25.4 C
Manado
Sabtu, 31 Juli 2021

Ekspor Tuna Sulut Alami Hambatan! Adam Bantah Statement Wagub

MANADOPOST.ID – Kegiatan ekspor perikanan khususnya Tuna, di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) saat ini mengalami hambatan. Bahkan ekspor langsung atau direct call Tuna Sulut ke Jepang, ternyata belum memenuhi standar. Padahal kegiatan ekspor sudah dilakukan melalui Bandara Sam Ratulangi Manado.

Hal ini ditegaskan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Selasa (29/6) kemarin usai pelaksanaan Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) RPJMD Provinsi Sulut tahun 2021-2026. “Ekspor Tuna kita ke Jepang dari kacamata semua belum optimal, mestinya jauh dari kapasitas yang sekarang. Dari satu sisi kita bersyukur karena secara de facto kita sudah jadi hub, karena tuna dari Bali, Maluku, Gorontalo bahkan dari Jakarta sudah lewat sini, kita jadi pemain utamanya,” ungkap mantan Ketua DPRD Sulut tersebut.

Bahkan menurut Wagub Kandouw, ada pesan yang telah dititipkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) terkait kegiatan ekspor Tuna. Dimana menurutnya, quality control harus ditingkatkan. “Makanya pak Gubernur Olly Dondokambey inginkan agar tuna dari Sangihe menurut informasi, menurut catatan mestinya tidak seperti sekarang ini, karena apa yang menjadi kendala harus kita cari solusinya. Karena mungkin teknologi. Kita juga dapat kendala di quality control. Sehingga Tuna kita tidak memenuhi syarat untuk dibawa ke Jepang karena masalah tadi, quality control, cool boxnya, menjaga kesegarannya masih salah,” bebernya.

Oleh karenannya Wagub Kandouw menuturkan bahwa, masalah tersebut harus diatasi oleh pihaknya dalam waktu dekat. “Nah itu semua pelan-pelan harus kita atasi. Bagi saya bukan tangkapannya yang salah tapi teknologi belum seratus persen memenuhi standar. Ini menjadi pekerjaan rumah yang penting. Kita sudah akan rapatkan masalah ini dengan beberapa instansi atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, agar solusinya bisa dicari. Yang pasti kita akan mulai kembali dengan kualitas Tuna terbaik dengan menjaga kesegaran sampai ke negeri Jepang,” imbuhnya.

Sementara itu, tanggapan berbeda dan berlawanan dengan Wagub Kandouw, datang dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Sulut, Tienneke Adam saat dikonfirmasi beberapa media. Adam membantah bila Tuna asal Sulut tidak diterima oleh Jepang dikarenakan masalah quality control. “Tidak ada hasil perikanan Sulut tidak diterima (pihak Jepang, Red) karena quality control, tidak ada, tidak benar informasi itu. Pertanian punya (produk, Red) yang banyak pestisida,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru