alexametrics
30.4 C
Manado
Selasa, 28 September 2021
spot_img

Waspada Badai, OD: Hati-hati Melaut

MANADOPOST.JAWAPOS.COM— Gubernur Olly Dondokambey mengeluarkan imbauan bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan untuk berhati-hati saat melaut. “Saya imbau masyarakat di Talaud dan sekitarnya sementara ini mendengar imbauan dari BMKG dan koordinasi dengan pemerintah, apabila mau turun ke laut. Supaya tidak ada hal-hal tak diinginkan terjadi,” ujar Olly, Senin (19/4) kemarin.

Gubernur menuturkan, sejak Minggu (18/4) malam dia sudah menerima laporan dari desk bencana. “Hasil pemantauan tadi malam (Minggu 18/4) dari desk bencana, bencana tanah longsor ada. Tapi tanah longsor tidak fatal. Pohon-pohon tumbang banyak. Termasuk pohon cempaka saya ada empat roboh akibat angin. Tapi tidak vital,” tukasnya. Dia menambahkan, tidak ada gangguan vital dalam bencana di Sulut sampai hari ini. “Jadi mari terus berdoa supaya bencana lewat,” ujarnya.

Imbauan yang sama juga disampaikan Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus Silangen SpB KBD di sela rapat paripurna, kemarin. Silangen meminta pemerintah menyiapkan langkah mitigasi bencana secepatnya. Dalam mengantisipasi badai maupun cuaca ekstrem saat ini. “Saya ingatkan cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini. DPRD mengharapkan pemda menyusun langkah taktis mitigasi bencana untuk mengantisipasi potensi bencana alam yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu,” kata politikus PDI Perjuangan ini.

Diapun mengajak masyarakat Sulut berdoa, agar diberikan hikmat dan kekuatan dari Tuhan untuk menghadapi tantangan pembangunan di situasi saat ini. “Kita kiranya diberi sukacita dengan harapan terus melangkah maju, penuh keyakinan iman bahwa badai pasti berlalu. Bahwa ada tangan Tuhan yang perkasa selalu menjaga dan melindungi kita semua,” tukasnya.

Silangen mengatakan, penyertaan dan perlindungan Tuhan selalu ada bagi setiap orang yang percaya. “Seperti firman yang tertulis pada Mazmur 91:14-17. Sungguh, hatinya melekat padaKu, maka Aku akan meluputkannya. Aku akan membentenginya, sebab dia mengenal namaKu. Bila dia berseru padaKu, Aku akan menjawabnya, Aku akan menyertai dalam kesesakan. Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur, akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan daripadaKu,” kunci wakil rakyat dapil Nusa Utara itu.

Selanjutnya terkait bencana badai yang terjadi di wilayah Talaud dan Sangihe, Silangen menegaskan, pemerintah provinsi harus ikut dalam hal penanggulangan bencana. “Saya sudah mendapat laporan dari warga di Talaud terkait kondisi terkini di sana. Kami berharap pemerintah provinsi bisa bergerak cepat, membantu masyarakat yang tertimpa bencana. Apalagi ada fasilitas ibadah yang ternyata ikut kena,” harapnya.

Di sisi lain, anggota DPRD Sulut Arthur Kotambunan ketika dimintai tanggapan mengatakan, kewaspadaan harus terus ditingkatkann mengingat cuaca ekstrem bisa datang kapan saja. “Saya rasa koordinasi dan sinergitas antar lembaga harus ditingkatkan. Pemda bersama BMKG harus berkoordinasi untuk bisa meminimalisir dampak negatif bencana. Karena memang tak ada satupun manusia yang menginginkan bencana terjadi,” tukas anggota Komisi I DPRD Sulut ini.

Dia melanjutkan, fasilitas pendukung dalam kaitan pencegahan dan penanggulangan bencana akibat alam harus jadi perhatian khusus. “Jangan sampai Sulut tak punya fasilitas memadai khusus pencegahan ataupun penanggulangan. Jadi walaupun saat ini kita sedang fokus dengan bencana non alam Covid-19, kitapun harus waspada dengan bencana alam yang bisa kapan saja datang,” kunci Kotambunan.(gel)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru