31.4 C
Manado
Rabu, 4 Agustus 2021
spot_img

2000 Warga Diminta Tinggalkan Lahan KEK Bitung

MANADOPOST.ID – Lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, sampai saat ini masih ditempati 2000-an warga, sehingga pembangunan di lokasi tersebut, mengalami hambatan. Atas dasar tersebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) mengeluarkan surat peringatan ke 3 untuk mengosongkan lahan tanah yang menjadi hak pengelolaan nomor 0002.

Saat dikonfirmasi koran ini, Gubernur Sulut Olly Dondokambey melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulut Edison Humiang mengatakan bahwa, lokasi tanah tersebut seluas 92, 7 hektar. “Jadi kita sudah melakukan rapat bersama dan Pemprov Sulut telah mengeluarkan surat bernomor 100/21.389/Sekr.RoPemOtda yang ditujukan pada para penghuni lokasi KEK. Ini merupakan surat yang ketiga yang telah kita keluarkan,” ungkapnya.

Dikatakan Humiang, penghuni lahan KEK Bitung tersebut, sebanyak 600 Kepala Keluarga (KK) dan sekitar 2000-an warga. “Rapat bersama itu telah dihadiri pihak TNI-Polri Kota Bitung. Juga ada beberapa instansi terkait di Pemerintah Kota Bitung. Jadi intinya sampai saat ini ada penghuni illegal yang menempati lahan milik Pemprov Sulut tersebut. Karena itu kita sudah layangkan surat ke 3 makanya Pemprov Sulut akan mengosongkan lahan KEK tersebut. Kita harapkan agar surat ini menjadi perhatian penting dari 2.000-an masyarakat yang menempati lokasi tersebut,” sebutnya.

Humiang juga mengatakan bahwa, untuk menunjang rencana pembangunan nasional di daerah ini maka dimintakan kepada seluruh penghuni yang ada di lahan tersebut agar segera melakukan pengosongan tanah selambat-lambatnya sampai tanggal 7 Juli 2021. “Apabila sampai dengan tanggal 7 Juli 2021 lahan tersebut belum dikosongkan maka pemerintah akan mengambil tindakan tegas paksa untuk mengosongkannya sesuai ketentuan yang berlaku. Yang pasti kita telah melayangkan surat sampai ketiga kali. Jadi kita sudah menaati aturan yang ada,” tutupnya. (Balladewa Setlight)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru