29.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

BNI-BML Makin Mesra, Akad Masal 250 KPR Sukses

MANADOPOST.ID – Komitmen BNI sebagai bank penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) rumah subsidi jelas terlihat dengan nyata. Hal ini setelah bank plat merah ini sukses menggelar kegiatan akad masal KPR subsidi, belum lama ini, bersama salah satu developer terkemuka di Sulawesi Utara (Sulut) yakni PT Bangun Minanga Lestari (BML).

Kegiatan yang dilangsungkan di Atrium Mantos 3 ini dihadiri langsung oleh Pemimpin BNI Wilayah 11 Sulutenggo Malut Koko Prawira Butar-Butar, Wakil Pemimpin Wilayah Yusmedi Resa, Founder sekaligus Komut PT BML Leopold Nicolaas, serta dari jajaran direksi Riedel Mongisidi, Claudia Nicolaas dan Micky Rori. Dalam Sambutanya Komut BML Leopold Nicolaas mengatakan bahwa PT BML merupakan perusahaan daerah yang sangat mendukung program sejuta rumah Presiden Jokowi.

“Dimana dalam pembangunanya BML sangat mengikuti standart pembangunan PUPR serta menargetkan 600 unit terakad dan terjual di tahun 2021. Jadi akad masal seperti ini sudah dilakukan 2 kali. Pertama pada Mei 2019 dengan jumlah yang terakad sebanyak 150 unit KPR. Dan ini yang kedua kali bekerjasama dengan BNI dengan akad masal 250 unit. Bahwa dengan situasi seperti ini, PT BML selalu mencari solusi bagaimana untuk mensiasati dan menciptakan produk yang saling menghidupkan satu sama lain. Dan KPR murah ini dengan kualitas tinggi adalah terobosan kita,” ungkapnya.

Bahkan Leopold mengatakan bahwa, saat ini PT BML ikut bersama dengan pemerintah dalam penanganan ekonomi yang lebih baik. “Karena itu mari kita bergandeng tangan, untuk membangun Sulut. Diera pandemik, dari beberapa provinsi, Sulut yang boleh tumbuh ekonominya. Mudah-mudahan kedepan bisa tumbuh, didalamnya ada PT BML yang ikut mendorong pertumbuhan ekonomi. Regulasi yang dibuat pemerintah, dan market yang kita ciptakan tidak bisa berbuat banyak tanpa dukungan perbankan. Karena itu saya sangat mengapresiasi atas sinergi yang terjalin antara BNI dan PT BML,” imbuhnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sementara itu, Pimpinan Wilayah BNI Sulutenggo Malut Koko Prawira Butar-Butar dalam sambutanya menjelaskan, bahwa di tahun 2021 BNI Wilayah 11 Manado menargetkan penyaluran KPR Sejahtera FLPP BNI Wilayah 11 (Suluttenggomalut) sebanyak 800 unit dengan nominal Rp124 miliar.

“Jadi hingga Mei 2021, realisasinya sudah mencapai 424 unit dengan nominal Rp62 miliar. Kali ini, kegiatan akad masal 250 unit KPR bersubsidi adalah bentuk dukungan BNI kepada pemerintah yaitu program sejuta rumah untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat Indonesia. BNI Cabang Utama Tomohon telah melakukan Kerjasama dengan PT BML selaku pengembang atau developer perumahan di Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Sulut,” sebutnya.

Ditempat yang sama, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulut Edison Humiang saat membacakan sambutan Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) mengatakan bahwa, Pemprov sangat merespon positif pelaksanaan akad masal 250 KPR bersubsidi tersebut. “Kita juga memberikan apresiasi kepada BNI dan PT BML yang telah bersinergi mendukung pembangunan daerah, khususnya pada sektor perumahan di Provinsi Sulut,” bebernya.

