24.4 C
Manado
Senin, 15 Agustus 2022

Vaksinasi Ibu Hamil Dilaunching! Ingin Vaksin, Ini Syaratnya

MANADOPOST.ID – Usai pemerintah menetapkan bahwa anak usia 12-17 sudah bisa divaksin, kini giliran ibu hamil yang mendapatkan restu pemerintah untuk bisa divaksin. Bahkan melegalkan hal tersebut, Pemerintah Pusat, Kamis (19/8) pagi, secara serentak melaunching program vaksinasi bagi ibu hamil.

Launching tersebut diikuti semua daerah, termasuk Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, secara langsung juga melakukan launching vaksinasi ibu hamil di RSUD OD-SK Provinsi Sulut. Tampak Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, serta Ketua TP-PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Sekretaris TP-PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, Sekprov Edwin Silangen, Ketua DPRD Sulut Fransiskus Silangen, juga Kepala Dinas Kesehatan Daerah Sulut dr Debie Kalalo ikut dalam kegiatan launching tersebut.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) dalam kegiatan pencanangan mengatakan bahwa, proses vaksinasi bagi ibu hamil sudah mulai berjalan. “Iya ditandai dengan hari ini, dilakukan pencanangan. Ini akan berlangsung sampai ke kabupaten/kota. Sasarannya tentu jelas yaitu kepada ibu hamil. Ini adalah upaya perlindungan dari pemerintah melihat situasi pandemik yang juga menyerang ibu hamil. Kegiatan ini, adalah hasil kerjasama antara pusat dan daerah. Tentu saya menyambut baik akan hal ini. Dan saya akan mendorong Dinkesda Sulut, untuk segera mungkin melakukan vaksinasi bagi ibu hamil di setiap kabupaten/kota,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Ketua TP-PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan menegaskan bahwa, pihaknya bakal mendorong semua TP-PKK di 15 kabupaten/kota untuk mensosialisasikan program vaksinasi pada ibu hamil. “Saya sebagai Ketua TP-PKK, berharap agar ibu-ibu yang hamil, agar mau divaksin. Bapak-bapaknya juga harus mendorong istrinya agar mau dan berani untuk melakukan vaksinasi. Itu agar supaya ibu hamil bisa terhindar dari Covid-19, dan bisa lancar sampai proses kelahiran nantinya. Ya saya sangat mensuport penuh akan hal ini,” jelasnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Disisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Sulut dr Debie Kalalo juga menambahkan bahwa, pencanangan vaksinasi bagi ibu hamil dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. “Nah untuk pencanangan vaksinasi ibu hamil, kita lakukan di RSUD OD-SK. Kegiatan vaksinasi ini akan berlanjut terus, dan akan menyasar semua kabupaten/kota. Nah syarat untuk ibu hamil melakukan vaksinasi ada banyak. Salah satunya adalah usia kandungannya harus diatas 13 Minggu. Kita juga melakukan kerjasama dengan POGI cabang Sulut dan IDI cabang Sulut,” katanya.

Kalalo juga menerangkan bahwa, pada vaksinasi untuk ibu hamil, dipakai vaksin jenis Moderna dan Sinovac. “Kalau yang kita lakukan hari ini (kemarin, Red) menggunakan Sinovac. Jadi sudah ada rekomendasi dari berbagai pihak, terkait amannya vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil. Target kita untuk kegiatan vaksinasi bagi ibu hamil ini, akan menyasar sampai 20.000 ibu hamil. Dan itu sementara kita genjot terus. Jadi berdasarkan Surat Edaran HK 02/1/2007/2021 tentang Vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil dan Penyesuaian Skrining dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19, syarat ibu hamil boleh menerima Vaksin Covid-19, antara lain suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celcius, tekanan darah di bawah 140/90 mmHg. Apabila hasilnya di atas 140/90 mmHg, pengukuran diulangi lagi 5-10 menit kemudian, apabila masih di atas ambang batas tersebut, vaksinasi Covid-19 ditunda. Usia kehamilan di trimester kedua, atau di atas 13 minggu. Pemberian vaksinasi dosis pertama dilakukan pada trimester kedua (II) kehamilan,” jelasnya.

