Sabtu, 3 Juni 2023

Bukan Cabo, Pakaian Jadi Impor Rusak UMKM

- Selasa, 21 Maret 2023 | 10:37 WIB
Ilustrasi Pakaian Bekas. (F Dalil Harahap/Batam Pos)
Ilustrasi Pakaian Bekas. (F Dalil Harahap/Batam Pos)

MANADOPOST.ID - Bisnis baju bekas atau thrifting terpukul. Manado salah satu gudang pejualan baju bekas. Dan sangat laris. Larangan yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo jelas memukul ekonomi mereka.

Sejumlah pebisnis baju bekas yang biasa nongkrong di rumah kopi kawasan kuliner Jalan Roda (Jarod) tampak terpukul dengan kebijakan ini. ‘’Kami tidak paham apa maunya pemerintah. Dengan alasan memukul industri tekstil tanah air, dan menghambat berkembangnya UMKM, itu terlalu klise. Tampak sekali pemerintah tidak mampu mendorong pengusaha konveksi bersaing dalam bisnis ini. Juga sektor yang mengelola UMKM,’’ sembur salah satu dedengkot bisnis baju impor bekas. Ia mau bercerita asal tidak ditulis nama dulu. ‘’Saya sudah kehilangan sekira dua hingga tiga miliar pekan berjalan ini. Beberapa bal kontener baju bekas impor ditahan bea cukai. Bahkan segera dimusnahkan. Baik yang lewat kargo udara maupun lewat pengiriman laut,’’ urainya berapi-api. Bersama sejumlah reseler, mereka antusias mendengar soal pelarangan itu. ‘’Ini pemerintah so nda ada urusan laeng, kurang da urus torang pe pencarian. Coba anda hitung, berapa ratus orang yang dirugikan karena pelarangan bisnis ini. Sama sekali tak masuk akal. Kita dengar semua kota menolak. Tapi tidak berdaya karena arogansi Bea Cukai, bersama aparat keamanan yang langsung mengamankan barang-barang kami. Padahal sudah dibayar. Kami rugi ratusan juta. Kok bisa-bisanya pemerintah menempuh kebijakan seperti ini? Dengan alasan yang sangat tidak masuk akal,’’ sembur mereka senada. “Para pemasok, penyalur dan reseler akan menunggu reaksi dari para pedagang di Pasar Senen, Tanah Abang Jakarta, Bandung, Surabaya. Mereka akan bergerak sama serentak untuk memrotes kepada pemerintah provinsi,’’ ucap Mr SL, seorang reseler Manado. ‘’Sebetulnya tidak apa-apa ditulis nama kami. Tapi, sudah koordinasi dengan teman-teman di kota-kota lain untuk sementara jangan dulu terbuka. Nanti juga wartawan akan tahu kami-kami ini ketika turun demo ke pemerintah, terutama instansi terkait,’’ beber mereka penuh semangat. Baju bekas impor di Manado lebih dikenal dengan istilah Cabo, singkatan dari Cakar Bongkar. Meski sudah ada larangan, barang-barang yang sudah di tangan penjual tetap dipasarkan. Baik secara langsung maupun online. Pun tetap terang-terangan. Bahkan di Jarod beberapa pedagang tetap memajang dagangannya. ‘’Kami tak takut disita. Kami akan melawan,’’ tegas Mr SL dan seluruh pedagang. Polemik pelarangan penjualan pakaian bekas atau thrifting oleh pemerintah karena dianggap mengganggu UMKM pakaian jadi dalam negeri ikut ditanggapi Yerry Tawalujan, politisi Kawanua, Sulawesi Utara. Menurut politisi yang akan maju sebagai calon anggota DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara, UMKM pakaian jadi dalam negeri wajib dilindungi, tetapi harus tahu dengan tepat melindungi dari apa. "Ibarat perang, harus tahu dulu siapa lawannya. Siapa atau apa lawan yang dihadapi oleh UMKM pakaian jadi dalam negeri. Siapa atau Apa sebenarnya kompetitornya. Sehingga jelas UMKM pakaian jadi kita harus dilindungi dari apa," terang Yerry. Kompetitor utama dari UMKM pakaian jadi dalam negeri, menurut Tawalujan, adalah impor pakaian jadi dari China. Merujuk data BPS, impor pakaian jadi dari China tahun 2019 sebanyak 64.660 ton. Tahun 2020 sejumlah 51.790 ton, dan tahun 2021 naik menjadi 57.110 ton. Bandingkan dengan impor pakaian bekas, yang paling banyak dari China. Tahun 2019 sejumlah 417 ton, tahun 2020 sebanyak 66 ton, dan tahun 2021 turun menjadi 8 ton saja. "Berdasarkan data BPS tersebut, dengan jelas terlihat bahwa musuh utama UMKM pakaian jadi dalam negeri bukan impor pakaian bekas, tetapi impor pakaian jadi asal China," ujarnya. Pemerintah, lanjut Yerry, pasti cerdas dan tahu siapa atau apa lawan yang dihadapi UMKM pakaian jadi nasional. Musuh sebenarnya UMKM pakaian jadi nasional adalah impor pakaian jadi China, bukan pakaian bekas. "Kami minta pemerintah segera hentikan impor pakaian jadi dari China, karena itu adalah musuh utama UMKM pakaian jadi nasional, bukan pakaian bekas," ungkap Yerry. Sebumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegaskan agar impor baju bekas disetop. Menurutnya impor baju bekas ini dinilai bisa merugikan industri dalam negeri. "Jadi yang namanya impor pakaian bekas, setop. Mengganggu, sangat mengganggu industri dalam negeri kita," kata Jokowi di Istora Senayan, Jakarta, pekan lalu. Karenanya saat ini sejumlah pihak berwajib seperti Kepolisian, Bea dan Cukai, hingga Kementerian Perdagangan tengah berusaha menegakkan larangan impor baju bekas. (mpd)

Editor: Tanya Rompas

Tags

Terkini

Pemprov Sulut Raih 3 Kategori Penghargaan BKN

Selasa, 30 Mei 2023 | 12:29 WIB

Hebat! Tomohon Paling Rendah Stunting se-Sulut

Selasa, 30 Mei 2023 | 01:27 WIB
X