24.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Gubernur OD Proyeksikan Produk Sulut Go Internasional

MANADOPOST.ID – Produk Usaha Menengah Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri dan sektor pariwisata bisa memajukan ekonomi nasional dan daerah. Karena itu kita harus terus tingkatkan produk UMKM terutama kualitasnya. Begitu juga sektor pariwisata yang sangat potensial di daerah termasuk di Sulut.

Hal itu terungkap dalam acara Launching Gerakan Nasional (GerNas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Banga Wisata Indonesia (BWI). Dari Jakarta secara virtual Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Mendag Muhammad Lutfi, Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Gubernur Bank Indonesia serta pimpinan BNI 46 yang melakukan launching secara langsung. Sementara di Manado hadir Wamendag Jery Sambuaga seta Wagub Steven Kandow serta pejabat terkait dan pelaku UMKM.

Menko Investasi Luhut mengatakan potensi UMKM Indonesia besar dan bisa bersaing dipasar global. UMKM bahkan sangat eksis meskipun dilanda pandemik. Daerah seperti Sulut harus mendorong terus UMKM dan pariwisata karena itu bisa majukan ekonomi. Banyak contoh UMKM yang kita bantu sudah maju. “Pemerintah pusat tetap memperhatikan UMKM. Masyarakat Indonesia harus cinta produk dalam negeri seperti pakaian bentenan dan kopi dari Sulut dan daerah lain,” katanya.

Sementara itu Mendag Muhammad Lutfi mengatakan UMKM kedepan harus transaksi digital. Saat ini sesuai data cukup banyak UMKM sudah lakukan transaksi digital. “Kedepan kita dorong tingkatkan. Karena ekonomi akan maju begitu juga pariwisata bisa bersinergi untuk majukan ekonomi,” terangnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ditempat yang sama Gubernur Sulut Olly Dondokambey optimis ekonomi Sulut akan maju pesat kalau UMKM dan sektor pariwisata kita kembangkan. Bahkan Gubernur OD, memproyeksikan bahwa produk Sulut bakal Go Internasional kedepannya. “Potensi Sulut besar. Ditengah pandemik kita terus mendorong UMKM dan pariwisata untuk maju. Banyak produk ungulan sulut yang tidak kalah dengan daerah lain. Jadi kita proyeksikan produk kita akan menyasar pasar mancanegara mulai sekarang. Saya juga meminta warga Sulut, untuk mencintai produk daerah Sulut baik kain bentenan dan juga makanan dan produk kopi,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengapresiasi GerNas BBI-BWI yang dilakukan di Pulau Sulawesi terutama di Sulut. “Ini pasti akan berdampak positif bagi ekonomi Sulut. Ya UMKM di Sulut terus didorong karena UMKM sangat menunjang ekonomi daerah. Begitu juga sektor pariwisata. Sulut cukup banyak obyek wisata bahkan di Likupang Minahasa Utara telah menjadi destinasi pariwisata Indonesia dari lima destinasi yang diprioritaskan Pemerintah Pusat. UMKM dan sektor pariwisata serta sektor pertanian dan lainnya telah mendorong pertumbuhan ekonomi Sulut 8,49 persen pada saat ini. Tentu Ini luar biasa dan ini data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, bukan dari Pemprov Sulut,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Produk Usaha Menengah Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri dan sektor pariwisata bisa memajukan ekonomi nasional dan daerah. Karena itu kita harus terus tingkatkan produk UMKM terutama kualitasnya. Begitu juga sektor pariwisata yang sangat potensial di daerah termasuk di Sulut.

Hal itu terungkap dalam acara Launching Gerakan Nasional (GerNas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Banga Wisata Indonesia (BWI). Dari Jakarta secara virtual Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Mendag Muhammad Lutfi, Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Gubernur Bank Indonesia serta pimpinan BNI 46 yang melakukan launching secara langsung. Sementara di Manado hadir Wamendag Jery Sambuaga seta Wagub Steven Kandow serta pejabat terkait dan pelaku UMKM.

Menko Investasi Luhut mengatakan potensi UMKM Indonesia besar dan bisa bersaing dipasar global. UMKM bahkan sangat eksis meskipun dilanda pandemik. Daerah seperti Sulut harus mendorong terus UMKM dan pariwisata karena itu bisa majukan ekonomi. Banyak contoh UMKM yang kita bantu sudah maju. “Pemerintah pusat tetap memperhatikan UMKM. Masyarakat Indonesia harus cinta produk dalam negeri seperti pakaian bentenan dan kopi dari Sulut dan daerah lain,” katanya.

Sementara itu Mendag Muhammad Lutfi mengatakan UMKM kedepan harus transaksi digital. Saat ini sesuai data cukup banyak UMKM sudah lakukan transaksi digital. “Kedepan kita dorong tingkatkan. Karena ekonomi akan maju begitu juga pariwisata bisa bersinergi untuk majukan ekonomi,” terangnya.

Ditempat yang sama Gubernur Sulut Olly Dondokambey optimis ekonomi Sulut akan maju pesat kalau UMKM dan sektor pariwisata kita kembangkan. Bahkan Gubernur OD, memproyeksikan bahwa produk Sulut bakal Go Internasional kedepannya. “Potensi Sulut besar. Ditengah pandemik kita terus mendorong UMKM dan pariwisata untuk maju. Banyak produk ungulan sulut yang tidak kalah dengan daerah lain. Jadi kita proyeksikan produk kita akan menyasar pasar mancanegara mulai sekarang. Saya juga meminta warga Sulut, untuk mencintai produk daerah Sulut baik kain bentenan dan juga makanan dan produk kopi,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengapresiasi GerNas BBI-BWI yang dilakukan di Pulau Sulawesi terutama di Sulut. “Ini pasti akan berdampak positif bagi ekonomi Sulut. Ya UMKM di Sulut terus didorong karena UMKM sangat menunjang ekonomi daerah. Begitu juga sektor pariwisata. Sulut cukup banyak obyek wisata bahkan di Likupang Minahasa Utara telah menjadi destinasi pariwisata Indonesia dari lima destinasi yang diprioritaskan Pemerintah Pusat. UMKM dan sektor pariwisata serta sektor pertanian dan lainnya telah mendorong pertumbuhan ekonomi Sulut 8,49 persen pada saat ini. Tentu Ini luar biasa dan ini data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, bukan dari Pemprov Sulut,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/