24.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

Kantongi Izin Lengkap, Polresta Manado Dalami Penolakan Perumahan Subsidi di Desa Sea

MANADOPOST.ID – Polresta Manado kini sedang dalam tahap penyelidikan aksi penolakan Perumahan Subsidi Griya Sea Lestari 5 oleh pengembang PT Bangun Minanga Lestari (BML), yang dilakukan oleh sekelompok oknum masyarakat di Desa Sea Kabupaten Minahasa.

Sebelumnya diketahui sekelompok oknum masyarakat desa Sea terus melakukan aksi penolakan. Sesuai pantauan media, aksi penolakan dimulai sejak awal April 2021. Diketahui saat ini Polresta Manado melakukan pemeriksaan terhadap empat orang yang berinisial RP, LR, MP dan RT.

Berbagai aksi timbul atas kejadian tersebut seperti penutupan jalan umum akses masuk ke perumahan serta melakukan aksi pemberhentian pekerjaan dilokasi proyek. Hal tersebut pun saat ini sudah masuk dan sementara berproses di Polresta Manado. Ketika dimintai keterangan Kapolresta Manado melalui Kasat Reskrim Umum Kompol Taufiq Arifin membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan bahwa proses dalam penyelidikan dari penyidik. “Masih dalam proses penyelidikan dan laporan yang ada akan kita tindak lanjuti. Kami telah melakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan. Nanti akan ada pemeriksaan lanjutan,” ungkap perwira jebolan Akpol 2009.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Diketahui bahwa, Kamis (20/5) kemarin, sejumlah empat orang oknum masyarakat sudah dipanggil dan dimintai keterangan oleh pihak Polresta Manado. Aksi ini muncul lantaran menurut mereka adanya kawasan hutan, terdapat mata air, belum memiliki perizinan serta akan menimbulkan banjir, seperti pemberitaan beberapa media sebelumnya.

Hal ini pun sebetulnya sudah dijelaskan oleh Pemkab dan DPRD Minahasa dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan di Kantor DPRD Minahasa yang menyatakan bahwa lokasi proyek Griya Sea Lestari 5 oleh pengembang PT. Bangun Minanga Lestari dalam kondisi aman, karena sudah sesuai prosedur dan memiliki perizinan yang jelas. Sehingga proses pengerjaan perumahan subsidi tersebut tidak dapat diberhentikan.

Berbagai dokumen perizinan telah dipenuhi oleh pihak pengembang. Baik izin lokasi maupun izin lingkungan. Dokumen izin lingkungan juga dilengkapi dengan Amdal sebagai mana diuraikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Vicky Kaloh ketika ditemui diruang kerjanya pada beberapa hari yang lalu.

“Dari seluruh pertimbangan dan tahapan-tahapan prosedur lingkungan hidup semua telah memenuhi persyaratan, ada beberapa dokumen AMDAL, dimana yang pertama ialah kerangka acuan membuat seluruh rona awal, yang kedua ialah Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL). Setelah dilakukan analisis seluruh dampak lingkungan dari kawasan pembangunan tersebut menyusun Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) dan itu semua menjadi dasar,” tutupnya. Hingga saat ini aksi penolakan tersebut sedang didalami oleh Pihak Polresta Manado. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Polresta Manado kini sedang dalam tahap penyelidikan aksi penolakan Perumahan Subsidi Griya Sea Lestari 5 oleh pengembang PT Bangun Minanga Lestari (BML), yang dilakukan oleh sekelompok oknum masyarakat di Desa Sea Kabupaten Minahasa.

Sebelumnya diketahui sekelompok oknum masyarakat desa Sea terus melakukan aksi penolakan. Sesuai pantauan media, aksi penolakan dimulai sejak awal April 2021. Diketahui saat ini Polresta Manado melakukan pemeriksaan terhadap empat orang yang berinisial RP, LR, MP dan RT.

Berbagai aksi timbul atas kejadian tersebut seperti penutupan jalan umum akses masuk ke perumahan serta melakukan aksi pemberhentian pekerjaan dilokasi proyek. Hal tersebut pun saat ini sudah masuk dan sementara berproses di Polresta Manado. Ketika dimintai keterangan Kapolresta Manado melalui Kasat Reskrim Umum Kompol Taufiq Arifin membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan bahwa proses dalam penyelidikan dari penyidik. “Masih dalam proses penyelidikan dan laporan yang ada akan kita tindak lanjuti. Kami telah melakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan. Nanti akan ada pemeriksaan lanjutan,” ungkap perwira jebolan Akpol 2009.

Diketahui bahwa, Kamis (20/5) kemarin, sejumlah empat orang oknum masyarakat sudah dipanggil dan dimintai keterangan oleh pihak Polresta Manado. Aksi ini muncul lantaran menurut mereka adanya kawasan hutan, terdapat mata air, belum memiliki perizinan serta akan menimbulkan banjir, seperti pemberitaan beberapa media sebelumnya.

Hal ini pun sebetulnya sudah dijelaskan oleh Pemkab dan DPRD Minahasa dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan di Kantor DPRD Minahasa yang menyatakan bahwa lokasi proyek Griya Sea Lestari 5 oleh pengembang PT. Bangun Minanga Lestari dalam kondisi aman, karena sudah sesuai prosedur dan memiliki perizinan yang jelas. Sehingga proses pengerjaan perumahan subsidi tersebut tidak dapat diberhentikan.

Berbagai dokumen perizinan telah dipenuhi oleh pihak pengembang. Baik izin lokasi maupun izin lingkungan. Dokumen izin lingkungan juga dilengkapi dengan Amdal sebagai mana diuraikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Vicky Kaloh ketika ditemui diruang kerjanya pada beberapa hari yang lalu.

“Dari seluruh pertimbangan dan tahapan-tahapan prosedur lingkungan hidup semua telah memenuhi persyaratan, ada beberapa dokumen AMDAL, dimana yang pertama ialah kerangka acuan membuat seluruh rona awal, yang kedua ialah Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL). Setelah dilakukan analisis seluruh dampak lingkungan dari kawasan pembangunan tersebut menyusun Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) dan itu semua menjadi dasar,” tutupnya. Hingga saat ini aksi penolakan tersebut sedang didalami oleh Pihak Polresta Manado. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/