29.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Penanganan Stunting Dapat Perhatian TP-PKK

MANADOPOST.ID – Penanganan masalah kekurangan gisi pada balita, atau yang akrab dikenal stunting di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menjadi perhatian khusus Tim Penggerak PKK.

Pasalnya TP-PKK yang dipimpin langsung Sekretaris TP-PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, menyasar Kabupaten Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Bolaang Mongondow (Bolmong) dan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Dalam pantauan koran ini, Sekretaris TP-PKK Sulut tersebut, kerja keras dengan melaksanakan kegiatan sejak, Selasa (25/5) pagi di Kabupaten Bolmut, kemudian sore hari di Kabupaten Bolmong dan malam hari berakhir di Kabupaten Minsel. Dalam kegiatan tersebut juga tampak hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulut Ivonne Silangen-Lombok dan jajaran.

Saat membacakan sambutan Ketua TP-PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Devi sapaan akrabnya menjelaskan bahwa masalah gizi adalah masalah kesehatan masyarakat yang penaggulangannya tidak bisa dilakukan dengan pendekatan medis.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Karena itu, Mantan Noni Sulut tersebut mengatakan bahwa, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam waktu yang cukup lama.

“Jadi ini berdampak pada kegagalan pertumbuhan anak, dimana tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Masalah kekurangan gizi kronis adalah masalah kompleks di masyarakat sehingga sangat membutuhkan peran lintas sektor terkait termasuk TP-PKK Provinsi dan kabupaten/kota, kecamatan sampai ke tingkat desa. Pencegahan stunting ini merupakan salah satu turunan dari agenda prioritas nasional,” terangnya.

Untuk itu menurut dr Devi, peran kader PKK dan kader posyandu menjadi ujung tombak pencegahan stunting.

“Para kader PKK dan kader posyandu inilah orang-orang , terdepan dalam memerangi stunting karena terlibat langsung dengan masyarakat. Dan memang adanya pandemik, membuat penanganan stunting menjadi lebih menantang. Karena situasi pandemik menimbulkan kerawanan stunting pada anak-anak. Tidak dapat disangkali akibat pandemik Covid-19 terdapat warga miskin baru. Ini menjadi tantangan bagi kader PKK, bagaimana melakukan perannya di tengah masa pandemik,” imbuhnya.

dr Devi juga mengatakan bahwa, PKK berperan penting dalam mensosialisasikan serta mengimplementasikan program pemerintah.

“Saat ini PKK dapat mengaktifkan posyandu sampai ke tingkat paling bawah. PKK di tingkat kabupaten/kota merupakan ujung tombak program PKK dalam mengentaskan permasalahan stunting di Sulut. Mengingat posyandu banyak terdapat di desa-desa. Selain itu PKK dapat membantu program Keluarga Berencana (KB),” kuncinya. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Penanganan masalah kekurangan gisi pada balita, atau yang akrab dikenal stunting di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menjadi perhatian khusus Tim Penggerak PKK.

Pasalnya TP-PKK yang dipimpin langsung Sekretaris TP-PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, menyasar Kabupaten Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Bolaang Mongondow (Bolmong) dan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Dalam pantauan koran ini, Sekretaris TP-PKK Sulut tersebut, kerja keras dengan melaksanakan kegiatan sejak, Selasa (25/5) pagi di Kabupaten Bolmut, kemudian sore hari di Kabupaten Bolmong dan malam hari berakhir di Kabupaten Minsel. Dalam kegiatan tersebut juga tampak hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulut Ivonne Silangen-Lombok dan jajaran.

Saat membacakan sambutan Ketua TP-PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Devi sapaan akrabnya menjelaskan bahwa masalah gizi adalah masalah kesehatan masyarakat yang penaggulangannya tidak bisa dilakukan dengan pendekatan medis.

Karena itu, Mantan Noni Sulut tersebut mengatakan bahwa, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam waktu yang cukup lama.

“Jadi ini berdampak pada kegagalan pertumbuhan anak, dimana tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Masalah kekurangan gizi kronis adalah masalah kompleks di masyarakat sehingga sangat membutuhkan peran lintas sektor terkait termasuk TP-PKK Provinsi dan kabupaten/kota, kecamatan sampai ke tingkat desa. Pencegahan stunting ini merupakan salah satu turunan dari agenda prioritas nasional,” terangnya.

Untuk itu menurut dr Devi, peran kader PKK dan kader posyandu menjadi ujung tombak pencegahan stunting.

“Para kader PKK dan kader posyandu inilah orang-orang , terdepan dalam memerangi stunting karena terlibat langsung dengan masyarakat. Dan memang adanya pandemik, membuat penanganan stunting menjadi lebih menantang. Karena situasi pandemik menimbulkan kerawanan stunting pada anak-anak. Tidak dapat disangkali akibat pandemik Covid-19 terdapat warga miskin baru. Ini menjadi tantangan bagi kader PKK, bagaimana melakukan perannya di tengah masa pandemik,” imbuhnya.

dr Devi juga mengatakan bahwa, PKK berperan penting dalam mensosialisasikan serta mengimplementasikan program pemerintah.

“Saat ini PKK dapat mengaktifkan posyandu sampai ke tingkat paling bawah. PKK di tingkat kabupaten/kota merupakan ujung tombak program PKK dalam mengentaskan permasalahan stunting di Sulut. Mengingat posyandu banyak terdapat di desa-desa. Selain itu PKK dapat membantu program Keluarga Berencana (KB),” kuncinya. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/