alexametrics
30.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Rusol, Pemprov Siapkan 400 Tempat Tidur Baru! 4 Lantai Asrama Haji Siap Tampung Suspek Positif Covid-19

MANADOPOST.ID – Lonjakan kasus baru Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dalam beberapa pekan terakhir, terjadi sangat drastis. Bahkan Sulut, mencatatkan ratusan pasien baru Covid-19, setiap hari di tiga pekan terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) sudah menyiapkan ‘payung’, atas segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi jika kasus terus naik. Rumah isolasi (Rusol) disiapkan Pemprov Sulut untuk menampung masyarakat yang terpapar suspek positif Covid-19. Tak main-main 4 lantai dari Asrama Haji yang berlokasi di Tuminting, Kota Manado, bakal digunakan untuk menjadi Rusol pasien Covid-19. Bahkan ada 258 tempat tidur yang disiapkan di Asrama Haji, untuk bisa dipakai sebagai Rusol suspek positif Covid-19. Pemakaian Asrama Haji telah disepakati Pemprov Sulut dan Kementerian Agama, dalam MoU pinjam pakai gedung.

Bahkan pinjam pakai gedung tersebut, telah ditandatangani langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), Senin (19/7) kemarin dengan pihak Kementerian Agama. Disiapkannya Asrama Haji sebagai Rusol, ditegaskan Gubernur OD, adalah bentuk antisipasi jika kasus Covid-19 melonjak. “Seperti ibarat sedia payung sebelum hujan, ini yang kita lakukan. Kita tentu berdoa agar Asrama Haji ini tidak dipakai. Artinya kasus penularan Covid-19 bisa segera turun. Namun sesuai kewajiban, kita harus menyiapkan Rusol, untuk mencegah semua kemungkinan terburuk di masa pandemik Covid-19 ini. Jangan sudah banyak, baru kita kelabakan,” tegasnya, saat diwawancarai koran ini.

Gubernur OD juga mengatakan bahwa, pihaknya saat ini telah menyiapkan 400 tempat tidur baru di beberapa Rusol, jika kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan. “Kita siapkan saat ini ada 400 tempat tidur baru. Itu berada di Asrama Haji, pusat pendidikan guru hingga Pusdiklat Pemprov. Itu sudah siap. 400 tempat tidur baru ini harus kita siapkan, menjaga-jaga jika kasus penularan Covid-19 melonjak. Karena itu masyarakat jangan panik, mari secara bersama-sama kita tangani pandemik Covid-19 ini. Untuk di rumah sakit, 30 persen harus disiapkan untuk pasien Covid-19. Jika perlu 60 persen. Itu untuk jaga-jaga. Tapi kita berdoa agar Covid-19 ini bisa segera selesai,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Sulut dr Debie Kalalo mengatakan bahwa, penggunaan Asrama Haji telah dilandasi dengan penandatanganan MoU penggunaan gedung menjadi Rusol Covid-19 Provinsi Sulut antara Pak Gubernur Sulut dan Kakanwil Agama Provinsi Sulut. “Tujuan dengan dibukanya rumah isolasi Covid-19 adalah untuk mengurangi percepatan pandemik Covid-19 kepada masyarakat yang ada di Sulut. Untuk di Asrama Haji sendiri, ada 86 kamar yang tersedia. Dalam satu kamar, bisa diisi 2-3 tempat tidur. Itu semua sudah siap,” katanya.

