, pemilihan berjalan bagus dan berkualitas. Di mana Pilkada di Sulut manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya Ketua Bawaslu Sulut Herwyn JH Malonda mengatakan seluruh rangkaian pemilihan gubernur, bupati dan wali kota telah selesai. Padahal sebelumnya ada dua moment yang sangat mengkhawatirkan. Yakni Sulut masuk kategori indeks kerawanan Pemilu tertinggi dan pandemik Covid-19.

“Meski sempat mengalami hambatan namun proses Pilkada dapat berjalan baik. Terima kasih kepada pihak Polda Sulut, Kejaksaan dan seluruh komponen yang ada dalam Pilkada dan bantuan partisipasi seluruh stakeholder. Saya mengucapkan terima kasih,” jelasnya.

Malonda juga menyampaikan bahwa penggunaan dana Pilkada yang sebesar Rp 110 Miliar tidak sepenuhnya terpakai sehingga sisanya dikembalikan sebesar Rp 6,9 miliar. Di sisi lain, Malonda mengungkapkan rasa syukur, sebab meski ada sejumlah personel Bawaslu yang terkena Covid-19, namun dapat disembuhkan.

“Pasca 9 Desember 2020 untuk jajaran Bawaslu hanya beberapa orang yang terkena Covid-19, tetapi secara keseluruhan tidak ada yang meninggal. Lebih dari itu, yang sangat disyukuri tidak adanya sengketa Pilkada. Kecuali Boltim dan Manado yang berproses ke Mahkamah Konstitusi, namun tidak sampai pada proses pembuktian,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), mulai melakukan evaluasi terhadap hasil Pemilihan kepala daerah (Pilkada) baik untuk gubernur maupun kepada enam kepala daerah lain.

Dari evaluasi yang dipimpin langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), sejumlah fakta dibeber. Mulai dari suksesnya pelaksanaan Pilkada tanpa adanya gugatan pengadilan. Hingga adanya sisa anggaran baik dari KPU maupun Bawaslu yang telah dikembalikan kepada Pemprov Sulut.

Dari evaluasi tersebut juga, dipastikan bahwa pelaksanaan Pilkada tahun 2020, berjalan aman dengan partisipasi langsung TNI/Polri. Bahkan ditemukan bahwa, Pilkada Sulut yang dilakukan ditengah pandemik dapat menarik minat pemilih dengan jumlah partisipan 78,72 persen.

“Kita berhasil melaksanakan Pilkada tak lepas dari peran Bawaslu, KPU dan Forkopimda serta aparat keamanan yang terlibat pada pelaksanaan Pilkada serentak. Semua dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang kita harapkan, dengan tingkat partisipasi pemilih 78,72 persen. Sementara untuk pelaksanaan Pilkada di daerah lain, angka partisipasinya di bawah Provinsi Sulut. Demikian juga dengan keamanan dan kelancaran yang berjalan baik. Di evaluasi kali ini kita sangat berterima kasih kepada semua pihak akan suksesnya agenda penting ini,” ungkap Gubernur OD.

Bahkan menurut Gubernur OD, secara administrasi, apa yang dilaksanakan Bawaslu dan KPU sudah diterima dengan baik. Termasuk dana sisa yang dikembalikan.

“Pelaksanaan Pilkada 2020 tidak ada yang mengkhawatirkan. Hasil Pilkada tidak ada yang sampai di tingkat pengadilan. Semua berakhir dengan baik sampai proses pelantikan. KPU dan Bawaslu mendapat penghargaan khusus, karena semuanya berjalan baik. Tidak ada gugatan. Itu artinya, pemilihan berjalan bagus dan berkualitas. Di mana Pilkada di Sulut manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya Ketua Bawaslu Sulut Herwyn JH Malonda mengatakan seluruh rangkaian pemilihan gubernur, bupati dan wali kota telah selesai. Padahal sebelumnya ada dua moment yang sangat mengkhawatirkan. Yakni Sulut masuk kategori indeks kerawanan Pemilu tertinggi dan pandemik Covid-19.

“Meski sempat mengalami hambatan namun proses Pilkada dapat berjalan baik. Terima kasih kepada pihak Polda Sulut, Kejaksaan dan seluruh komponen yang ada dalam Pilkada dan bantuan partisipasi seluruh stakeholder. Saya mengucapkan terima kasih,” jelasnya.

Malonda juga menyampaikan bahwa penggunaan dana Pilkada yang sebesar Rp 110 Miliar tidak sepenuhnya terpakai sehingga sisanya dikembalikan sebesar Rp 6,9 miliar. Di sisi lain, Malonda mengungkapkan rasa syukur, sebab meski ada sejumlah personel Bawaslu yang terkena Covid-19, namun dapat disembuhkan.

“Pasca 9 Desember 2020 untuk jajaran Bawaslu hanya beberapa orang yang terkena Covid-19, tetapi secara keseluruhan tidak ada yang meninggal. Lebih dari itu, yang sangat disyukuri tidak adanya sengketa Pilkada. Kecuali Boltim dan Manado yang berproses ke Mahkamah Konstitusi, namun tidak sampai pada proses pembuktian,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/