27.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Pemprov Gandeng Lion Grup, Siapkan PCR Murah

MANADOPOST.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) saat ini telah menyiapkan laboratorium PCR di RSUD OD-SK Provinsi. Laboratorium PCR tersebut disiapkan untuk kegiatan tracking serta untuk kegiatan komersial. Usai ditetapkan tarif sebesar 490 ribu oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), kini Pemprov Sulut melakukan terobosan dengan menggandeng Lion Grup untuk menyiapkan harga PCR yang lebih murah.

Saat dikonfirmasi koran ini, Minggu (22/8) kemarin, Direktur RSUD OD-SK Provinsi Sulut Inggrid Giroth, membenarkan hal tersebut. Menurut Giroth, harga PCR sesuai hasil kerjasama dengan Lion Grup sebesar 345 ribu. “Itu bisa didapat jika pakai maskapai Lion Grup, bisa beli voucer 345 ribu. Nah untuk maskapai lain, akan menyusul. Kita juga akan menggandeng mereka dalam kegiatan PCR murah ini. Namun saat ini yang sudah melakukan kerjasama dengan Pemprov Sulut itu adalah Lion Grup. Harga yang telah kita sepakati sudah seperti itu,” tuturnya.

Sementara itu, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro juga membenarkan adanya kemitraan dengan RSUD OD-SK Provinsi Sulut. “Itu adalah kerja sama menyediakan uji kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yaitu menambahkan layanan Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Dan untuk RT-PCR sebesar 335.000 dan RDT-Antigen 35.000. Layanan dimaksud akan mengakomodir kebutuhan setiap calon penumpang Lion Air Group,” ungkapnya.

Danang juga mengatakan bahwa, ini berlaku untuk penerbangan Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), dan Batik Air (kode penerbangan ID). Danang juga mengatakan, kerja sama Lion Air Group dan RSUD OD-SK dimulai layanan Rapid Diagnostic Test Antigen (RDT-Antigen) sejak 22 Juni 2021 lalu. “Pengambilan sampel RT-PCR dan RDT-Antigen tetap dilakukan di UMKM Jendela Indonesia yang berlokasi di Jalan Piere Tendean No.19, Sario Tumpaan, Kecamatan Sario, Kota Manado oleh RSUD ODSK dengan waktu pelayanan setiap hari pukul 09.00–16.00 Wita, libur nasional tetap dibuka pelayanan,” terangnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Danang juga mengatakan bahwa, pelaksanaan uji kesehatan tetap berjalan menurut pedoman Protokol kesehatan (Prokes), sesuai apa yang telah dijalankan oleh Lion Air Group dan fasilitas kesehatan, masa berlaku menurut ketentuan yang telah diterbitkan dan diberlakukan. “Hasil uji akan keluar rata-rata 1×24 jam setelah sampel RT-PCR diterima oleh laboratorium. Hasil tes RT-PCR menggunakan metode thermal cycler (teknik amplifikasi DNA), pemeriksaan (pengujian) sampel terpusat di C319 Laboratorium Biomolekuler FK Unsrat, Laboratorium terafiliasi Kementerian Kesehatan,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey memastikan bahwa, laboratorium PCR tersebut, bakal digunakan secara komersil dan bisa diakses masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar daerah. “Laboratorium PCR yang ada di RSUD Provinsi Sulut ini, khusus untuk melayani kegiatan komersil. Tetapi harganya sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi. Dimana sesuai instruksi, harga tertinggi 490 ribu rupiah. Jadi tidak boleh lebih dari itu. Harga PCR harus murah dan dapat diakses masyarakat secara umum. Kita melayani orang-orang yang biasanya melakukan perjalanan keluar daerah. Sebagai syarat untuk terbang atau melakukan perjalanan,” tuturnya.

Gubernur OD juga mengatakan bahwa, diberikannya harga murah, agar supaya masyarakat tidak diberatkan atau diambil harga yang tinggi. “Sesuai instruksi presiden seperti itu. Tidak boleh diambil harga yang tinggi untuk masyarakat. Mau cepat 3 atau 4 jam sudah langsung keluar, harganya harus seperti itu. Dan di laboratorium ini, akan mampu memproses 500 sampel pemeriksaan. Nah kalau untuk kegiatan tracking atau masalah pemeriksaan penanganan pandemik Covid-19 itu gratis. Semua biaya ditanggung Pemprov Sulut,” jelasnya.

Gubernur OD juga mengatakan bahwa, laboratorium PCR bisa melayani untuk pihak swasta yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan. “Jadi misalnya ada perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Provinsi Sulut, membutuhkan PCR. Nah disini kita siapkan laboratoriumnya. Dan kedepannya laboratorium PCR ini akan bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Provinsi Sulut. Tapi pasti PAD tidak akan terlalu banyak, karena kan ini murah. Sesuai dengan tarif yang ditentukan Pak Presiden Jokowi. Itu hanya akan mengganti biaya-biaya laboratorium. Jadi intinya ini untuk mempermudah dan meringankan masyarakat,” tutupnya. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) saat ini telah menyiapkan laboratorium PCR di RSUD OD-SK Provinsi. Laboratorium PCR tersebut disiapkan untuk kegiatan tracking serta untuk kegiatan komersial. Usai ditetapkan tarif sebesar 490 ribu oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), kini Pemprov Sulut melakukan terobosan dengan menggandeng Lion Grup untuk menyiapkan harga PCR yang lebih murah.

