31.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Peduli Jantung, Pengurus YJI Bolmong Dilantik

MANADOPOST.ID – Kepedulian terhadap Jantung, terus dilakukan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Hal tersebut dibuktikan dengan dilantiknya Pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Bolaang Mongondow (Bolmong) masa bakti 2021-2026. Pelantikan pengurus YJI tersebut dilakukan langsung Ketua YJI Cabang Utama Provinsi Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, Kamis (30/9) pagi.

Proses pelantikan pengurus YJI Cabang Bolaang Mongondow tersebut dilakukan di D’Talaga Resto, Kota Kotamobagu. Qhezia Tuuk dipilih sebagai Ketua YJI Cabang Bolmong.

Saat diwawancarai, Ketua YJI Cabang Utama Provinsi Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos mengatakan bahwa, kedatangannya dalam kegiatan pelantikan YJI Bolmong merupakan satu hal yang sangat membanggakan dan luar biasa. “Karena pelantikan ini sudah didengung-dengungkan dari jauh-jauh hari, dan hari ini, pelantikan bisa dilaksanakan. Tentu kegiatan ini merupakan momentum awal kita untuk secara bersama lebih peduli terhadap kesehatan jantung,” tuturnya.

dr Devi sapaan akrabnya juga menjelaskan sedikit terkait sejarah singkat terbentuknya YJI. Menurut dr Devi, organisasi tersebut sudah terbentuk sejak 1974 dengan nama YJI Dewi Sartika. “Jadi kenapa dinamakan Dewi Sartika, karena pada waktu ini adalah upaya pertolongan untuk anak yang bernama Dewi Sartika yang memang berasal dari keluarga kurang mampu dan memiliki penyakit jantung bawaan. Nah kemudian pada tahun 1978 organisasi ini masuk dalam anggota organisasi jantung sedunia,” beber mantan Noni Sulut tersebut.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Kemudian lanjut dr Devi, pada tahun 1981 organisasi YJI Dewi Sartika berubah namanya menjadi YJI. “Untuk YJI ini sudah memiliki sekitar 20 cabang di beberapa provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Dan kita juga memiliki program dari pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Baik berupa upaya preventif, promotif, kuratif atau rehabilitatif. Dan kita juga melakukan kerjasama dengan beberapa pihak, mulai dari pemerintah, swasta hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” ungkapnya.

dr Devi juga mengatakan bahwa, beberapa tahun lalu cabang utama sempat membantu salah satu penderita penyakit jantung bawaan yang berasal dari keluarga kurang mampu. “Disitu pihak YJI membantu akomodasi sang anak dan keluarga. Puji Tuhan anak tersebut bisa kita bawa ke Jakarta. Kemudian juga tahun ini, kita memiliki kegiatan yang sama. Kita tahun ini akan membantu lagi satu anak yang memiliki penyakit jantung bawaan untuk melakukan pengobatan di Jakarta,” sebutnya.

dr Devi juga meminta kepengurusan YJI Cabang Bolmong untuk melakukan kerjasama dengan berbagai pihak guna suksesnya program-program kemanusiaan yang akan dilakukan kedepannya. “Tentu teman-teman kepengurusan di Bolmong, harus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak. Karena Ini adalah yayasan Nirlaba dengan sumber daya berasal dari bantuan-bantuan yang bisa dipertanggungjawabkan. Kalau di Cabang Utama Provinsi Sulut kita telah melakukan kerjasama dengan dinas kesehatan serta dinas pemberdayaan perempuan dan anak. Di Bolmong juga harus dilakukan kerjasama-kerjasama seperti itu,” harapannya.

