31.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Sulut Pintu Masuk TKA, Wagub: Hanya Transit Tidak Menetap

MANADOPOST.ID – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) saat ini ditunjuk Pemerintah Pusat sebagai pintu masuk Tenaga Kerja Asing (TKA), yang akan bekerja di Indonesia. Dan sampai saat ini, TKA terus masuk melalui Bandara Sam Ratulangi Manado.

Ditunjuknya Manado sebagai pintu masuk TKA, mendapatkan perhatian khusus Komisi IX DPR RI. Pasalnya, tim Komisi IX DPR RI turun langsung ke Provinsi Sulut untuk melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait adanya TKA.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI Felly Runtuwene mengatakan bahwa, kedatangan tim untuk mengecek bahwa bagaimana kesiapan pemerintah daerah terkait masuknya TKA di Provinsi Sulut dalam upaya pencegahan Covid-19.

“Kita juga perlu mengingatkan bahwa kebijakan memasuknya TKA perlu dijadikan perhatian penting. Karena masuknya TKA, semakin tidak terbendung. Pemerintah daerah, diharapkan cermat, untuk menjaga keseimbangan antara TKA dan tenaga kerja lokal. Karena dalam tatanan dilapangan banyak penyimpangan seperti TKA ilegal yang bekerja dengan visa kunjungan,” tuturnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Runtuwene juga mengingatkan bahwa, TKA yang masuk harus dengan keahlian khusus. “Yang saya tahu itu sudah ribuan TKA yang masuk ke Sulut. Itu sesuai data kita dari beberapa tahun yang lalu. Karena itu, hari ini kita melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada pemerintah daerah. Kita harap ada masukan yang jelas dari pemerintah daerah terkait hal ini. Dan bagaimana upaya-upaya dalam melakukan pencegahan Covid-19,” kuncinya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw menjelaskan bahwa sampai saat ini situasi Kamtibmas sangat baik bahkan diatas rata-rata nasional.

Bahkan menurutnya, Provinsi Sulut telah melalui hari-hari besar keagamaan, dan semua berjalan dengan baik. Kandouw juga mengatakan bahwa, situasi perekonomian Sulut sangat baik. Bahkan ungkapnya, Sulut masuk 10 provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang positif.

“Nah saat ini kita ditunjuk pemerintah pusat sebagai pusat masuknya TKA. Ini merupakan satu berkah, karena secara otomatis ada perputaran ekonomi di daerah. Mereka harus makan, belanja dan lain-lain. Dan sudah ada Pertarungan gubernur (Pergub) yang telah diterbitkan bahwa, siapa saja yang masuk ke Sulut harus melakukan karantina. Walaupun mereka transit tapi tetap harus melakukan karantina,” tuturnya.

Kandouw juga mengatakan bahwa, TKA tersebut hanya transit di Provinsi Sulut dan tidak menetap.

“Mereka hanya transit di Sulut, bukan bekerja di Sulut. Walaupun transit, tetap wajib melakukan karantina. Dan kita sudah tunjuk hotel-hotel yang sesuai syarat untuk menjadi lokasi karantina. Bahkan sudah ada sanksi dan denda jika mereka keluar dari hotel. Jadi kita itu sangat ketat dalam pengawasan TKA yang masuk. Agar pencegahan Covid-19 dilaksanakan secara maksimal,” tutup mantan Ketua DPRD Sulut tersebut. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) saat ini ditunjuk Pemerintah Pusat sebagai pintu masuk Tenaga Kerja Asing (TKA), yang akan bekerja di Indonesia. Dan sampai saat ini, TKA terus masuk melalui Bandara Sam Ratulangi Manado.

Ditunjuknya Manado sebagai pintu masuk TKA, mendapatkan perhatian khusus Komisi IX DPR RI. Pasalnya, tim Komisi IX DPR RI turun langsung ke Provinsi Sulut untuk melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait adanya TKA.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI Felly Runtuwene mengatakan bahwa, kedatangan tim untuk mengecek bahwa bagaimana kesiapan pemerintah daerah terkait masuknya TKA di Provinsi Sulut dalam upaya pencegahan Covid-19.

“Kita juga perlu mengingatkan bahwa kebijakan memasuknya TKA perlu dijadikan perhatian penting. Karena masuknya TKA, semakin tidak terbendung. Pemerintah daerah, diharapkan cermat, untuk menjaga keseimbangan antara TKA dan tenaga kerja lokal. Karena dalam tatanan dilapangan banyak penyimpangan seperti TKA ilegal yang bekerja dengan visa kunjungan,” tuturnya.

Runtuwene juga mengingatkan bahwa, TKA yang masuk harus dengan keahlian khusus. “Yang saya tahu itu sudah ribuan TKA yang masuk ke Sulut. Itu sesuai data kita dari beberapa tahun yang lalu. Karena itu, hari ini kita melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada pemerintah daerah. Kita harap ada masukan yang jelas dari pemerintah daerah terkait hal ini. Dan bagaimana upaya-upaya dalam melakukan pencegahan Covid-19,” kuncinya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw menjelaskan bahwa sampai saat ini situasi Kamtibmas sangat baik bahkan diatas rata-rata nasional.

Bahkan menurutnya, Provinsi Sulut telah melalui hari-hari besar keagamaan, dan semua berjalan dengan baik. Kandouw juga mengatakan bahwa, situasi perekonomian Sulut sangat baik. Bahkan ungkapnya, Sulut masuk 10 provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang positif.

“Nah saat ini kita ditunjuk pemerintah pusat sebagai pusat masuknya TKA. Ini merupakan satu berkah, karena secara otomatis ada perputaran ekonomi di daerah. Mereka harus makan, belanja dan lain-lain. Dan sudah ada Pertarungan gubernur (Pergub) yang telah diterbitkan bahwa, siapa saja yang masuk ke Sulut harus melakukan karantina. Walaupun mereka transit tapi tetap harus melakukan karantina,” tuturnya.

Kandouw juga mengatakan bahwa, TKA tersebut hanya transit di Provinsi Sulut dan tidak menetap.

“Mereka hanya transit di Sulut, bukan bekerja di Sulut. Walaupun transit, tetap wajib melakukan karantina. Dan kita sudah tunjuk hotel-hotel yang sesuai syarat untuk menjadi lokasi karantina. Bahkan sudah ada sanksi dan denda jika mereka keluar dari hotel. Jadi kita itu sangat ketat dalam pengawasan TKA yang masuk. Agar pencegahan Covid-19 dilaksanakan secara maksimal,” tutup mantan Ketua DPRD Sulut tersebut. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/