Menurut Gubernur OD, dalam pembangunan di Provinsi Sulut, terdapat permasalahan-permasalahan yang harus dibaca oleh Pemprov sebagai tantangan dan peluang untuk mencapai Sulut yang maju dan sejahtera sebagai pintu gerbang Indonesia ke Asia Pasifik. “Diantara permasalahan pembangunan yang berkaitan dengan aspek pelayanan dasar dan kesejahteraan sosial di Sulut. Salah satunya adalah capaian akases air minum layak, sanitasi layak serta permukiman layak huni dan berkelanjutan tinggi,” ucapnya.

Bahkan menurut Gubernur OD, kondisi ini mendorong Pemprov Sulut untuk memaksimalkan daya dan upaya guna menghasilkan semakin banyak permukiman layak huni. “Daya dan upaya yang dilakukan Pemprov Sulut untuk menghadirikan permukiman layak huni dilakukan dengan beberapa instrumen diantaranya ada program dan kegiatan yang telah terencana dalam RKPD Provinsi Sulut. Program kegiatan dimaksud merupakan stimulan bagi masuknya investasi dari pada pengembangan di bidang properti,” ujarnya.

Sebagai wakil Pemerintah Pusat di daerah, Gubernur OD mengatakan bahwa, Pemprov Sulut mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan upaya nyata guna menciptakan iklim yang sehat bagi investasi bidang properti di wilayah masing-masing. “Pemerintah di 15 kabupaten/kota harus memudahkan bahkan membantu mempercepat perizinan yang dibutuhkan guna memangkas biaya ekonomi tinggi dalam bisnis perumahan agar semakin banyak perumahan layak huni dengan harga terjangkau bagi masyarakat menengah kebawah,” perintah OD.

Dirinya juga mengatakan, dalam semua urusan perizinan, Pemprov menjamin tidak ada biaya tambahan maupun pungli dalam pengurusan. “Pemprov Sulut juga melakukan berbagai pendekatan ke Pemerintah Pusat guna diberikan beberapa fasilitas yang sangat bermanfaat diantaranya subsidi harga dan bunga rendah bagi masyarakat kurang mampu. Selama ini pendekatan-pendekatan yang dilakukan, dirasakan sangat efektif menghasilkan kebijakan-kebijakan yang bermanfaat dalam upaya memperbanyak hunian layak bagi masyarakat menengah kebawah,” tuturnya.

Pemprov Sulut juga menurut Gubernur OD, mengupayakan berbagai infrastruktur dasar yang diperlukan bagi pengembangan perumahan layak huni diantaranya akses jalan, air dan listrik. Hal ini ungkap Gubernur OD, dilakukan dengan berkolaborasi bersama pihak terkait sesuai batas-batas kewenangan yang ada. “Cara terbaik untuk mendorong terpenuhinya perumahan layak huni untuk masyarakat adalah dengan meningkatkan ekonomi masyarakat Sulut. Pemprov telah mengeluarkan sejumlah kebijakan guna memperbaiki taraf hidup masyarakat yaitu dari sisi pendapatan, dengan mengkaji Upah Minimum Provinsi (UMP) setiap tahun. Secara nasional, UMP Sulut berada di posisi ketiga tertinggi. Dan upaya lain yang kita lakukan adalah memacu kegiatan investasi agar terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” kuncinya.

Dalam pantauan media ini, kegiatan tersebut berlangsung sangat meriah. Apalagi dengan hadirnya komedian nasional Kiki Saputeri dan beberapa artis band daerah. Kehadiran Kiki sontak membuat kemeriahan acara semakin terlihat. Para undangan dan pengunjung tertawa terbahak-bahak. Diketahui bahwa inisiator kegiatan ini ialah Pemimpin BNI Cabang Utama Tomohon Dannel Kereh bersama dengan PT BML yang merupakan nasabah inti BNI Wilayah 11 Suluttenggo Malut. Hingga saat ini BML dan BNI Cabang Tomohon dibawah pimpinan Dannel Kereh telah berhasil mengakadkan ratusan unit rumah subsidi yang tersebar di Minahasa dan Tomohon. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Komitmen BNI sebagai bank penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) rumah subsidi jelas terlihat dengan nyata. Hal ini setelah bank plat merah ini sukses menggelar kegiatan akad masal KPR subsidi, belum lama ini, bersama salah satu developer terkemuka di Sulawesi Utara (Sulut) yakni PT Bangun Minanga Lestari (BML).

