30.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Isu Perlindungan Perempuan Digaungkan di Minut

MANADOPOST.ID – Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menjadi salah satu daerah yang dikunjungi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Republik Indonesia (RI) Bintang Puspayoga. Di Kabupaten Minut, Memberi Bintang Puspayoga menampung sejumlah aspirasi pegiat perlindungan perempuan dan anak.

Saat diwawancarai koran ini, Menteri PPA Bintang Puspayoga mengatakan bahwa, pihaknya bakal memasukan berbagai masukan dari dialog dengan pegiat perlindungan perempuan di Sulut, sebagai salah satu program prioritas Kementerian PPA di tahun 2022. “Yang kita bahas hari ini (kemarin, Red) lebih fokus ke lima isu pemberdayaan perempuan khususnya kewirausahaan yang berperspektif gender. Kita di Kementerian itu, terkait dengan pemberdayaan perempuan, kami fokus terhadap perempuan prasejahtera, perempuan kepala rumah tangga dan perempuan penyintas. Apakah dia penyintas kekerasan atau dia penyintas bencana,” tuturnya.

Kemudian menurut Menteri Bintang Puspayoga, dirinya serta pegiat perlindungan perempuan dan anak Sulut, juga membahas terkait bagaimana peran pengasuhan ibu dan keluarga dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Serta penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak dan penurunan serta pencegahan perkawinan anak. “Nah isu-isu perlindungan perempuan ini yang memang tadi digaungkan secara langsung kepada saya. Semangat teman-teman semua di Sulut sangat besar dalam upaya perlindungan perempuan dan anak. Kita akan melakukan koordinasi dengan pusat hingga desa, agar muaranya bisa ramah perempuan dan layak anak,” katanya.

Menteri Bintang Puspayoga juga memastikan bahwa semua masukan dan kebutuhan yang ada di Sulut, bakal diakomodir dalam program prioritas Kementerian PPA di tahun 2022. “Tahun depan pasti kita balik lagi untuk menindaklanjuti beberapa permintaan, masukan serta program-program Kementerian PPA. Saya sudah melihat banyak hal di Sulut ini. Dua hari saya melakukan kunjungan kerja, datang ke berbagai lokasi, dan banyak yang akan kita buat. Jadi masukan-masukan bapak ibu tadi, akan kita akomodir dalam berbagai program prioritas Kementerian. Terimakasih kepada semua pihak,” bebernya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Daerah Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos usai mendampingi menteri dalam semua kegiatan mengucapkan banyak terima kasih atas waktu dan perhatian Pemerintah Pusat kepada Tanah Bumi Nyiur Melambai. “Banyak sekali masukan-masukan dan arahan yang beliau sampaikan. Tentu ini akan sangat bermanfaat dalam menata arah pembangunan yang lebih melihat kesetaraan gender. Karena itu jajaran Pemprov Sulut dan masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada ibu Menteri PPA RI Bintang Puspayoga,” tuturnya.

dr Devi juga sapaan akrabnya mengatakan bahwa, dengan hadirnya menteri ke Sulut, membuktikan bahwa sinergitas antara pusat dan daerah terus berjalan secara baik. “Jadi program-program kita akan sinkron antara pusat dan daerah. Kunjungan ibu menteri ke Sulut selama dua hari, juga membuktikan bahwa Sulut ini spesial. Ya kita patut bersyukur karena kondisi ini. Dan tentu kita memiliki harapan yang sama, bahwa semua arahan dan instruksi presiden dalam upaya pemberdayaan perempuan, perlindungan, hingga menekan angka pekerja anak, dan angka perkawinan anak bisa terus terwujud di Provinsi Sulut,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menjadi salah satu daerah yang dikunjungi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Republik Indonesia (RI) Bintang Puspayoga. Di Kabupaten Minut, Memberi Bintang Puspayoga menampung sejumlah aspirasi pegiat perlindungan perempuan dan anak.

Saat diwawancarai koran ini, Menteri PPA Bintang Puspayoga mengatakan bahwa, pihaknya bakal memasukan berbagai masukan dari dialog dengan pegiat perlindungan perempuan di Sulut, sebagai salah satu program prioritas Kementerian PPA di tahun 2022. “Yang kita bahas hari ini (kemarin, Red) lebih fokus ke lima isu pemberdayaan perempuan khususnya kewirausahaan yang berperspektif gender. Kita di Kementerian itu, terkait dengan pemberdayaan perempuan, kami fokus terhadap perempuan prasejahtera, perempuan kepala rumah tangga dan perempuan penyintas. Apakah dia penyintas kekerasan atau dia penyintas bencana,” tuturnya.

Kemudian menurut Menteri Bintang Puspayoga, dirinya serta pegiat perlindungan perempuan dan anak Sulut, juga membahas terkait bagaimana peran pengasuhan ibu dan keluarga dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Serta penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak dan penurunan serta pencegahan perkawinan anak. “Nah isu-isu perlindungan perempuan ini yang memang tadi digaungkan secara langsung kepada saya. Semangat teman-teman semua di Sulut sangat besar dalam upaya perlindungan perempuan dan anak. Kita akan melakukan koordinasi dengan pusat hingga desa, agar muaranya bisa ramah perempuan dan layak anak,” katanya.

Menteri Bintang Puspayoga juga memastikan bahwa semua masukan dan kebutuhan yang ada di Sulut, bakal diakomodir dalam program prioritas Kementerian PPA di tahun 2022. “Tahun depan pasti kita balik lagi untuk menindaklanjuti beberapa permintaan, masukan serta program-program Kementerian PPA. Saya sudah melihat banyak hal di Sulut ini. Dua hari saya melakukan kunjungan kerja, datang ke berbagai lokasi, dan banyak yang akan kita buat. Jadi masukan-masukan bapak ibu tadi, akan kita akomodir dalam berbagai program prioritas Kementerian. Terimakasih kepada semua pihak,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Daerah Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos usai mendampingi menteri dalam semua kegiatan mengucapkan banyak terima kasih atas waktu dan perhatian Pemerintah Pusat kepada Tanah Bumi Nyiur Melambai. “Banyak sekali masukan-masukan dan arahan yang beliau sampaikan. Tentu ini akan sangat bermanfaat dalam menata arah pembangunan yang lebih melihat kesetaraan gender. Karena itu jajaran Pemprov Sulut dan masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada ibu Menteri PPA RI Bintang Puspayoga,” tuturnya.

dr Devi juga sapaan akrabnya mengatakan bahwa, dengan hadirnya menteri ke Sulut, membuktikan bahwa sinergitas antara pusat dan daerah terus berjalan secara baik. “Jadi program-program kita akan sinkron antara pusat dan daerah. Kunjungan ibu menteri ke Sulut selama dua hari, juga membuktikan bahwa Sulut ini spesial. Ya kita patut bersyukur karena kondisi ini. Dan tentu kita memiliki harapan yang sama, bahwa semua arahan dan instruksi presiden dalam upaya pemberdayaan perempuan, perlindungan, hingga menekan angka pekerja anak, dan angka perkawinan anak bisa terus terwujud di Provinsi Sulut,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/