24.4 C
Manado
Senin, 15 Agustus 2022

Intensitas Rapid Tes Tekan Penyebaran Covid-19

MANADOPOST.ID- Pandemik Covid-19 sangat berdampak secara ekonomi bagi masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Bahkan angka penularan Covid-19 terjadi merata di 15 kabupaten/kota. Namun ditegaskan Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), Selasa (17/8) kemarin, bahwa upaya pemerintah dalam menekan angka penularan Covid-19 terus dilakukan secara intensif.

“Padahal kita di awal-awal Januari sampai Maret sampai awal Juli kita berada di zona hijau semua. Tapi tentu pandemik ini kembali mengagetkan kita. Sejak awal Juli, ketika varian delta mulai naik terus sampai puncaknya di akhir Juli ada 708 orang yang terdampak dan tertangani hingga akhir Agustus tinggal 187 orang yang terdampak. Ini pun karena pemerintah sejak kita ada varian delta, setiap orang yang masuk di provinsi Sulut melalui udara, laut mau pun darat kita lakukan rapid antigen kembali,” ungkapnya.

Gubernur OD menilai, dengan intensifnya kegiatan Rapid tes, mulai dapat menurunkan angka penularan dan kasus Covid-19.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Karena di awal-awal pemberlakuan rapid test antigen kembali, di Bandara Sam Ratulangi, dalam satu pesawat hampir 3/4 nya terdampak Covid-19. Berdasarkan pengalaman itu, rapid antigen kembali bagi orang yang masuk di Sulut terus dilakukan. Sampai hari ini masih ada tapi sudah tidak banyak lagi, tinggal satu dua orang yang setelah kita lakukan rapid antigen kembali mulai turun sangat drastis yang masuk ke Sulut dengan menggunakan pesawat,” kuncinya. (ewa/gel)

MANADOPOST.ID- Pandemik Covid-19 sangat berdampak secara ekonomi bagi masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Bahkan angka penularan Covid-19 terjadi merata di 15 kabupaten/kota. Namun ditegaskan Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), Selasa (17/8) kemarin, bahwa upaya pemerintah dalam menekan angka penularan Covid-19 terus dilakukan secara intensif.

“Padahal kita di awal-awal Januari sampai Maret sampai awal Juli kita berada di zona hijau semua. Tapi tentu pandemik ini kembali mengagetkan kita. Sejak awal Juli, ketika varian delta mulai naik terus sampai puncaknya di akhir Juli ada 708 orang yang terdampak dan tertangani hingga akhir Agustus tinggal 187 orang yang terdampak. Ini pun karena pemerintah sejak kita ada varian delta, setiap orang yang masuk di provinsi Sulut melalui udara, laut mau pun darat kita lakukan rapid antigen kembali,” ungkapnya.

Gubernur OD menilai, dengan intensifnya kegiatan Rapid tes, mulai dapat menurunkan angka penularan dan kasus Covid-19.

“Karena di awal-awal pemberlakuan rapid test antigen kembali, di Bandara Sam Ratulangi, dalam satu pesawat hampir 3/4 nya terdampak Covid-19. Berdasarkan pengalaman itu, rapid antigen kembali bagi orang yang masuk di Sulut terus dilakukan. Sampai hari ini masih ada tapi sudah tidak banyak lagi, tinggal satu dua orang yang setelah kita lakukan rapid antigen kembali mulai turun sangat drastis yang masuk ke Sulut dengan menggunakan pesawat,” kuncinya. (ewa/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/