Kegiatan yang dilangsungkan di Atrium Mantos 3 ini dihadiri langsung oleh Pemimpin BNI Wilayah 11 Sulutenggo Malut Koko Prawira Butar-Butar, Wakil Pemimpin Wilayah Yusmedi Resa, Founder sekaligus Komut PT BML Leopold Nicolaas, serta dari jajaran direksi Riedel Mongisidi, Claudia Nicolaas dan Micky Rori. Dalam Sambutanya Komut BML Leopold Nicolaas mengatakan bahwa PT BML merupakan perusahaan daerah yang sangat mendukung program sejuta rumah Presiden Jokowi.

“Dimana dalam pembangunanya BML sangat mengikuti standart pembangunan PUPR serta menargetkan 600 unit terakad dan terjual di tahun 2021. Jadi akad masal seperti ini sudah dilakukan 2 kali. Pertama pada Mei 2019 dengan jumlah yang terakad sebanyak 150 unit KPR. Dan ini yang kedua kali bekerjasama dengan BNI dengan akad masal 250 unit. Bahwa dengan situasi seperti ini, PT BML selalu mencari solusi bagaimana untuk mensiasati dan menciptakan produk yang saling menghidupkan satu sama lain. Dan KPR murah ini dengan kualitas tinggi adalah terobosan kita,” ungkapnya.

Bahkan Leopold mengatakan bahwa, saat ini PT BML ikut bersama dengan pemerintah dalam penanganan ekonomi yang lebih baik. “Karena itu mari kita bergandeng tangan, untuk membangun Sulut. Diera pandemik, dari beberapa provinsi, Sulut yang boleh tumbuh ekonominya. Mudah-mudahan kedepan bisa tumbuh, didalamnya ada PT BML yang ikut mendorong pertumbuhan ekonomi. Regulasi yang dibuat pemerintah, dan market yang kita ciptakan tidak bisa berbuat banyak tanpa dukungan perbankan. Karena itu saya sangat mengapresiasi atas sinergi yang terjalin antara BNI dan PT BML,” imbuhnya.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah BNI Sulutenggo Malut Koko Prawira Butar-Butar dalam sambutanya menjelaskan, bahwa di tahun 2021 BNI Wilayah 11 Manado menargetkan penyaluran KPR Sejahtera FLPP BNI Wilayah 11 (Suluttenggomalut) sebanyak 800 unit dengan nominal Rp124 miliar.

“Jadi hingga Mei 2021, realisasinya sudah mencapai 424 unit dengan nominal Rp62 miliar. Kali ini, kegiatan akad masal 250 unit KPR bersubsidi adalah bentuk dukungan BNI kepada pemerintah yaitu program sejuta rumah untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat Indonesia. BNI Cabang Utama Tomohon telah melakukan Kerjasama dengan PT BML selaku pengembang atau developer perumahan di Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Sulut,” sebutnya.

Ditempat yang sama, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulut Edison Humiang saat membacakan sambutan Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) mengatakan bahwa, Pemprov sangat merespon positif pelaksanaan akad masal 250 KPR bersubsidi tersebut. “Kita juga memberikan apresiasi kepada BNI dan PT BML yang telah bersinergi mendukung pembangunan daerah, khususnya pada sektor perumahan di Provinsi Sulut,” bebernya.

