alexametrics
30.4 C
Manado
Senin, 16 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Hati-hati OTT KPK Sasar Kepala Daerah Sulut!

MANADOPOST.ID – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah kepala daerah (kada) belakangan ini, membuat Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Sulawesi Utara (Sulut) angkat bicara.

Ketua AMAK Sulut, dr Sunny Rumawung menegaskan kepala daerah jangan korupsi jika tidak mau di OTT KPK.

“Selang beberapa waktu terakhir ini, sudah ada tiga kepala daerah yaitu Wali Kota Bekasi, Bupati Penajam Paser Utara, Bupati Langkat yang terciduk KPK dengan operasi tangkap tangan. Ini bukti KPK sangat konsen terhadap tindakan korupsi,” kata Rumawung.

Ditambahkan Rumawung, sebelum ketiga kada tersebut, jauh sebelumnya sudah yang lebih dulu ditangkap KPK karena korupsi.

“Hal ini menjadi warning atau peringatan bagi pemimpin daerah kita untuk tidak main-main dengan uang rakyat,” kata Rumawung.

Dijelaskan Rumawung, ada beberapa modus seperti gratifikasi, mark up, suap, pungli dan lainnya yang masuk dalam ranah korupsi.

“Sebaiknya segera dihilangkan, jangan sampai sudah kejadian dan kena OTT KPK baru menyesal. Sebab kasus korupsi cepat atau lambat pasti akan terendus dan terungkap,” tandas Rumawung.

MANADOPOST.ID – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah kepala daerah (kada) belakangan ini, membuat Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Sulawesi Utara (Sulut) angkat bicara.

Ketua AMAK Sulut, dr Sunny Rumawung menegaskan kepala daerah jangan korupsi jika tidak mau di OTT KPK.

“Selang beberapa waktu terakhir ini, sudah ada tiga kepala daerah yaitu Wali Kota Bekasi, Bupati Penajam Paser Utara, Bupati Langkat yang terciduk KPK dengan operasi tangkap tangan. Ini bukti KPK sangat konsen terhadap tindakan korupsi,” kata Rumawung.

Ditambahkan Rumawung, sebelum ketiga kada tersebut, jauh sebelumnya sudah yang lebih dulu ditangkap KPK karena korupsi.

“Hal ini menjadi warning atau peringatan bagi pemimpin daerah kita untuk tidak main-main dengan uang rakyat,” kata Rumawung.

Dijelaskan Rumawung, ada beberapa modus seperti gratifikasi, mark up, suap, pungli dan lainnya yang masuk dalam ranah korupsi.

“Sebaiknya segera dihilangkan, jangan sampai sudah kejadian dan kena OTT KPK baru menyesal. Sebab kasus korupsi cepat atau lambat pasti akan terendus dan terungkap,” tandas Rumawung.

Most Read

Artikel Terbaru

/