Saat dikonfirmasi koran ini, Minggu (22/8) kemarin, Direktur RSUD OD-SK Provinsi Sulut Inggrid Giroth, membenarkan hal tersebut. Menurut Giroth, harga PCR sesuai hasil kerjasama dengan Lion Grup sebesar 345 ribu. “Itu bisa didapat jika pakai maskapai Lion Grup, bisa beli voucer 345 ribu. Nah untuk maskapai lain, akan menyusul. Kita juga akan menggandeng mereka dalam kegiatan PCR murah ini. Namun saat ini yang sudah melakukan kerjasama dengan Pemprov Sulut itu adalah Lion Grup. Harga yang telah kita sepakati sudah seperti itu,” tuturnya.

Sementara itu, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro juga membenarkan adanya kemitraan dengan RSUD OD-SK Provinsi Sulut. “Itu adalah kerja sama menyediakan uji kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yaitu menambahkan layanan Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Dan untuk RT-PCR sebesar 335.000 dan RDT-Antigen 35.000. Layanan dimaksud akan mengakomodir kebutuhan setiap calon penumpang Lion Air Group,” ungkapnya.

Danang juga mengatakan bahwa, ini berlaku untuk penerbangan Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), dan Batik Air (kode penerbangan ID). Danang juga mengatakan, kerja sama Lion Air Group dan RSUD OD-SK dimulai layanan Rapid Diagnostic Test Antigen (RDT-Antigen) sejak 22 Juni 2021 lalu. “Pengambilan sampel RT-PCR dan RDT-Antigen tetap dilakukan di UMKM Jendela Indonesia yang berlokasi di Jalan Piere Tendean No.19, Sario Tumpaan, Kecamatan Sario, Kota Manado oleh RSUD ODSK dengan waktu pelayanan setiap hari pukul 09.00–16.00 Wita, libur nasional tetap dibuka pelayanan,” terangnya.

Danang juga mengatakan bahwa, pelaksanaan uji kesehatan tetap berjalan menurut pedoman Protokol kesehatan (Prokes), sesuai apa yang telah dijalankan oleh Lion Air Group dan fasilitas kesehatan, masa berlaku menurut ketentuan yang telah diterbitkan dan diberlakukan. “Hasil uji akan keluar rata-rata 1×24 jam setelah sampel RT-PCR diterima oleh laboratorium. Hasil tes RT-PCR menggunakan metode thermal cycler (teknik amplifikasi DNA), pemeriksaan (pengujian) sampel terpusat di C319 Laboratorium Biomolekuler FK Unsrat, Laboratorium terafiliasi Kementerian Kesehatan,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey memastikan bahwa, laboratorium PCR tersebut, bakal digunakan secara komersil dan bisa diakses masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar daerah. “Laboratorium PCR yang ada di RSUD Provinsi Sulut ini, khusus untuk melayani kegiatan komersil. Tetapi harganya sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi. Dimana sesuai instruksi, harga tertinggi 490 ribu rupiah. Jadi tidak boleh lebih dari itu. Harga PCR harus murah dan dapat diakses masyarakat secara umum. Kita melayani orang-orang yang biasanya melakukan perjalanan keluar daerah. Sebagai syarat untuk terbang atau melakukan perjalanan,” tuturnya.

Gubernur OD juga mengatakan bahwa, diberikannya harga murah, agar supaya masyarakat tidak diberatkan atau diambil harga yang tinggi. “Sesuai instruksi presiden seperti itu. Tidak boleh diambil harga yang tinggi untuk masyarakat. Mau cepat 3 atau 4 jam sudah langsung keluar, harganya harus seperti itu. Dan di laboratorium ini, akan mampu memproses 500 sampel pemeriksaan. Nah kalau untuk kegiatan tracking atau masalah pemeriksaan penanganan pandemik Covid-19 itu gratis. Semua biaya ditanggung Pemprov Sulut,” jelasnya.

Gubernur OD juga mengatakan bahwa, laboratorium PCR bisa melayani untuk pihak swasta yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan. “Jadi misalnya ada perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Provinsi Sulut, membutuhkan PCR. Nah disini kita siapkan laboratoriumnya. Dan kedepannya laboratorium PCR ini akan bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Provinsi Sulut. Tapi pasti PAD tidak akan terlalu banyak, karena kan ini murah. Sesuai dengan tarif yang ditentukan Pak Presiden Jokowi. Itu hanya akan mengganti biaya-biaya laboratorium. Jadi intinya ini untuk mempermudah dan meringankan masyarakat,” tutupnya. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/