Menurut Gubernur OD, dalam pembangunan di Provinsi Sulut, terdapat permasalahan-permasalahan yang harus dibaca oleh Pemprov sebagai tantangan dan peluang untuk mencapai Sulut yang maju dan sejahtera sebagai pintu gerbang Indonesia ke Asia Pasifik. “Diantara permasalahan pembangunan yang berkaitan dengan aspek pelayanan dasar dan kesejahteraan sosial di Sulut. Salah satunya adalah capaian akases air minum layak, sanitasi layak serta permukiman layak huni dan berkelanjutan tinggi,” ucapnya.

Bahkan menurut Gubernur OD, kondisi ini mendorong Pemprov Sulut untuk memaksimalkan daya dan upaya guna menghasilkan semakin banyak permukiman layak huni. “Daya dan upaya yang dilakukan Pemprov Sulut untuk menghadirikan permukiman layak huni dilakukan dengan beberapa instrumen diantaranya ada program dan kegiatan yang telah terencana dalam RKPD Provinsi Sulut. Program kegiatan dimaksud merupakan stimulan bagi masuknya investasi dari pada pengembangan di bidang properti,” ujarnya.

Sebagai wakil Pemerintah Pusat di daerah, Gubernur OD mengatakan bahwa, Pemprov Sulut mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan upaya nyata guna menciptakan iklim yang sehat bagi investasi bidang properti di wilayah masing-masing. “Pemerintah di 15 kabupaten/kota harus memudahkan bahkan membantu mempercepat perizinan yang dibutuhkan guna memangkas biaya ekonomi tinggi dalam bisnis perumahan agar semakin banyak perumahan layak huni dengan harga terjangkau bagi masyarakat menengah kebawah,” perintah OD.

Dirinya juga mengatakan, dalam semua urusan perizinan, Pemprov menjamin tidak ada biaya tambahan maupun pungli dalam pengurusan. “Pemprov Sulut juga melakukan berbagai pendekatan ke Pemerintah Pusat guna diberikan beberapa fasilitas yang sangat bermanfaat diantaranya subsidi harga dan bunga rendah bagi masyarakat kurang mampu. Selama ini pendekatan-pendekatan yang dilakukan, dirasakan sangat efektif menghasilkan kebijakan-kebijakan yang bermanfaat dalam upaya memperbanyak hunian layak bagi masyarakat menengah kebawah,” tuturnya.

Pemprov Sulut juga menurut Gubernur OD, mengupayakan berbagai infrastruktur dasar yang diperlukan bagi pengembangan perumahan layak huni diantaranya akses jalan, air dan listrik. Hal ini ungkap Gubernur OD, dilakukan dengan berkolaborasi bersama pihak terkait sesuai batas-batas kewenangan yang ada. “Cara terbaik untuk mendorong terpenuhinya perumahan layak huni untuk masyarakat adalah dengan meningkatkan ekonomi masyarakat Sulut. Pemprov telah mengeluarkan sejumlah kebijakan guna memperbaiki taraf hidup masyarakat yaitu dari sisi pendapatan, dengan mengkaji Upah Minimum Provinsi (UMP) setiap tahun. Secara nasional, UMP Sulut berada di posisi ketiga tertinggi. Dan upaya lain yang kita lakukan adalah memacu kegiatan investasi agar terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” kuncinya.

Dalam pantauan media ini, kegiatan tersebut berlangsung sangat meriah. Apalagi dengan hadirnya komedian nasional Kiki Saputeri dan beberapa artis band daerah. Kehadiran Kiki sontak membuat kemeriahan acara semakin terlihat. Para undangan dan pengunjung tertawa terbahak-bahak. Diketahui bahwa inisiator kegiatan ini ialah Pemimpin BNI Cabang Utama Tomohon Dannel Kereh bersama dengan PT BML yang merupakan nasabah inti BNI Wilayah 11 Suluttenggo Malut. Hingga saat ini BML dan BNI Cabang Tomohon dibawah pimpinan Dannel Kereh telah berhasil mengakadkan ratusan unit rumah subsidi yang tersebar di Minahasa dan Tomohon. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/