alexametrics
27.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Lagi, Jalan Manado-Tomohon Nyaris Makan Korban

TOMOHON- Belum lama berselang kejadian bencana alam menimpa hampir sebagian besar daerah di Sulut. Selasa (26/1) pagi, sekira pukul 08.15 Wita, para pengendara di ruas jalan Manado-Tomohon, kembali diuji adrenalinnya. Pasalnya, pohon Enau (Seho, red) berukuran sekira 10 meter, tumbang dan menutupi 3/4 badan jalan nasional tersebut.

Saksi kejadian, Ferry Palar warga Minahasa menuturkan, dirinya yang hampir tiap hari melewati ruas jalan tersebut, bersama beberapa rekan sambil bersepeda. Beruntung tidak tertimpa material pohon berukuran besar tersebut.

“Lokasi pohon tumbang sekira 100 meter setelah RM Heng Mien, jika berkendara dari Manado. Saya dan beberapa rekan pesepeda nyaris jadi korban. Jika melintas lebih cepat saja 1 atau 2 menit saja, bisa tertimpa kita,” ujarnya.

Sembari menambahkan, kiranya pihak terkait dapat memberikan jaminan lebih kepada pengendara, terlebih ruas jalan tersebut didominasi pohon dan tebing terjal, yang bisa tumbang dan longsor kapan saja.

“Apalagi dengan kondisi curah hujan saat ini, semoga pihak terkait memberikan perhatian ekstra, agar jangan ada korban kedepannya,” harap Sekretaris Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Pengprov Sulut.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tomohon Robby Kalangi, tak menampik perihal kejadian yang sempat membuat arus lalu-lintas macet total sekira 1 jam tersebut. Disinggung soal upaya pencegahan, dirinya justru mengarahkan hal tersebut kepada pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional XV Manado.

“Soal preventif, misalnya pembuatan talud dan lain-lain itu tugas BPJN, bukan kita (BPBD, red),” lugas Kalangi.

Sementara itu, Perwakilan BPJN XV Manado ketika dicoba untuk lewat Asisten Peralatan Marchiano Lumentut, hingga berita ini diturunkan tak bisa dihubungi lewat nomor teleponnya 0853 9897****. (yol)

TOMOHON- Belum lama berselang kejadian bencana alam menimpa hampir sebagian besar daerah di Sulut. Selasa (26/1) pagi, sekira pukul 08.15 Wita, para pengendara di ruas jalan Manado-Tomohon, kembali diuji adrenalinnya. Pasalnya, pohon Enau (Seho, red) berukuran sekira 10 meter, tumbang dan menutupi 3/4 badan jalan nasional tersebut.

Saksi kejadian, Ferry Palar warga Minahasa menuturkan, dirinya yang hampir tiap hari melewati ruas jalan tersebut, bersama beberapa rekan sambil bersepeda. Beruntung tidak tertimpa material pohon berukuran besar tersebut.

“Lokasi pohon tumbang sekira 100 meter setelah RM Heng Mien, jika berkendara dari Manado. Saya dan beberapa rekan pesepeda nyaris jadi korban. Jika melintas lebih cepat saja 1 atau 2 menit saja, bisa tertimpa kita,” ujarnya.

Sembari menambahkan, kiranya pihak terkait dapat memberikan jaminan lebih kepada pengendara, terlebih ruas jalan tersebut didominasi pohon dan tebing terjal, yang bisa tumbang dan longsor kapan saja.

“Apalagi dengan kondisi curah hujan saat ini, semoga pihak terkait memberikan perhatian ekstra, agar jangan ada korban kedepannya,” harap Sekretaris Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Pengprov Sulut.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tomohon Robby Kalangi, tak menampik perihal kejadian yang sempat membuat arus lalu-lintas macet total sekira 1 jam tersebut. Disinggung soal upaya pencegahan, dirinya justru mengarahkan hal tersebut kepada pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional XV Manado.

“Soal preventif, misalnya pembuatan talud dan lain-lain itu tugas BPJN, bukan kita (BPBD, red),” lugas Kalangi.

Sementara itu, Perwakilan BPJN XV Manado ketika dicoba untuk lewat Asisten Peralatan Marchiano Lumentut, hingga berita ini diturunkan tak bisa dihubungi lewat nomor teleponnya 0853 9897****. (yol)

Most Read

Artikel Terbaru

/