Bahkan dr Devi juga mengingatkan kepada pengurus YJI Cabang Bolmong terkait bahwa penyakit jantung. “Sesuai data WHO ada sekitar 17,5 juta jiwa di dunia yang meninggal akibat penyakit jantung. Karena itu kita berharap dengan terbentuknya YJI Bolmong sehingga bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dan peduli terhadap kesehatan jantung. Lakukan sosialisasi yang masif, upaya preventif juga harus dilakukan. Bangun kerjasama dan lihat program-program strategis dalam upaya menekan angka penyakit jantung di Bolmong. Saya meminta harapan yang besar terhadap YJI Cabang Bolmong,” sebut istri tercinta Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw tersebut.

Sementara itu, Ketua YJI Cabang Bolaang Mongondow Qhezia Tuuk mengatakan bahwa, dengan kerjasama yang baik antara semua pengurus maka peran YJI Bolmong akan berjalan secara baik. “Saya juga berharap keharmonisan ini tetap terjaga. YJI ini kan merupakan organisasi yang baru di Bolmong, saya dan teman-teman akan belajar bagaimana mekanisme dan alur yang ada di YJI Pusat serta Provinsi. Nanti kita sudah akan menggelar rapat, dan mengkonsolidasikan hal-hal ini. Yang pasti YJI Cabang Bolmong akan bergerak seirama dengan pusat dan provinsi dalam berbagai upaya peduli kesehatan jantung,” jelasnya.

Qhezia juga mengimbau masyarakat Bolmong untuk terus menjaga budaya hidup bersih dan sehat. “Seperti yang disampaikan Ibu Ketua Cabang Utama Provinsi Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos tadi, bahwa kita memiliki Panca Usaha Sehat. Nah didalamnya ada poin bahwa enyahkan rokok. Saya lihat di Bolmong ini banyak masyarakat yang masih merokok, khususnya bapak-bapak. Ini yang nantinya akan kita sosialisasikan lagi. Agar supaya budaya hidup sehat tanpa rokok bisa dilakukan. Begitu juga dengan konsumsi makanan, kita tentu berharap masyarakat Bolmong yang hebat dan cerdas bisa terus mengonsumsi makanan-makanan yang tidak berminyak dan tentu sehat bagi kesehatan jantung,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

MANADOPOST.ID – Kepedulian terhadap Jantung, terus dilakukan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Hal tersebut dibuktikan dengan dilantiknya Pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Bolaang Mongondow (Bolmong) masa bakti 2021-2026. Pelantikan pengurus YJI tersebut dilakukan langsung Ketua YJI Cabang Utama Provinsi Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, Kamis (30/9) pagi.

Proses pelantikan pengurus YJI Cabang Bolaang Mongondow tersebut dilakukan di D’Talaga Resto, Kota Kotamobagu. Qhezia Tuuk dipilih sebagai Ketua YJI Cabang Bolmong.

Saat diwawancarai, Ketua YJI Cabang Utama Provinsi Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos mengatakan bahwa, kedatangannya dalam kegiatan pelantikan YJI Bolmong merupakan satu hal yang sangat membanggakan dan luar biasa. “Karena pelantikan ini sudah didengung-dengungkan dari jauh-jauh hari, dan hari ini, pelantikan bisa dilaksanakan. Tentu kegiatan ini merupakan momentum awal kita untuk secara bersama lebih peduli terhadap kesehatan jantung,” tuturnya.

dr Devi sapaan akrabnya juga menjelaskan sedikit terkait sejarah singkat terbentuknya YJI. Menurut dr Devi, organisasi tersebut sudah terbentuk sejak 1974 dengan nama YJI Dewi Sartika. “Jadi kenapa dinamakan Dewi Sartika, karena pada waktu ini adalah upaya pertolongan untuk anak yang bernama Dewi Sartika yang memang berasal dari keluarga kurang mampu dan memiliki penyakit jantung bawaan. Nah kemudian pada tahun 1978 organisasi ini masuk dalam anggota organisasi jantung sedunia,” beber mantan Noni Sulut tersebut.

