29.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

‘Festival Bumi Kilu’ BWSS I–Pemkot Manado Kampanyekan Upaya Menjaga Kelestarian Sumber Daya Air

MANADOPOST.ID—Festival Bumi Kilu merupakan Kegiatan Kolaborasi Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) dalam mengkampanyekan pentingnya Melestarikan Sumber Daya Air oleh seluruh masyarakat di Kota Manado serangkaian dengan HUT Ibu Kota Nyiur Malambai ke 399 Tahun.

Melalui Festival Bumi Kilu, Walikota Manado berharap agar hal ini menjadi Agen Perubahan terhadap perilaku warga agar hidup bersih dan membuang sampah pada tempatnya.

“Menjaga Sumber Daya Air, utamanya jangan membuang sampah. Karena banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Saya berharap kegiatan seperti ini menjadi sarana informasi dan menjadi agen perubahan agar kita dapat meningkatkan kebersihan di Kota Manado,” kata Walikota Manado.

Dalam Kegiatan Pembukaan Festival Bumi Kilu, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) I Komang Sudana melalui Kepala Seksi OP-SDA Viviane Panelewen juga turut mengkampanyekan upaya Pelestarian Sumber Daya Air meliputi sosialisasi akan bahaya dari kerusakan ekosistem air dan sumber daya air.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Karena itu, untuk menjaga kualitas air perlu dibentuk pemahaman dan kesadaran agar masyarakat dapat bertanggung jawab dan memberikan kontribusi terhadap upaya melindungi Sumber daya air,” papar Penelewen.

Penyiraman Eco-enzyme untuk mengurangi tingkat pencemaran di air sungai.

Adapun serangkaian kegiatan Festival Bumi Kilu juga dilaksanakan penanaman pohon kayu mahoni sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sumberdaya air di Sungai Kilu serta penandatanganan Prasasti Pencanangan Taman Literasi dan Roemah Batja Kacino Bumi Kilu Kelurahan Paniki I sebagai Kawasan Wisata Sungai Rumah Anak.

Sebelumnya kegiatan Festival juga diawali dengan lomba menggambar dan mewarnai yang diikuti oleh anak-anak TK/Paud di Kelurahan Paniki I. Usai penanaman pohon, kegiatan dilanjutkan dengan penyiraman Eco-enzyme di Sungai Kilu, serta diskusi terkait pengelolaan sampah dan pencanangan kawasan wisata sungai oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado M Lieke Kembuan dan Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kota Manado Hesti.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Satker OP-SDA Iskandar Rahim, Kepala Bapelitbangda Manado Liny Tambajong, Camat Mapenget, Lurah serta masyarakat Kelurahan Paniki I, Tim Skolah Kuala, Kelompok Pecinta Sungai, Komunitas Eco-enzyme serta pegawai/staf Satker OP-SDA. (des)

MANADOPOST.ID—Festival Bumi Kilu merupakan Kegiatan Kolaborasi Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) dalam mengkampanyekan pentingnya Melestarikan Sumber Daya Air oleh seluruh masyarakat di Kota Manado serangkaian dengan HUT Ibu Kota Nyiur Malambai ke 399 Tahun.

Melalui Festival Bumi Kilu, Walikota Manado berharap agar hal ini menjadi Agen Perubahan terhadap perilaku warga agar hidup bersih dan membuang sampah pada tempatnya.

“Menjaga Sumber Daya Air, utamanya jangan membuang sampah. Karena banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Saya berharap kegiatan seperti ini menjadi sarana informasi dan menjadi agen perubahan agar kita dapat meningkatkan kebersihan di Kota Manado,” kata Walikota Manado.

Dalam Kegiatan Pembukaan Festival Bumi Kilu, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) I Komang Sudana melalui Kepala Seksi OP-SDA Viviane Panelewen juga turut mengkampanyekan upaya Pelestarian Sumber Daya Air meliputi sosialisasi akan bahaya dari kerusakan ekosistem air dan sumber daya air.

“Karena itu, untuk menjaga kualitas air perlu dibentuk pemahaman dan kesadaran agar masyarakat dapat bertanggung jawab dan memberikan kontribusi terhadap upaya melindungi Sumber daya air,” papar Penelewen.

Penyiraman Eco-enzyme untuk mengurangi tingkat pencemaran di air sungai.

Adapun serangkaian kegiatan Festival Bumi Kilu juga dilaksanakan penanaman pohon kayu mahoni sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sumberdaya air di Sungai Kilu serta penandatanganan Prasasti Pencanangan Taman Literasi dan Roemah Batja Kacino Bumi Kilu Kelurahan Paniki I sebagai Kawasan Wisata Sungai Rumah Anak.

Sebelumnya kegiatan Festival juga diawali dengan lomba menggambar dan mewarnai yang diikuti oleh anak-anak TK/Paud di Kelurahan Paniki I. Usai penanaman pohon, kegiatan dilanjutkan dengan penyiraman Eco-enzyme di Sungai Kilu, serta diskusi terkait pengelolaan sampah dan pencanangan kawasan wisata sungai oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado M Lieke Kembuan dan Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kota Manado Hesti.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Satker OP-SDA Iskandar Rahim, Kepala Bapelitbangda Manado Liny Tambajong, Camat Mapenget, Lurah serta masyarakat Kelurahan Paniki I, Tim Skolah Kuala, Kelompok Pecinta Sungai, Komunitas Eco-enzyme serta pegawai/staf Satker OP-SDA. (des)

Most Read

Artikel Terbaru

/