Kalalo juga mengatakan bahwa, jika ada masyarakat Sulut terpapar suspek positive Covid-19, yang harus diisolasi di Rusol terutama masyarakat yang melakukan perjalan dari luar daerah yang sudah disceerning oleh petugas di bandara, maka Asrama Haji bisa digunakan. “Dan Rusol saat ada beberapa yang sudah siap dan digunakan. Ya selesain di Asrama Haji ada juga yg di Bapelkes, Diklat Maumbi, Asrama Pusat Krisis Kesehatan yang berada di Taterusan, serta Rumah Sakit (RS) penanggulangan Covid-19 yang ada di Kitawaya. Nah di RS itu yang masuk ke sana adalah mereka-mereka yang mempunyai gejala. Nah sama seperti yang Pak Gubernur Olly Dondokambey sampaikan bahwa kita berdoa agar fasilitas ini tidak dipakai. Atau kasus Covid-19 cepat berlalu,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Lonjakan kasus baru Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dalam beberapa pekan terakhir, terjadi sangat drastis. Bahkan Sulut, mencatatkan ratusan pasien baru Covid-19, setiap hari di tiga pekan terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) sudah menyiapkan ‘payung’, atas segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi jika kasus terus naik. Rumah isolasi (Rusol) disiapkan Pemprov Sulut untuk menampung masyarakat yang terpapar suspek positif Covid-19. Tak main-main 4 lantai dari Asrama Haji yang berlokasi di Tuminting, Kota Manado, bakal digunakan untuk menjadi Rusol pasien Covid-19. Bahkan ada 258 tempat tidur yang disiapkan di Asrama Haji, untuk bisa dipakai sebagai Rusol suspek positif Covid-19. Pemakaian Asrama Haji telah disepakati Pemprov Sulut dan Kementerian Agama, dalam MoU pinjam pakai gedung.

Bahkan pinjam pakai gedung tersebut, telah ditandatangani langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), Senin (19/7) kemarin dengan pihak Kementerian Agama. Disiapkannya Asrama Haji sebagai Rusol, ditegaskan Gubernur OD, adalah bentuk antisipasi jika kasus Covid-19 melonjak. “Seperti ibarat sedia payung sebelum hujan, ini yang kita lakukan. Kita tentu berdoa agar Asrama Haji ini tidak dipakai. Artinya kasus penularan Covid-19 bisa segera turun. Namun sesuai kewajiban, kita harus menyiapkan Rusol, untuk mencegah semua kemungkinan terburuk di masa pandemik Covid-19 ini. Jangan sudah banyak, baru kita kelabakan,” tegasnya, saat diwawancarai koran ini.

Gubernur OD juga mengatakan bahwa, pihaknya saat ini telah menyiapkan 400 tempat tidur baru di beberapa Rusol, jika kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan. “Kita siapkan saat ini ada 400 tempat tidur baru. Itu berada di Asrama Haji, pusat pendidikan guru hingga Pusdiklat Pemprov. Itu sudah siap. 400 tempat tidur baru ini harus kita siapkan, menjaga-jaga jika kasus penularan Covid-19 melonjak. Karena itu masyarakat jangan panik, mari secara bersama-sama kita tangani pandemik Covid-19 ini. Untuk di rumah sakit, 30 persen harus disiapkan untuk pasien Covid-19. Jika perlu 60 persen. Itu untuk jaga-jaga. Tapi kita berdoa agar Covid-19 ini bisa segera selesai,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Sulut dr Debie Kalalo mengatakan bahwa, penggunaan Asrama Haji telah dilandasi dengan penandatanganan MoU penggunaan gedung menjadi Rusol Covid-19 Provinsi Sulut antara Pak Gubernur Sulut dan Kakanwil Agama Provinsi Sulut. “Tujuan dengan dibukanya rumah isolasi Covid-19 adalah untuk mengurangi percepatan pandemik Covid-19 kepada masyarakat yang ada di Sulut. Untuk di Asrama Haji sendiri, ada 86 kamar yang tersedia. Dalam satu kamar, bisa diisi 2-3 tempat tidur. Itu semua sudah siap,” katanya.

Kalalo juga mengatakan bahwa, jika ada masyarakat Sulut terpapar suspek positive Covid-19, yang harus diisolasi di Rusol terutama masyarakat yang melakukan perjalan dari luar daerah yang sudah disceerning oleh petugas di bandara, maka Asrama Haji bisa digunakan. “Dan Rusol saat ada beberapa yang sudah siap dan digunakan. Ya selesain di Asrama Haji ada juga yg di Bapelkes, Diklat Maumbi, Asrama Pusat Krisis Kesehatan yang berada di Taterusan, serta Rumah Sakit (RS) penanggulangan Covid-19 yang ada di Kitawaya. Nah di RS itu yang masuk ke sana adalah mereka-mereka yang mempunyai gejala. Nah sama seperti yang Pak Gubernur Olly Dondokambey sampaikan bahwa kita berdoa agar fasilitas ini tidak dipakai. Atau kasus Covid-19 cepat berlalu,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/