Kemudian lanjut dr Devi, pada tahun 1981 organisasi YJI Dewi Sartika berubah namanya menjadi YJI. “Untuk YJI ini sudah memiliki sekitar 20 cabang di beberapa provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Dan kita juga memiliki program dari pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Baik berupa upaya preventif, promotif, kuratif atau rehabilitatif. Dan kita juga melakukan kerjasama dengan beberapa pihak, mulai dari pemerintah, swasta hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” ungkapnya.

dr Devi juga mengatakan bahwa, beberapa tahun lalu cabang utama sempat membantu salah satu penderita penyakit jantung bawaan yang berasal dari keluarga kurang mampu. “Disitu pihak YJI membantu akomodasi sang anak dan keluarga. Puji Tuhan anak tersebut bisa kita bawa ke Jakarta. Kemudian juga tahun ini, kita memiliki kegiatan yang sama. Kita tahun ini akan membantu lagi satu anak yang memiliki penyakit jantung bawaan untuk melakukan pengobatan di Jakarta,” sebutnya.

dr Devi juga meminta kepengurusan YJI Cabang Bolmong untuk melakukan kerjasama dengan berbagai pihak guna suksesnya program-program kemanusiaan yang akan dilakukan kedepannya. “Tentu teman-teman kepengurusan di Bolmong, harus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak. Karena Ini adalah yayasan Nirlaba dengan sumber daya berasal dari bantuan-bantuan yang bisa dipertanggungjawabkan. Kalau di Cabang Utama Provinsi Sulut kita telah melakukan kerjasama dengan dinas kesehatan serta dinas pemberdayaan perempuan dan anak. Di Bolmong juga harus dilakukan kerjasama-kerjasama seperti itu,” harapannya.

Bahkan dr Devi juga mengingatkan kepada pengurus YJI Cabang Bolmong terkait bahwa penyakit jantung. “Sesuai data WHO ada sekitar 17,5 juta jiwa di dunia yang meninggal akibat penyakit jantung. Karena itu kita berharap dengan terbentuknya YJI Bolmong sehingga bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dan peduli terhadap kesehatan jantung. Lakukan sosialisasi yang masif, upaya preventif juga harus dilakukan. Bangun kerjasama dan lihat program-program strategis dalam upaya menekan angka penyakit jantung di Bolmong. Saya meminta harapan yang besar terhadap YJI Cabang Bolmong,” sebut istri tercinta Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw tersebut.

Sementara itu, Ketua YJI Cabang Bolaang Mongondow Qhezia Tuuk mengatakan bahwa, dengan kerjasama yang baik antara semua pengurus maka peran YJI Bolmong akan berjalan secara baik. “Saya juga berharap keharmonisan ini tetap terjaga. YJI ini kan merupakan organisasi yang baru di Bolmong, saya dan teman-teman akan belajar bagaimana mekanisme dan alur yang ada di YJI Pusat serta Provinsi. Nanti kita sudah akan menggelar rapat, dan mengkonsolidasikan hal-hal ini. Yang pasti YJI Cabang Bolmong akan bergerak seirama dengan pusat dan provinsi dalam berbagai upaya peduli kesehatan jantung,” jelasnya.

Qhezia juga mengimbau masyarakat Bolmong untuk terus menjaga budaya hidup bersih dan sehat. “Seperti yang disampaikan Ibu Ketua Cabang Utama Provinsi Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos tadi, bahwa kita memiliki Panca Usaha Sehat. Nah didalamnya ada poin bahwa enyahkan rokok. Saya lihat di Bolmong ini banyak masyarakat yang masih merokok, khususnya bapak-bapak. Ini yang nantinya akan kita sosialisasikan lagi. Agar supaya budaya hidup sehat tanpa rokok bisa dilakukan. Begitu juga dengan konsumsi makanan, kita tentu berharap masyarakat Bolmong yang hebat dan cerdas bisa terus mengonsumsi makanan-makanan yang tidak berminyak dan tentu sehat bagi kesehatan jantung,” kuncinya. (Balladewa Setlight)

Most Read

Artikel Terbaru

/