Juga menurut Kalalo, syarat lain adalah tidak ada tanda-tanda preeklamsia seperti kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, pandangan kabur, dan tekanan darah> 140/90 mmHg. “Juga tidak memiliki riwayat alergi berat sepert isesak napas, bengkak, atau bidur di seluruh tubuh. Bagi ibu hamil dengan penyakit penyerta atau komorbid seperti jantung, diabetes, asma, penyakit paru, HIV, hiperteroid/ hipotiroid, penyakit ginjal kronik, penyakit liver, penyakit penyerta dalam kondisi terkontrol dan tidak ada komplikasi akut. Bagi ibu hamil dengan penyakit autoimun atau pengobatan autoimun seperti lupus, penyakit dalam kondisi terkontrol dan tidak ada komplikasi akut,” ujarnya.

Juga Kalalo menjelaskan bahwa, ibu hamil tersebut tidak sedang menjalani pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun, dan peneremia produk atau tranfusi darah. “Juga tidak sedang menerima pengobatan imunosupresan seperti kortikosteroid dan kemoterapi dan tidak terkonfirmasi positif Covid-19 dalam waktu tiga bulan terakhir. Jika ibu hamil sebagai sasaran telah memenuhi semua kriteria diatas, maka sasaran bisa langsung mendapatkan vaksinasi. Perlu diingat pula bahwa pemberian vaksin Covid-19 tidak melindungi kita sepenuhnya dari virus corona. Maka dari itu, kita tetap perlu menjalani protokol kesehatan selama pandemik kini berlangusng agar resikot erkena Covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin,” terangnya.

Kalalo juga menerangkan terkait seputaran vaksin dimana menurutnya, vaksin Covid-19 merupakan vaksin mRNA dengan nukleosida yang dimodifikasi yang dapat membentuk kekebalan tubuh terhadap virus SARS-Cov-2 sehingga dapat mencegah penyakit Covid-19. “Nah untuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) biasanya bersifat ringan, berlangsung singkat beberapa hari dan hilang tanpa atau dengan pengobatan. Reaksi lokal itu berupa nyeri, kemerahan, bengkak dan gatal ditempat suntikan. Juga reaksi umum, sakit kepala, mual, pegal-pegal, nyeri sendi, kelelahan, demam dan diare ringan,” jelasnya.

Kalalo juga mengatakan bahwa, yang perlu dilakukan bila terjadi reaksi setelah vaksinasi adalah jika terjadi reaksi seperti nyeri, bengkak atau kemerahan ditempat suntikan, kompres dengan dengan air dingin pada lokasi tersebut. Jika terjadi demam, kompres dengan air hangat atau mandi dengan air hangat, perbanyak minum air putih dan istirahat. Serta menurut Kalalo, jika dibutuhkan minum obat sesuai anjuran. “BPOM itu telah mengeluarkan izin penggunaan pada masa darurat, Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin yang akan dipakai,” ungkapnya.

Kalalo juga menyebutkan bahwa, BPOM juga telah menjamin bahwa vaksinasi yang akan disuntikkan kepada ibu hamil sangat aman dan berkualitas. “Nah vaksin itu mendapatkan WHO Emergency Use Listing (EUL). Dan data menunjukkan bahwa, manfaat vaksin yang akan disuntikkan nantinya, lebih besar dari pada resiko jika terinfeksi Covid-19. Dan jika terjadi reaksi atau ingin berkonsultasi, penerima vaksin bisa menghubungi nomor telepon yang ada di surat vaksin. Jadi dengan adanya vaksin ini juga seperti yang Pak Gubernur Sulut Olly Dondokambey katakan bahwa vaksin untuk ibu hamil telah siap. Dan pelaksanaan vaksinasi Bumil di dukung oleh POGI Sulut,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Usai pemerintah menetapkan bahwa anak usia 12-17 sudah bisa divaksin, kini giliran ibu hamil yang mendapatkan restu pemerintah untuk bisa divaksin. Bahkan melegalkan hal tersebut, Pemerintah Pusat, Kamis (19/8) pagi, secara serentak melaunching program vaksinasi bagi ibu hamil.

