alexametrics
32.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

15 Daerah Fiskal Rendah, Bisa Leha-leha? Ini Warning Wagub Steven Kandouw

MANADOPOST.ID – 15 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) saat ini masih dalam kondisi fiskal rendah. Yang artinya 15 daerah tersebut belum bisa mandiri dengan keuangan sendiri, dan masih bergantung dengan dana dari pusat dan provinsi.

Namun ditegaskan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, bahwa masalah fiskal rendah tersebut tidak boleh menjadi alasan 15 Kabupaten/kota dalam mendorong pembangunan daerah.

“Kita harus ketahui bersama bahwa kondisi fiskal kabupaten/kota, masih rendah. Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), salah satunya. Namun saya ingatkan bahwa, tidak boleh ada alasan dalam mendorong pembangunan di daerah. 15 kabupaten/kota, ditengah kondisi fiskal yang rendah harus melakukan inovasi dan terobosan yang nyata,” tuturnya.

Kandouw juga memberikan contoh kepada 14 kabupaten/kota lain, untuk melihat potret pembangunan yang ada di Bolmut.

“Kita perlu berbangga, bahwa dengan kondisi fiskal yang rendah, Bupati Bolmut mampu menata potret pembangunan yang maksimal. Ini karena disiplin penggunaan anggaran. Kita sebagai pembina, selalu mengingatkan agar belanja tidak langsung bisa harus di bawah 40 persen. Ini harus jadi contoh dan role model bagi daerah lain. Jangan karena fiskal rendah menjadi alasan dengan tidak adanya inovasi,” bebernya.

Pak Gubernur Sulut Olly Dondokambey menurut Wagub Kandouw, terus berupaya agar dukungan anggaran diberikan kepada 15 kabupaten/kota dalam pembangunan daerah.

“Harapan pak gubernur, walupun tertaih-tatih kita di provinsi masih menambah anggaran untuk daerah yang masih kurang. Itu dengan beberapa program baik untuk BPJS, maupun dukungan anggaran pembangunan infrastruktur. Jadi, karena semua masih dalam kondisi fiskal yang rendah, koordinasi dan sinergitas itu harus jalan. Agar program pembangunan juga bisa maksimal,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) menegaskan bahwa, program antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota bisa berjalan baik jika ada sinergitas yang solid.

“Jadi kedepan orang yang akan datang ke Sulut, untuk berinvestasi entah bangun hotel, infrastruktur dan lain-lain akan lebih gampang. Tidak lagi pusing dan berbelit-belit. Karena sudah mulai ada sinergitas,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – 15 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) saat ini masih dalam kondisi fiskal rendah. Yang artinya 15 daerah tersebut belum bisa mandiri dengan keuangan sendiri, dan masih bergantung dengan dana dari pusat dan provinsi.

Namun ditegaskan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, bahwa masalah fiskal rendah tersebut tidak boleh menjadi alasan 15 Kabupaten/kota dalam mendorong pembangunan daerah.

“Kita harus ketahui bersama bahwa kondisi fiskal kabupaten/kota, masih rendah. Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), salah satunya. Namun saya ingatkan bahwa, tidak boleh ada alasan dalam mendorong pembangunan di daerah. 15 kabupaten/kota, ditengah kondisi fiskal yang rendah harus melakukan inovasi dan terobosan yang nyata,” tuturnya.

Kandouw juga memberikan contoh kepada 14 kabupaten/kota lain, untuk melihat potret pembangunan yang ada di Bolmut.

“Kita perlu berbangga, bahwa dengan kondisi fiskal yang rendah, Bupati Bolmut mampu menata potret pembangunan yang maksimal. Ini karena disiplin penggunaan anggaran. Kita sebagai pembina, selalu mengingatkan agar belanja tidak langsung bisa harus di bawah 40 persen. Ini harus jadi contoh dan role model bagi daerah lain. Jangan karena fiskal rendah menjadi alasan dengan tidak adanya inovasi,” bebernya.

Pak Gubernur Sulut Olly Dondokambey menurut Wagub Kandouw, terus berupaya agar dukungan anggaran diberikan kepada 15 kabupaten/kota dalam pembangunan daerah.

“Harapan pak gubernur, walupun tertaih-tatih kita di provinsi masih menambah anggaran untuk daerah yang masih kurang. Itu dengan beberapa program baik untuk BPJS, maupun dukungan anggaran pembangunan infrastruktur. Jadi, karena semua masih dalam kondisi fiskal yang rendah, koordinasi dan sinergitas itu harus jalan. Agar program pembangunan juga bisa maksimal,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) menegaskan bahwa, program antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota bisa berjalan baik jika ada sinergitas yang solid.

“Jadi kedepan orang yang akan datang ke Sulut, untuk berinvestasi entah bangun hotel, infrastruktur dan lain-lain akan lebih gampang. Tidak lagi pusing dan berbelit-belit. Karena sudah mulai ada sinergitas,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/