25.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Penjualan Produk di Sulut Bakal Terkoordinasi, Jaga Inflasi, Kendalikan Harga Komoditi

MANADOPOST.ID – Sampai saat ini, mekanisme penjualan produk baik pertanian maupun kelautan, belum terkontrol. Hal tersebut terjadi, karena belum ada regulasi juga sarana dan prasarana yang mendukung agar penjualan produk daerah, bisa satu pintu.

Namun ditegaskan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Jenny Karouw, bahwa kedepan semua penjualan produk komoditi daerah sudah akan terkoordinasi. Bahkan Jenny juga menegaskan bahwa, upaya tersebut telah dituangkan dalam usulan yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut. “Iya kedepan semua akan satu pintu penjualannya. Ini sangat penting menurut kita agar semua barang yang masuk dan keluar melalui satu pintu,” ungkap Karouw, saat dihubungi via WhatsApp, Minggu (15/8) kemarin.

Karouw juga mengatakan bahwa, untuk mendukung terciptanya penjualan produk yang terkoordinasi maka Pemprov Sulut sudah mengusulkan untuk pembangunan pasar induk. “Kan sampai saat ini kita hanya memiliki pasar tradisional. Namun kita sudah usulkan untuk adanya pasar induk. Karena kan saat ini, pedang ataupun petani dan nelayan langsung ke pasar tradisional. Dan kemungkinan pasar induk ini akan hadir pada tahun depan. Itu kita sudah sampaikan waktu lalu bahwa kita sudah siapkan. Anggaran juga sudah akan kita perjuangkan agar bisa didapatkan,” bebernya.

Dengan adanya pasar induk menurut Jenny, semua produsen baik pertanian maupun perikanan, langsung membawa barang ke pasar induk. “Nah nanti kemudian, para pedagang yang ambil barang dari pasar induk tersebut yang kemudian dijual ke pasar tradisional. Agar supaya pemerintah juga bisa mengendalikan harga. Agar supaya juga inflasi tidak dipermainkan. Akan sangat bagus jika Sulut ini memiliki pasar induk. Jadi semua terkontrol. Kedepannya pasar induk ini akan memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi di Sulut,” imbuhnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Jenny juga mengatakan bahwa, kedepan dengan menggunakan dana hibah dari Pemerintah Amerika, pihaknya bakal melakukan pembangunan gudang pendingin yang akan ditempatkan di pasar-pasar. “Saat ini kan tidak ada gudang pendingin di pasar-pasar tradisional. Karena itu, sayur-sayuran yang masuk pagi, pada sore hari sudah layu. Nah ini pentingnya gudang pendingin. Itu akan dibangun. Jadi semua stok yang ada di pasar bisa masuk dahulu ke gudang dan kemudian bisa dijual besok hari. Agar sayur-sayuran, kualitasnya bisa terjaga terus,” tuturnya.

Sementara itu, Pakar Pemerintahan Dr Alfons Kimbal menilai bahwa, gudang pendingin bagi pasar tradisional sangat penting. “Kalau sudah ada gudang pendingin dan pasar induk saya rasa akan sangat menguntungkan bagi daerah. Nah pemerintah harus bisa jemput bola dan menindaklanjuti akan hal ini. Kemudian siapkan regulasi-regulasi untuk bisa mengontrol semua harga dan pengoperasian pasar induk. Saya rasa ini akan sangat baik kedepannya. Lobi-lobi pemerintah ini harus terus berjalan. Agar realisasi bisa segera dilakukan,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Sampai saat ini, mekanisme penjualan produk baik pertanian maupun kelautan, belum terkontrol. Hal tersebut terjadi, karena belum ada regulasi juga sarana dan prasarana yang mendukung agar penjualan produk daerah, bisa satu pintu.

Namun ditegaskan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Jenny Karouw, bahwa kedepan semua penjualan produk komoditi daerah sudah akan terkoordinasi. Bahkan Jenny juga menegaskan bahwa, upaya tersebut telah dituangkan dalam usulan yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut. “Iya kedepan semua akan satu pintu penjualannya. Ini sangat penting menurut kita agar semua barang yang masuk dan keluar melalui satu pintu,” ungkap Karouw, saat dihubungi via WhatsApp, Minggu (15/8) kemarin.

Karouw juga mengatakan bahwa, untuk mendukung terciptanya penjualan produk yang terkoordinasi maka Pemprov Sulut sudah mengusulkan untuk pembangunan pasar induk. “Kan sampai saat ini kita hanya memiliki pasar tradisional. Namun kita sudah usulkan untuk adanya pasar induk. Karena kan saat ini, pedang ataupun petani dan nelayan langsung ke pasar tradisional. Dan kemungkinan pasar induk ini akan hadir pada tahun depan. Itu kita sudah sampaikan waktu lalu bahwa kita sudah siapkan. Anggaran juga sudah akan kita perjuangkan agar bisa didapatkan,” bebernya.

Dengan adanya pasar induk menurut Jenny, semua produsen baik pertanian maupun perikanan, langsung membawa barang ke pasar induk. “Nah nanti kemudian, para pedagang yang ambil barang dari pasar induk tersebut yang kemudian dijual ke pasar tradisional. Agar supaya pemerintah juga bisa mengendalikan harga. Agar supaya juga inflasi tidak dipermainkan. Akan sangat bagus jika Sulut ini memiliki pasar induk. Jadi semua terkontrol. Kedepannya pasar induk ini akan memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi di Sulut,” imbuhnya.

Jenny juga mengatakan bahwa, kedepan dengan menggunakan dana hibah dari Pemerintah Amerika, pihaknya bakal melakukan pembangunan gudang pendingin yang akan ditempatkan di pasar-pasar. “Saat ini kan tidak ada gudang pendingin di pasar-pasar tradisional. Karena itu, sayur-sayuran yang masuk pagi, pada sore hari sudah layu. Nah ini pentingnya gudang pendingin. Itu akan dibangun. Jadi semua stok yang ada di pasar bisa masuk dahulu ke gudang dan kemudian bisa dijual besok hari. Agar sayur-sayuran, kualitasnya bisa terjaga terus,” tuturnya.

Sementara itu, Pakar Pemerintahan Dr Alfons Kimbal menilai bahwa, gudang pendingin bagi pasar tradisional sangat penting. “Kalau sudah ada gudang pendingin dan pasar induk saya rasa akan sangat menguntungkan bagi daerah. Nah pemerintah harus bisa jemput bola dan menindaklanjuti akan hal ini. Kemudian siapkan regulasi-regulasi untuk bisa mengontrol semua harga dan pengoperasian pasar induk. Saya rasa ini akan sangat baik kedepannya. Lobi-lobi pemerintah ini harus terus berjalan. Agar realisasi bisa segera dilakukan,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/