Launching tersebut diikuti semua daerah, termasuk Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, secara langsung juga melakukan launching vaksinasi ibu hamil di RSUD OD-SK Provinsi Sulut. Tampak Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, serta Ketua TP-PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Sekretaris TP-PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, Sekprov Edwin Silangen, Ketua DPRD Sulut Fransiskus Silangen, juga Kepala Dinas Kesehatan Daerah Sulut dr Debie Kalalo ikut dalam kegiatan launching tersebut.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) dalam kegiatan pencanangan mengatakan bahwa, proses vaksinasi bagi ibu hamil sudah mulai berjalan. “Iya ditandai dengan hari ini, dilakukan pencanangan. Ini akan berlangsung sampai ke kabupaten/kota. Sasarannya tentu jelas yaitu kepada ibu hamil. Ini adalah upaya perlindungan dari pemerintah melihat situasi pandemik yang juga menyerang ibu hamil. Kegiatan ini, adalah hasil kerjasama antara pusat dan daerah. Tentu saya menyambut baik akan hal ini. Dan saya akan mendorong Dinkesda Sulut, untuk segera mungkin melakukan vaksinasi bagi ibu hamil di setiap kabupaten/kota,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Ketua TP-PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan menegaskan bahwa, pihaknya bakal mendorong semua TP-PKK di 15 kabupaten/kota untuk mensosialisasikan program vaksinasi pada ibu hamil. “Saya sebagai Ketua TP-PKK, berharap agar ibu-ibu yang hamil, agar mau divaksin. Bapak-bapaknya juga harus mendorong istrinya agar mau dan berani untuk melakukan vaksinasi. Itu agar supaya ibu hamil bisa terhindar dari Covid-19, dan bisa lancar sampai proses kelahiran nantinya. Ya saya sangat mensuport penuh akan hal ini,” jelasnya.

Disisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Sulut dr Debie Kalalo juga menambahkan bahwa, pencanangan vaksinasi bagi ibu hamil dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. “Nah untuk pencanangan vaksinasi ibu hamil, kita lakukan di RSUD OD-SK. Kegiatan vaksinasi ini akan berlanjut terus, dan akan menyasar semua kabupaten/kota. Nah syarat untuk ibu hamil melakukan vaksinasi ada banyak. Salah satunya adalah usia kandungannya harus diatas 13 Minggu. Kita juga melakukan kerjasama dengan POGI cabang Sulut dan IDI cabang Sulut,” katanya.

Kalalo juga menerangkan bahwa, pada vaksinasi untuk ibu hamil, dipakai vaksin jenis Moderna dan Sinovac. “Kalau yang kita lakukan hari ini (kemarin, Red) menggunakan Sinovac. Jadi sudah ada rekomendasi dari berbagai pihak, terkait amannya vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil. Target kita untuk kegiatan vaksinasi bagi ibu hamil ini, akan menyasar sampai 20.000 ibu hamil. Dan itu sementara kita genjot terus. Jadi berdasarkan Surat Edaran HK 02/1/2007/2021 tentang Vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil dan Penyesuaian Skrining dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19, syarat ibu hamil boleh menerima Vaksin Covid-19, antara lain suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celcius, tekanan darah di bawah 140/90 mmHg. Apabila hasilnya di atas 140/90 mmHg, pengukuran diulangi lagi 5-10 menit kemudian, apabila masih di atas ambang batas tersebut, vaksinasi Covid-19 ditunda. Usia kehamilan di trimester kedua, atau di atas 13 minggu. Pemberian vaksinasi dosis pertama dilakukan pada trimester kedua (II) kehamilan,” jelasnya.

