26.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Menteri PPA Bintang Puspayoga, Blusukan ke Dua Lapas

MANADOPOST.ID – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Republik Indonesia Bintang Puspayoga, mengunjungi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dalam pantauan koran ini, Selasa (19/10) kemarin, Menteri PPA Bintang Puspayoga, melakukan sejumlah kunjungan. Salah satunya adalah blusukan ke dua Lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Kota Tomohon.

Pertama Menteri PPA Bintang Puspayoga melakukan blusukan dengan berbagai peninjauan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), setelah itu ke Lapas Perempuan. Menteri Bintang Puspayoga yang didampingi Ketua TP-PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Daerah Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, keluar masuk blok untuk melihat aktivitas warga binaan anak dan perempuan.

Di Lapas anak, Menteri Puspayoga meninjau proses pengolahan kerajinan tangan, pengolahan minyak kelapa murni hingga peninjauan kegiatan vaksinasi bagi anak. Bahkan berbagai bantuan juga disalurkan bagi warga binaan anak. Setelah itu, Menteri bergerak ke Lapas Perempuan, untuk juga melakukan hal yang sama. Usai menyalurkan bantuan di Lapas Perempuan, Menteri Puspayoga meninjau proses pengolahan kain batik oleh warna binaan perempuan.

Saat diwawancarai koran ini, Menteri Bintang Puspayoga mengapresiasi atas kerjasama dan sinergitas yang terjalin antara Pemprov Sulut dan Pemerintah Kota Tomohon dalam upaya pendampingan warga binaan anak dan perempuan yang berada di Lapas. “Dengan adanya pendamping ini, kita tentu berharap semua anak-anak dan perempuan yang ada di Lapas ini bisa segera keluar dan tidak kembali lagi ketempat itu. Karena saya melihat semangat anak-anak di LPKA itu sangat besar, jadi harapan ini jangan sampai sirna,” katanya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Kemudian menurut Menteri Puspayoga, khusus untuk warga binaan perempuan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Lapas terkait apa saja kebutuhan-kebutuhan agar meningkatkan kreativitas warga binaan. “Jadi kalau memang warga binaan ingin agar ada peningkatan kualitas, maka kita sudah akan mulai melakukan koordinasi dan konsultasi dengan kementerian terkait. Itu agar ada dukungan juga dari pihak kementerian. Saat ini yang saya mintakan adalah pendamping yang lebih intens lagi, dan dikembangkan semua kemampuan warga binaan,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Republik Indonesia Bintang Puspayoga, mengunjungi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dalam pantauan koran ini, Selasa (19/10) kemarin, Menteri PPA Bintang Puspayoga, melakukan sejumlah kunjungan. Salah satunya adalah blusukan ke dua Lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Kota Tomohon.

Pertama Menteri PPA Bintang Puspayoga melakukan blusukan dengan berbagai peninjauan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), setelah itu ke Lapas Perempuan. Menteri Bintang Puspayoga yang didampingi Ketua TP-PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Daerah Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, keluar masuk blok untuk melihat aktivitas warga binaan anak dan perempuan.

Di Lapas anak, Menteri Puspayoga meninjau proses pengolahan kerajinan tangan, pengolahan minyak kelapa murni hingga peninjauan kegiatan vaksinasi bagi anak. Bahkan berbagai bantuan juga disalurkan bagi warga binaan anak. Setelah itu, Menteri bergerak ke Lapas Perempuan, untuk juga melakukan hal yang sama. Usai menyalurkan bantuan di Lapas Perempuan, Menteri Puspayoga meninjau proses pengolahan kain batik oleh warna binaan perempuan.

Saat diwawancarai koran ini, Menteri Bintang Puspayoga mengapresiasi atas kerjasama dan sinergitas yang terjalin antara Pemprov Sulut dan Pemerintah Kota Tomohon dalam upaya pendampingan warga binaan anak dan perempuan yang berada di Lapas. “Dengan adanya pendamping ini, kita tentu berharap semua anak-anak dan perempuan yang ada di Lapas ini bisa segera keluar dan tidak kembali lagi ketempat itu. Karena saya melihat semangat anak-anak di LPKA itu sangat besar, jadi harapan ini jangan sampai sirna,” katanya.

Kemudian menurut Menteri Puspayoga, khusus untuk warga binaan perempuan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Lapas terkait apa saja kebutuhan-kebutuhan agar meningkatkan kreativitas warga binaan. “Jadi kalau memang warga binaan ingin agar ada peningkatan kualitas, maka kita sudah akan mulai melakukan koordinasi dan konsultasi dengan kementerian terkait. Itu agar ada dukungan juga dari pihak kementerian. Saat ini yang saya mintakan adalah pendamping yang lebih intens lagi, dan dikembangkan semua kemampuan warga binaan,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/