28.4 C
Manado
Jumat, 30 Juli 2021

UKW Utama Masih Minim, Talumepa Tantang PWI

MANADOPOST.ID – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), resmi dikukuhkan. Dengan adanya kepengurusan baru, PWI Provinsi Sulut memiliki banyak Pekerjaan Rumah (PR). Salah satu PR yang disampaikan Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Daerah Provinsi Sulut Christiano Talumepa adalah peningkatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Talumepa menantang kepengurusan baru PWI Provinsi Sulut untuk meningkatkan UKW. Karena menurut Talumepa, saat ini UKW bagi wartawan di Sulut khususnya jenjang utama masih minim. “Sesuai catatan kita, untuk jenjang UKW utama di Provinsi Sulut baru ada 15 orang. Ini menjadi salah satu PR bagi kepengurusan baru untuk kembali meningkatkan UKW. Karena memang belum berbanding lurus antara yang sudah UKW dengan jumlah wartawan yang ada. UKW ini sangat penting, wartawan bisa profesional jika sudah melewati tahapan UKW. Apalagi yang utama masih sangat kurang,” tuturnya.

Bahkan Talumepa juga mengatakan bahwa, saat ini PWI selalu mendukung program pemerintah. Baik menyebarkan informasi serta capaian-capaian yang dilakukan. Talumepa juga menilai bahwa, PWI menjadi garda terdepan dalam penyebarluasan informasi. “Peran PWI diharapkan terus memberikan kemajuan. Kemudian wartawan di Sulut harus mempu memiliki satu persepsi untuk menjadi mitra Pemprov Sulut. PWI juga harus mewujudkan wartawan yang merdeka dan bermartabat. Karena itu saya harapkan UKW lebih ditingkatkan. Agar betul-betul bisa mewujudkan wartawan yang berkualitas. Agar kedepan tidak ada berita-berita yang tidak berimbang atau hanya melakukan konfirmasi kepada satu pihak. Itu untuk menjaga wartawan agar tidak terlibat masalah hukum. Nah disini PWI harus berperan aktif,” terangnya, saat membacakan sambutan Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Sulut Vouke Lontaan mengatakan bahwa, PWI saat ini menjadi mitra kerja dari pemerintah. Namun dirinya menegaskan bahwa fungsi-fungsi pers dalam menjalankan kontrol sosial tetap dilakukan. “Dalam catatan kami PWI Sulut itu memiliki 502 anggota, dengan berbagai platform media. Baik cetak, elektronik dan online. Nah disini saya tentu mengajak dan meminta kepada semua anggota untuk tetap menjalankan tugas secara profesional baik secara kode etik maupun berdasarkan UU Pers. Dan memang di PWI seorang wartawan dan anggota wajib mengikuti UKW. Baik muda, madya serta utama,” bebernya.

Lontaan juga mengatakan, sesuai dengan program PWI Pusat dari pendidikan dan pelatihan yang paling dominan. “Karena dari 10 program yang ditetapkan, 1-9 adalah pendidikan. Disitu ada pelatihan-pelatihan dan UKW. Ini sangat penting untuk dilakukan karena akan membuat wartawan lebih profesional dalam menjalankan tugas. Karena saya perlu ingatkan bahwa tidak ada wartawan yang kebal hukum, karena itu menjalankan tugas sesuai kode etik dan regulasi sangat penting dilakukan. Maka dari itu kedepan, pendidikan dan pelatihan-pelatihan kepada wartawan apalagi bagi anggota PWI akan kita gencarkan. Agar sinkron antara program pusat dan daerah,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Ketua Umum PWI Pusat Atal Depari menilai bahwa dirinya sangat gembira dengan pelantikan kepengurusan PWI Provinsi Sulut. Dimana menurut Atal, penasehat dari PWI Provinsi Sulut adalah gubernur serta sejumlah bupati. “Kemudian dipengurus PWI ada beberapa jebolan terbaik. Bahkan ada yang sudah persiapan doktor. Ini bakal sesuai dengan harapan kedepan, yakni penegakan kode etik akan semakin cepat terwujud dan kalau lihat pengurusan PWI Sulut, sudah terbukti bahwa ada sinergitas antara PWI dan pemerintah. Artinya pembangunan di Sulut tinggal dilaksanakan. Pemerintah menjalankan fungsinya sebagai pembangun dan pers menjalankan fungsi kontrol sosial,” terangnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa, PWI Provinsi Sulut harus bisa itu meningkat kompetensi dan kualitas wartawan. “Karena kalau kita lihat, setiap daerah itu berbeda. Baik narasi-narasinya maupun gaya penulisan. Satu pesan saya program pelatihan tidak cukup hanya melakukannya dengan UKW. Karena dengan kemajuan teknologi saat ini dimana media sosial berkembang sangat pesat menjadi tantangan bagi wartawan, untuk bisa melihat mana fakta yang terjadi. Karakter wartawan juga harus bisa dibina PWI. Pasti banyak yang berubah dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang pesat. Nah disini tantangan PWI Provinsi Sulut untuk menyikapi agar tidak ada masalah kedepan yang dihadapi wartawan,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru