29.4 C
Manado
Minggu, 3 Juli 2022

Dua KEK di Sulut Dapat Perhatian Pusat, Akhir Tahun KEK Pariwisata Tanjung Pulisan Tuntas

MANADOPOST.ID – Perkembangan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali mendapatkan perhatian Pemerintah Pusat. Baik KEK Bitung, maupun KEK Pariwisata Tanjung Pulisan. Bahkan dua KEK tersebut, sedang digenjot Pemerintah Pusat agar bisa secepatnya selesai.

Saat dikonfirmasi koran ini, Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) mengatakan bahwa, rapat dengan Pemerintah Pusat terkait perkembangan KEK telah dilakukan. Dan menurut Gubernur OD, bahwa pihaknya telah memaparkan tentang strategi pengolahan lahan di KEK Bitung, dan 19 perusahan dalam area KEK Bitung, yang bergerak dalam bidang usaha logistik, perikanan, perkebunan dan energi. “Juga kita telah memaparkan perkembangan Pulisan Bay, KEK Likupang yang mengacu pada konsep smart and sustainable tourism yang mengangkat tentang alam dan kebudayaan Sulut. Itu semua telah direspon baik Pemerintah Pusat,” tuturnya.

Gubernur OD juga mengatakan bahwa, kondisi pembangunan KEK Likupang sudah hampir 70 persen selesai. “Mudah-mudahan akhir tahun ini tuntas semua sehingga investor akan lebih gampang untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya membangun KEK yang ada di KEK Likupang. Dan Pemprov Sulut serta Pemkab Minut saat ini sedang gencar mempromosikan KEK Likupang dengan mengadakan beberapa kegiatan. Namun dengan kondisi pandemik ini mengakibatkan banyak hal yang terhambat menyangkut pariwisata. Tapi kita tetap optimis menjalankan sesuai protokol kesehatan, sehingga masyarakat dan para investor tetap mengenal Sulut,” ujarnya.

Selanjutnya untuk KEK Bitung menurut Gubernur OD, bahwa ada kendala yang dihadapi yakni menyangkut regulasi yang ada di Pemerintah Pusat. “Akan lebih mempercepat kalau Dewan Nasional KEK dapat memberikan masukan kepada Menko Perekonomian sehingga regulasi-regulasi bisa lebih mempermudah pembangunannya. KEK Bitung ini menyangkut perhubungan dan perizinan yang ada di KKP dan Kementerian Perdagangan. Tiga hal ini yang kami mohon supaya secepatnya ditangani. Sehingga KEK Bitung ini bisa berjalan dengan baik. Karena para partner strategis sebentar lagi, walaupun dalam kondisi Covid-19, mereka sudah berkunjung ke Sulut. Tinggal kita lakukan beauty contest sehingga kegiatan KEK Bitung ini bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sementara itu, Sekretaris Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Enoh Suharto Pranoto menyampaikan beberapa hal hasil evaluasi pembangunan KEK di Sulut. “Mulai dari perlu meningkatkan kinerja manajemen badan usaha di KEK Bitung dalam rangka menghadirkan investasi. Juga perlu meningkatkan manajemen operasional KEK Likupang sehingga pembangunan dapat terlaksana dengan baik. Dewan Nasional merekomendasikan kepada Dewan Kawasan untuk ditingkatkan manajemen operasionalnya sehingga betul-betul rencana aksi itu bisa dilaksanakan sesuai dengan target. Untuk masalah-masalah lain, saya sudah akan sampaikan agar bisa dirapatkan guna menggenjot dua KEK yang ada di Sulut,” tutupnya. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Perkembangan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali mendapatkan perhatian Pemerintah Pusat. Baik KEK Bitung, maupun KEK Pariwisata Tanjung Pulisan. Bahkan dua KEK tersebut, sedang digenjot Pemerintah Pusat agar bisa secepatnya selesai.

Saat dikonfirmasi koran ini, Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) mengatakan bahwa, rapat dengan Pemerintah Pusat terkait perkembangan KEK telah dilakukan. Dan menurut Gubernur OD, bahwa pihaknya telah memaparkan tentang strategi pengolahan lahan di KEK Bitung, dan 19 perusahan dalam area KEK Bitung, yang bergerak dalam bidang usaha logistik, perikanan, perkebunan dan energi. “Juga kita telah memaparkan perkembangan Pulisan Bay, KEK Likupang yang mengacu pada konsep smart and sustainable tourism yang mengangkat tentang alam dan kebudayaan Sulut. Itu semua telah direspon baik Pemerintah Pusat,” tuturnya.

Gubernur OD juga mengatakan bahwa, kondisi pembangunan KEK Likupang sudah hampir 70 persen selesai. “Mudah-mudahan akhir tahun ini tuntas semua sehingga investor akan lebih gampang untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya membangun KEK yang ada di KEK Likupang. Dan Pemprov Sulut serta Pemkab Minut saat ini sedang gencar mempromosikan KEK Likupang dengan mengadakan beberapa kegiatan. Namun dengan kondisi pandemik ini mengakibatkan banyak hal yang terhambat menyangkut pariwisata. Tapi kita tetap optimis menjalankan sesuai protokol kesehatan, sehingga masyarakat dan para investor tetap mengenal Sulut,” ujarnya.

Selanjutnya untuk KEK Bitung menurut Gubernur OD, bahwa ada kendala yang dihadapi yakni menyangkut regulasi yang ada di Pemerintah Pusat. “Akan lebih mempercepat kalau Dewan Nasional KEK dapat memberikan masukan kepada Menko Perekonomian sehingga regulasi-regulasi bisa lebih mempermudah pembangunannya. KEK Bitung ini menyangkut perhubungan dan perizinan yang ada di KKP dan Kementerian Perdagangan. Tiga hal ini yang kami mohon supaya secepatnya ditangani. Sehingga KEK Bitung ini bisa berjalan dengan baik. Karena para partner strategis sebentar lagi, walaupun dalam kondisi Covid-19, mereka sudah berkunjung ke Sulut. Tinggal kita lakukan beauty contest sehingga kegiatan KEK Bitung ini bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Enoh Suharto Pranoto menyampaikan beberapa hal hasil evaluasi pembangunan KEK di Sulut. “Mulai dari perlu meningkatkan kinerja manajemen badan usaha di KEK Bitung dalam rangka menghadirkan investasi. Juga perlu meningkatkan manajemen operasional KEK Likupang sehingga pembangunan dapat terlaksana dengan baik. Dewan Nasional merekomendasikan kepada Dewan Kawasan untuk ditingkatkan manajemen operasionalnya sehingga betul-betul rencana aksi itu bisa dilaksanakan sesuai dengan target. Untuk masalah-masalah lain, saya sudah akan sampaikan agar bisa dirapatkan guna menggenjot dua KEK yang ada di Sulut,” tutupnya. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/