alexametrics
25.4 C
Manado
Sabtu, 28 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

HEBAT! Tahun Ini Herson Mayulu Berhasil Boyong Rp 57 Miliar untuk Program P3TGAI di Sulut

MANADOPOT.ID – Anggota Komisi V DPR RI, H Herson Mayulu SIP membuka dengan resmi kegiatan Sosialisasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi Tersier (P3TGAI) se-Sulawesi Utara (Sulut) yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai 1 Sulut, melalui online meeting, Selasa (22/2/2022).

Dalam sambutannya, Herson menyampaikan bahwa P3TGAI adalah program aspirasi yang diperjuangkannya melalui Kementerian PUPR selaku mitra kerja komisi V DPR sejak 2020. Dan tahun ini Sulut kecipratan anggaran Rp 57,337 miliar.

“Tahun ini adalah tahun ketiga selama saya di DPR bersama Kementerian PUPR program ini sudah berjalan. Dan untuk tahun 2022 Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 57,337 miliar yang terdistribusi di Sulawesi Utara untuk program ini dengan mendapatkan kuota di 295 lokasi penerima P3TGAI,” ungkap Herson.

Mantan Bupati Bolaang Mongondow Selatan dua periode ini juga menjelaskan, awalnya pagu indikatif Kementerian PUPR sebesar Rp 170 triliun. Itu cukup besar untuk membangun infrastruktur di Indonesia.

“Namun ada pengurangan anggaran sehingga hanya menjadi kurang lebih Rp 100 triliun. Pengurangan anggaran (refokusing) karena pandemi Covid-19 inilah menyebabkan banyak program yang dihentikan sementara, termasuk beberapa program padat karya lainnya,” tambahnya.

Dia juga mengingatkan kepala desa dan kelompok penerima P3TGAI agar tetap solid dalam melakukan koordinasi di tingkat lapangan. Mengingat ada banyak laporan yang masuk bahwa masih ada pertentangan antara kepala desa dan kelompok P3A itu sendiri.

Olehnya, menurut Herson, perlunya kesepahaman bersama antara pemerintah desa dan kelompok P3A sebagai pelaksana di lapangan sehingga kegiatan ini dapat berjalan baik dan optimal.

“P3TGAI adalah program aspirasi yang pelaksanaannya melalui kelompok P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air). Pekerjaan infrastrukturnya berupa saluran irigasi kecil dengan panjang kurang lebih 270 meter, jenis pengelolaannya adalah padat karya dan tidak boleh di pindah tangan kan ke pihak ketiga, harus kelompok yang mengerjakannya. Saya juga berharap agar kelompok bisa memanfaatkan masyarakat sekitar sebagai pekerja sehingga konsep padat karya bisa terealisasi dengan baik dan tepat. Dan tentunya secara bersamaan program ini dapat membantu pemulihan perekonomian masyarakat setempat di tengah pandemi yang belum berakhir saat ini. Saya juga meminta agar kepala daerah baik bupati dan wali kota agar lebih proaktif lagi memperhatikan pemeliharaan infrastruktur P3TGAI ini sehingga pemanfaatannya bisa bertahan lama mengingat setelah selesai pembangunan irigasi ini akan di serahkan pemanfaatan lanjutannya ke pemerintah desa setempat, ” sambung Anggota Fraksi PDIP ini.

MANADOPOT.ID – Anggota Komisi V DPR RI, H Herson Mayulu SIP membuka dengan resmi kegiatan Sosialisasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi Tersier (P3TGAI) se-Sulawesi Utara (Sulut) yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai 1 Sulut, melalui online meeting, Selasa (22/2/2022).

Dalam sambutannya, Herson menyampaikan bahwa P3TGAI adalah program aspirasi yang diperjuangkannya melalui Kementerian PUPR selaku mitra kerja komisi V DPR sejak 2020. Dan tahun ini Sulut kecipratan anggaran Rp 57,337 miliar.

“Tahun ini adalah tahun ketiga selama saya di DPR bersama Kementerian PUPR program ini sudah berjalan. Dan untuk tahun 2022 Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 57,337 miliar yang terdistribusi di Sulawesi Utara untuk program ini dengan mendapatkan kuota di 295 lokasi penerima P3TGAI,” ungkap Herson.

Mantan Bupati Bolaang Mongondow Selatan dua periode ini juga menjelaskan, awalnya pagu indikatif Kementerian PUPR sebesar Rp 170 triliun. Itu cukup besar untuk membangun infrastruktur di Indonesia.

“Namun ada pengurangan anggaran sehingga hanya menjadi kurang lebih Rp 100 triliun. Pengurangan anggaran (refokusing) karena pandemi Covid-19 inilah menyebabkan banyak program yang dihentikan sementara, termasuk beberapa program padat karya lainnya,” tambahnya.

Dia juga mengingatkan kepala desa dan kelompok penerima P3TGAI agar tetap solid dalam melakukan koordinasi di tingkat lapangan. Mengingat ada banyak laporan yang masuk bahwa masih ada pertentangan antara kepala desa dan kelompok P3A itu sendiri.

Olehnya, menurut Herson, perlunya kesepahaman bersama antara pemerintah desa dan kelompok P3A sebagai pelaksana di lapangan sehingga kegiatan ini dapat berjalan baik dan optimal.

“P3TGAI adalah program aspirasi yang pelaksanaannya melalui kelompok P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air). Pekerjaan infrastrukturnya berupa saluran irigasi kecil dengan panjang kurang lebih 270 meter, jenis pengelolaannya adalah padat karya dan tidak boleh di pindah tangan kan ke pihak ketiga, harus kelompok yang mengerjakannya. Saya juga berharap agar kelompok bisa memanfaatkan masyarakat sekitar sebagai pekerja sehingga konsep padat karya bisa terealisasi dengan baik dan tepat. Dan tentunya secara bersamaan program ini dapat membantu pemulihan perekonomian masyarakat setempat di tengah pandemi yang belum berakhir saat ini. Saya juga meminta agar kepala daerah baik bupati dan wali kota agar lebih proaktif lagi memperhatikan pemeliharaan infrastruktur P3TGAI ini sehingga pemanfaatannya bisa bertahan lama mengingat setelah selesai pembangunan irigasi ini akan di serahkan pemanfaatan lanjutannya ke pemerintah desa setempat, ” sambung Anggota Fraksi PDIP ini.

Most Read

Artikel Terbaru

/