Juga menurut Kalalo, syarat lain adalah tidak ada tanda-tanda preeklamsia seperti kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, pandangan kabur, dan tekanan darah> 140/90 mmHg. “Juga tidak memiliki riwayat alergi berat sepert isesak napas, bengkak, atau bidur di seluruh tubuh. Bagi ibu hamil dengan penyakit penyerta atau komorbid seperti jantung, diabetes, asma, penyakit paru, HIV, hiperteroid/ hipotiroid, penyakit ginjal kronik, penyakit liver, penyakit penyerta dalam kondisi terkontrol dan tidak ada komplikasi akut. Bagi ibu hamil dengan penyakit autoimun atau pengobatan autoimun seperti lupus, penyakit dalam kondisi terkontrol dan tidak ada komplikasi akut,” ujarnya.

Juga Kalalo menjelaskan bahwa, ibu hamil tersebut tidak sedang menjalani pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun, dan peneremia produk atau tranfusi darah. “Juga tidak sedang menerima pengobatan imunosupresan seperti kortikosteroid dan kemoterapi dan tidak terkonfirmasi positif Covid-19 dalam waktu tiga bulan terakhir. Jika ibu hamil sebagai sasaran telah memenuhi semua kriteria diatas, maka sasaran bisa langsung mendapatkan vaksinasi. Perlu diingat pula bahwa pemberian vaksin Covid-19 tidak melindungi kita sepenuhnya dari virus corona. Maka dari itu, kita tetap perlu menjalani protokol kesehatan selama pandemik kini berlangusng agar resikot erkena Covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin,” terangnya.

Kalalo juga menerangkan terkait seputaran vaksin dimana menurutnya, vaksin Covid-19 merupakan vaksin mRNA dengan nukleosida yang dimodifikasi yang dapat membentuk kekebalan tubuh terhadap virus SARS-Cov-2 sehingga dapat mencegah penyakit Covid-19. “Nah untuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) biasanya bersifat ringan, berlangsung singkat beberapa hari dan hilang tanpa atau dengan pengobatan. Reaksi lokal itu berupa nyeri, kemerahan, bengkak dan gatal ditempat suntikan. Juga reaksi umum, sakit kepala, mual, pegal-pegal, nyeri sendi, kelelahan, demam dan diare ringan,” jelasnya.

Kalalo juga mengatakan bahwa, yang perlu dilakukan bila terjadi reaksi setelah vaksinasi adalah jika terjadi reaksi seperti nyeri, bengkak atau kemerahan ditempat suntikan, kompres dengan dengan air dingin pada lokasi tersebut. Jika terjadi demam, kompres dengan air hangat atau mandi dengan air hangat, perbanyak minum air putih dan istirahat. Serta menurut Kalalo, jika dibutuhkan minum obat sesuai anjuran. “BPOM itu telah mengeluarkan izin penggunaan pada masa darurat, Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin yang akan dipakai,” ungkapnya.

Kalalo juga menyebutkan bahwa, BPOM juga telah menjamin bahwa vaksinasi yang akan disuntikkan kepada ibu hamil sangat aman dan berkualitas. “Nah vaksin itu mendapatkan WHO Emergency Use Listing (EUL). Dan data menunjukkan bahwa, manfaat vaksin yang akan disuntikkan nantinya, lebih besar dari pada resiko jika terinfeksi Covid-19. Dan jika terjadi reaksi atau ingin berkonsultasi, penerima vaksin bisa menghubungi nomor telepon yang ada di surat vaksin. Jadi dengan adanya vaksin ini juga seperti yang Pak Gubernur Sulut Olly Dondokambey katakan bahwa vaksin untuk ibu hamil telah siap. Dan pelaksanaan vaksinasi Bumil di dukung oleh POGI Sulut,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/